SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
41 Beda antara polos dan bodoh


__ADS_3

"Ngomong ngomong kalian tadi sebenarnya ada keperluan apa di sini ?? hanya jalan-jalan saja atau ada hal lain ??" tanya Bowo ketika mereka sudah duduk di dalam restoran , yang ada di mall itu . di hadapan mereka sudah terhidang beraneka ragam makanan.


 Entah ada angin apa , mendadak Rendy mengajak orang yang baru saja dikenalnya untuk makan bersama. sungguh itu bukanlah kebiasaan Rendy. Maya saja sampai bengong tadi mendengar ajakan Rendy seolah tidak percaya.


 Sesungguhnya Rendy melihat kebahagiaan Maya saat bertemu dengan teman sekampungnya . walaupun pada awalnya Rendy merasa cemburu, . Tapi karena pada akhirnya Rendy tahu bahwa antara Maya dan orang itu tidak ada lah hubungan yang spesial, melihat kebahagiaan Maya yang berbeda dari biasanya , seolah Maya kembali ke masa yang silam, masa yang Penuh tawa dan ceria , membuat Rendy juga ikut tertawa dalam hatinya merasa bahagia. karena itulah Rendy juga mencoba berakrab-akrab dengan Bowo.


" Oh ini aku tadi habis dari cincin pernikahan." ucap Maya sambil menunjukkan jari manisnya, ini cincinnya bagus kan ini Mas Rendy yang belikan.??" lanjut Maya lagi


" oh ... Cuma cari cincin ??" sahut Bowo. " Aku kira Kalian sedang mendatangi Mall ini untuk periksa saja Mungkin saja kan Mall ini milik calon suamimu itu..??" bocah Bowo membuat Rendy mendongak spontan dan melotot ke arahnya


" hahaha ... kau ini ada-ada saja. kau pikir ini cerita novel ?? yang Seorang Gadis Miskin Kemudian bertemu dengan CEO yang kaya raya, yang punya harta benda dan segala macamnya di seluruh dunia..??!" maya tertawa terbahak-bahak . sedangkan Rendy menghilang nafas lega.


 Bowo, memicingkan matanya. Merasa heran dengan apa yang diucapkan Maya . Sedetik kemudian dia menatap ke arah Rendi yang menatapnya dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


~Maya kou ini sungguh polos, apa sebenarnya kau ini memang bodoh~ ojo Bowo dalam hatinya ~ kau bahkan tidak mengenali. calon suamimu sendiri~ lanjut bobo masih dalam hati "~ tapi syukurlah setidaknya kau bertemu dengan orang yang tepat kau bertemu dengan orang yang benar-benar jatuh cinta padamu lihat saja betapa posesifnya calon suamimu itu~ Bowo masih merutuki kebodohan Maya dalam hati.


 Masih teringat dalam ingatan Bowo tentang hal yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu. saat Rendy meremas kuat tangannya pada saat bersalaman dan itu membuat bahwa merasa sedikit kesakitan.


" ya ya... Antara polos dan bodoh itu memang cuma tipis sekali perbedaannya bahkan lebih tipis dari selembar tisu.!" ucap Bowo sambil menyiapkan makanan ke dalam mulutnya


" Apa maksudmu dengan mengatakan kalau Maya itu bodoh ?!" bentak Rendy dengan geram.


"Ah tidak .. aku sama sekali tidak mengatakan kalau Maya bodoh, ah Mungkin aku salah ucap tadi . Mungkin ada sesuatu yang lewat di depan otak aku tadi.." ucap Bowo dengan cengengesan , dengan dua jarinya yang membentuk huruf V.


" Oh iya Kau tadi bilang kau bekerja di sebut sebagai fotografer di butik mana ..?" tanya Maya..


" sebenarnya sih aku juga tidak tahu apakah pekerjaanku ini sudah layak dikatakan sebagai fotografer .!" ucap Bowo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


" aku juga baru mulai bekerja sekitar seminggu yang lalu , dan Tugasku di butik itu adalah membuat gambar untuk busana busana yang akan dipromosikan oleh butik tersebut!" lanjut Bowo lagi.


"Ya .. itu bisalah dianggap sebagai fotografer di daerah mana..??" tanya Maya lagi


" di kawasan daerah XX butik yang paling besar di daerah itu *F&R*. " Jawab Bowo yang sontak membuat Rendy dan Maya saling berpandangan


" kenapa ??" Bowo merasa aneh "jangan bilang butik itu milik calon suamimu ini juga..?!" canda Bowo tertawa renyah


"Bukan milik mas Rendy sih.." ucap Maya " tapi milik adiknya Mas Rendy."


"uhuk.. uhuk..!" mendengar ucapan Maya membuat Bowo yang sedang minum tersedak.


" Kamu ini kenapa sih masih saja ceroboh seperti dulu, nggak bisa ya pelan-pelan ?! minum saja sampai tersedak kayak gitu. !" cerocos Maya tanpa menyadari bahwa kata-kata dialah yang membuat Bowo tersedak.

__ADS_1


"Seperti kalau itu tidak ceroboh saja !!" ucap Bowo membuat mereka berdua tertawa terbahak


Rendy membiarkan saja Maya asik berceloteh dengan teman sekampungnya itu toh tidak tiap hari Mereka bisa berkumpul dia malah asik sendiri bermain dengan ponselnya


__ADS_2