SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Agung alias Bowo


__ADS_3

"Rendy... !" Marisa berteriak sambil Melambaikan tangannya. dan Rendi pun Melambaikan tangannya agar Risa mendekat


"tak tak. tak..." suara sepatu Risa yang berbenturan dengan lantai memecah keheningan di antara mereka


" Halo May...!" Marisa menghambur memeluk Maya dan mereka pun cipika cipiki


" Mbak Risa ...?!" Maya terbelalak "Mbak Risa tahu kita ada di sini .?!" tanya Maya


"Iya tadi Rendy yang ngasih tahu , dan. nyuruh aku datang ke sini !" jawab Marissa jujur. Maya menoleh ke arah Rendy yang menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan ponselnya yang terbuka di sana aplikasi hijau.


"Bu Risa..?!" ucap Bowo yang sudah berdiri dari tempatnya duduk. Mbak Risa melepaskan rangkulannya dari pundak Maya dan menoleh ke arah suara seseorang yang memanggilnya


"Agung..?! Kok kamu ada di sini..?!" tanya Marisa keheranan.


" Iya Bu tadi tidak sengaja bertemu dengan Maya lalu diajak makan musuh sekalian oleh Pak Rendi. " Jawab dulu sambil menundukkan kepalanya sopan.


" Agung..."?! Maya dan Rendy serempak membeo mempertanyakan nama yang disebut oleh Marisa


" Iya , dia ini Agung. fotografer baru di butik ku yang ada di kawasan xx !" jawab Marissa memperkenalkan Agung pada mereka, " tapi kok bisa kalian sudah duduk bersama ?;" Marisa merasa keheranan.


"ha ha ha ha..." Maya tertawa terbahak-bahak mendengar nama yang disebut oleh Marisa


" Agung. ?! kamu bilang nama kamu Agung..?!" tanya Maya lagi lagi Sambil tertawa. " Nama Bowo saja bilangnya Agung !" gelak Maya lagi. sementara Randy menatap Bowo dengan tatapan tajam . Bowo a hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sedangkan

__ADS_1


Marissa hanya menatap antara Maya dan Agung yang dikenalnya dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti. Sepertinya dia sedang merasa tertipu, karena yang dikenalnya fotografernya itu bernama Agung , sedangkan Maya memanggilnya dengan nama Bowo.


lagi lagi Bowo menghembuskan nafasnya kasar apalagi ketika dia menatap ke arah Marissa dan melihat ada rasa ketidakpercayaan di mata gadis itu. majikan di tempatnya bekerja yang baru hanya beberapa hari yang lalu dia diterima bekerja di sana tentu saja bahwa merasa khawatir jangan-jangan Bu Risa akan memecatnya hanya karena masalah nama.


" sudah cukup berhenti tertawanya ! awas aja kalau perutmu sakit karena kebanyakan tertawa !" sentak Bowo menghentikan derai tawa Maya .


" habisnya kamu lucu, nama Bowo saja ngaku-ngaku Agung. Memangnya ada yang salah dengan nama Bowo. itu kan nama pemberian orang tua.!" ucap Maya masih terasa geli


" Agung itu namaku juga ! nama lengkap ku adalah Agung Wibowo kalau kau lupa !!" Bowo merasa geram karena Maya masih juga tak berhenti tertawa.


sontak saja ucapan Bowo itu menghentikan tawa Maya. Yang lalu mengerutkan keningnya mencoba berpikir atau entah mungkin mengingat-ingat.


" Oh iya ya.. ?!" ucap Maya kemudian. Sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak terasa gatal .


" Maaf aku benar-benar lupa.!" ucap Maya meringis menunjukkan deretan giginya sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


" itu kan ? apa yang tadi aku bilang ? jika anda benar-benar menikahi Maya , maka itu benar-benar nasib malang yang menimpa anda !!" ucap Bowo alias Agung sambil menatap Rendy.


"Hei... Apa-apaan kau itu jangan mencoba menjadi racun yang buruk untuk mempengaruhi Mas Rendy ya..!" sentak Maya yang tidak terima dengan perkataan Bowo Ya walaupun dia tahu bahwa Bowo juga hanya bercanda.


" kamu mau pesan apa Ris ??" Rendy mencoba memecah keheningan . lebih tepatnya mencoba mengalihkan perhatian Risa , yang sedari tadi hanya menyaksikan interaksi antara Bowo dan Maya . ada sesuatu yang terjadi dalam pandangan Rendy . Marissa seperti merasa tidak suka karena Maya terlalu akrab dengan Bowo.


"Ah.. Aku minum jus alpukat saja , tidak usah pesankan makanan, perutku Masih kenyang. sekarang ini belum waktunya aku makan.!" jawab Marissa dan Rendy pun menganggukkan kepalanya lalu memanggil pelayan dan memesankan apa yang disebutkan oleh Marissa barusan

__ADS_1


" kalian berdua saling kenal ?" tanya Marisa sambil menatap ke arah Bowo dan Maya.


" Bowo ini anaknya juragan sapi di kampungku , mbak !" Maya menjawab lebih dahulu


" Maaf Bu Risa Maya ini adalah teman sekampung saya dulu Tapi perlu bu Risa ketahui. Maya ini adalah gadis gil@ orang yang paling sengklek, paling narsis paling cerewet dan paling segalanya . dia ini dulunya suka berkhayal bahwa dia akan dinikahi oleh seorang Pangeran berkuda putih.!" coba menginterupsi perkataan Maya


"yeee biarin saja. Sekarang toh yang kau bilang khayalan itu sekarang menjadi kenyataan . aku sudah benar-benar mendapatkan seorang pangeran bermobil putih , iya kan Mas Rendy .?!" ucap Maya sambil pergi lanjut manja di tangan Rendy. Rendy tersenyum sambil mengusap jemari Maya yang melingkar di tangannya sedangkan Bowo menghembuskan nafasnya malas.


" Bu Risa , bagaimana dengan pekerjaan saya? Apakah saya sudah lolos untuk masa percobaan ?!" tanya Bowo sambil menghadap ke arah Risa


"Oooo... Jadi masih tahap percobaan ?? gitu tadi bangganya bilang katanya sudah kerja di butik cih Dasar pembohong..!?" Maya bicara menghentikan Marissa yang hendak menjawab pertanyaan Bowo.


" Bisa tidak kalau kamu tidak menggangguku?!" kali ini Bowo benar-benar merasa geram dia benar-benar mengharapkan pekerjaan itu. Dan jangan sampai lepas lagi.


" Jangan diterima Mbak , dia itu hanya fotografer gadungan, dia aja dulu memang suka main-main dengan kamera palsu. jangan-jangan kameranya yang sekarang itu juga palsu . nanti bisa rusak reputasi butiknya Mbak Risa.!" selamanya lagi-lagi sebelum Marissa menjawab.


" aku dan Maya akan pergi dulu kalian lanjutkan saja obrolan kalian ." Rendy yang sudah berdiri lalu menarik tangan Maya


"Eh... Kenapa kita pergi Mas..?!" banyak seperti tak rela untuk pergi dari tempat itu


" sudah ayo... !" ready dengan paksa menarik tangan Maya


" dengar ya Bowo Kalau kamu tidak bersikap baik padaku aku akan membuat Mbak Risa memecat mu.?!" ucap Maya meledek ke arah Bowo.

__ADS_1


"Eh tunggu Bagi nomor kamu yang baru dong. Siapa tahu aja aku ada perlu !" ucap Bowo sebelum Maya benar-benar Beranjak Pergi. Rendi menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Bowo


" aduh ..." Maya menepuk keningnya. " aku tadi Lupa gak bawa HP , tapi kamu bisa nitip pesan aja sama Mbak Risa, kalau ada perlu sama aku, nanti pasti disampaikan sama Mbak Risa kok . Itupun kalau mbak Risa benar-benar menerimamu bekerja di butiknya , wleek..!" lagi-lagi Maya meledek Bowo . bahkan kali ini sambil menjulurkan lidahnya. . setelah itu Maya terbalik menghadap ke arah Rendi lalu menggelayutkan dirinya lagi dengan manja di tangan Rendy dan keduanya bergegas berlalu dari tempat itu


__ADS_2