
"Sial .. !" Maya membanting berkas yang ada di tangan nya ke meja . beberapa hari ini di meminta semua catatan tentang pekerjaan Arman pada pak Ridho, dia ingin mencari celah yang sekiranya bisa dia gunakan untuk mendepak Arman dari perusahaan nya. tapi tak menemukan apapun.
"Orang dengan moral se bej@t itu, kenapa dia bisa bekerja dengan sebaik ini ?!" umpat Maya, "Aku bahkan berharap dia itu pernah korupsi walau sedikit agar aku punya alasan kuat untuk mendepak nya. " di bolak balik nya kertas kertas itu sekali lagi, tapi tetap saja tidak ada celah sedikitpun
"Baiklah, kalau aku tidak bisa mendepaknya dengan berkas ini , aku akan mencari cara lain. " Maya menyeringai, tak masalah baginya kalau dia di anggap licik atau curang.
lalu Maya pun meraih ponselnya
"Ya nona ??!" sahut suara di seberang
"Aku mengirim foto padamu. dia orang yang sangat gemar bermain wanita ,cari informasi tentang itu dan viralkan !" perintahnya
"Baik Nona.. !" jawab orang itu,
"Tapi ingat , aku mau berita itu asli , bukan buatan . Aku tidak mau memfitnah orang !" tegas maya.
"Tentu saja nona.!" dan sambungan telepon pun terputus
****************
" Maya.. katakan apa maksudnya ini..?!" teriak Arman sambil melemparkan gulungan kertas di meja di hadapan Maya. nafasnya memburu, matanya merah menyala ,l dengan dua tangan terkepal di sisi badannya . kemarahan benar-benar telah menguasainya.
" kau masih bisa membaca kan ? kau sudah melihat Apa isinya , Kenapa masih bertanya ?" jawab Maya santai ya Sambil menyadarkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran ya.
" aku tidak melakukan kesalahan apapun pada perusahaan. apa maksudnya aku dipecat ? Jangan bilang kalau kau sedang mempermainkan aku Maya !?" Arman bicara sambil menahan gram terlihat dari giginya yang bergambar letup dan rahangnya yang mengeras.
" kau memang tidak melakukan kesalahan pada perusahaan , tapi beritamu yang viral belakangan ini , sudah menghancurkan reputasi perusahaan. bahkan nilai saham perusahaan turut anjlok. Aku tidak mau jika perusahaan ini akhirnya bangkrut hanya karena kami memeliharamu. !" jawab Maya dengan tegas.
" kau sedang berusaha untuk mempermainkanku Maya..!!" ucap Arman dengan geram
" aku tidak mempermainkanmu . kau sendiri yang tidak bisa menjaga dirimu. berita itu sangat viral , dan Bahkan yang aku sesalkan adalah mereka menggunakan nama perusahaan ini sebagai hastagnya , seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kau memang ada sangkut pautnya dengan perusahaan ini. bahwa kau adalah bagian dari perusahaan ini . apa kau tahu kau sudah ikut menghancurkan perusahaan yang dibangun oleh Ibu Farida ini. " ucap Maya panjang lebar
" tapi itu adalah masalah pribadi , Kenapa harus disangkut pautkan dengan perusahaan?" Arman mencoba mencari pembelaan diri.
__ADS_1
" itu mungkin bagaimana masalah pribadi tapi setiap orang yang melihat itu mereka menilai perusahaan memelihara orang yang bermental bejat sepertimu, dan itu tentu saja mengurangi kepercayaan dari perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kami. "
" tetapi Maya ...Apakah tidak ada kesempatan untukku...?" Arman mencoba untuk menghiba.
" kesempatan Seperti apa lagi yang kau pinta?? kau bahkan sudah mengecewakanku. Aku baru saja memberimu kepercayaan , dan kau sudah dengan seenaknya melakukan itu kembali, itu bukan berita lama Arman. itu adalah hal yang baru saja kau lakukan beberapa hari yang lalu . aku benar-benar telah salah memberimu kepercayaan. aku benar-benar telah salah mempercayaimu kembali . Padahal tadinya aku pikir aku bisa menerima aku mau kembali kau sudah mengecewakanku, !" Maya berbicara dengan mata berkaca-kaca seolah benar-benar sedang kecewa , Wow sungguh pemain drama profesional benar-benar layak mendapatkan piala Oscar.
" tapi Maya...!"
" tidak ada tapi-tapian Keluarlah dari ruangan ini !! atau aku akan memanggil Security untuk menyeretmu !! ini masih lebih baik , karena aku tidak memasukkan namamu dalam Blacklist . kalau tidak dirimu akan sangat kesulitan untuk mencari pekerjaan di manapun . keluarlah selagi aku masih berbaik hati padamu !!" tegas Maya .
dan akhirnya mau tak mau Arman pun keluar dari tempat itu. yang didengarnya dari Maya benar . kalau namanya dimasukkan dalam blacklist , dia bahkan tak akan bisa hidup lagi, karena dia akan kesulitan untuk mencari pekerjaan. dan dia merutuki kesalahannya sendiri . kenapa dia bisa Terlena ?? Dia pikir dia tidak akan ada masalah, karena selama ini dia juga selalu bersenang-senang, dan tak pernah ada masalah.
****************
satu bulan kemudian di hotel Marriott
hiasan yang indah, musik yang membahana, tamu-tamu yang berdatangan yang tak kunjung surut, hidangan mewah tersaji melimpah ruah. wajah-wajah yang penuh dengan senyum keceriaan.
Hari ini adalah hari bahagia antara Rendy dan Maya sekaligus juga hari bahagia antara Agung Wibawa dan Marissa.
Tampak mata Maya berkaca-kaca , dia bukan bersedih , Dia sangat bahagia, pada akhirnya dia menikah dengan pria yang dicintainya , dan juga mencintainya, hadir diantara mereka para tamu undangan, ada bibi Jum , dan juga ada orang tua dan kerabat Agung Wibowo
" Selamat ya Nduk, akhirnya keponakan bibi ini benar-benar menikah dengan Pangeran berkuda putih..!" ucap Bibi jum sambil memeluk Maya . keduanya menangis. air mata tak berhenti mengucur di pipi mereka. mereka benar-benar merasa bahagia bibi yang merasa bahagia karena akhirnya keponakannya itu bisa menikah , setelah bertahun-tahun lamanya mereka berdua hidup dalam keadaan serba kekurangan di desa. bayangan demi bayangan kemiskinan itu tak henti berseliweran di pelupuk mata bibi Jum .
" Terima kasih bib, i ini semua tak lepas dari doa Bibi, yang Bibi panjatkan untuk Maya setiap hari. !" sahabat Maja masih sambil sesenggukan. pelukan keduanya terlepas mengingat masih ada yang mengantri di belakang Bibi Jum yang suka ingin memberikan selamat kepada mempelai.
Tampak juga kedua orang tua Agung mendekati mereka
" Selamat ya Maya , Bibi tidak menyangka hari ini kamu menikah kamu menikah..!" ucap Ibu Agung sambil juga memeluk Maya
" Terima kasih juragan..!" jawab Maya
" sekarang kita sudah menjadi keluarga , tak selayaknya lagi Kamu memanggil kami dengan sebutan juragan . Kau boleh memanggilku Bibi atau Ibu, Begitu juga dengan ayahnya, kau bisa memanggil dengan sebutan Paman . bukan lagi juragan!" ucap Ibu Agung
__ADS_1
" Baiklah bibi ." sahut Maya. lalu keduanya pun berpelukan , dan sesaat kemudian ibu Agung pun berpamitan untuk turun ke bawah, digantikan oleh tamu-tamu lain yang mengantri di belakangnya.
***
" Selamat ya Ren... Maya..!" akhirnya kalian menikah juga ucap Marissa yang ikut menghampiri mereka juga setelah tamu berangsur sepi.
" acara hari ini adalah milikku dan Maya kenapa kalian ikut-ikutan.?!" kecap Randy Ketus Walaupun dia juga menerima uluran tangan dari Marissa dan Agung
" Memangnya kalian saja yang ingin menikah?? kami juga ingin menikah..!" bukan Marissa, Tapi Agung yang menyahut, dengan nada tak kalah Ketus dari Rendy,
" Memangnya kalian tidak bisa memilih hari yang lain..?!" ketus si Rendy lagi. Entah kenapa dia selalu menjadi sensi setiap kali berhadapan dengan Agung
" suka-suka kita.. orang pihak hotelnya saja tidak keberatan..!" bantah Agung
" kalian ini apa-apaan sih Kalau bertemu selalu saja seperti Tom dan Jerry..!" seru Maya dengan kesal
" sudah biarkan saja Maya ... nanti kalau capek juga berhenti sendiri mereka .!" sahut Marisa
lalu keduanya asyik foto Selfi bersama , peduli amat dengan dua lelaki yang sibuk adu mulut.
***
" Kakiku ini rasanya capek sekali mas.. !" ucap Maya mengeluh memegangi betisnya. keadaan sudah sepi , tak ada lagi tamu yang datang. Bu Farida dan saudara yang lain juga sudah kembali ke kamar hotel masing masing untuk beristirahat.
" Apa kau juga bahagia seperti ku ??!" pertanyaan nyeleneh keluar dari bibir Rendy. membuat Maya melongo.
"Tentu saja aku bahagia mas, ini yang aku impikan..?!" jawab Maya dengan mata berkaca-kaca, tak di pungkiri. kebahagiaan itu benar nyata adanya
Rendy menggenggam jemari Maya. dan memandang lekat wajahnya. kedua mata itu beradu.
"Aku mencintaimu *MAYA SAFITRI* ucap Rendy
" Aku juga mencintaimu *RENDY PERKASA* .
__ADS_1
Keduanya tersenyum. dan kemudian saling berpelukan dalam rasa yang sama
TAMAT