SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
sisi romantis rendy


__ADS_3

" Maya...!" ucap Rendy sambil menganggap dua tangan Maya . Maya yang sedari tadi masih memandang Damainya air danau tersentak saat menyadari bahwa Rendy menggenggam tangannya dengan posisi Sudah sambil duduk berlutut di hadapannya.


"eh... ?" Maya masih kebingungan


" Maya Aku tahu aku bukan orang yang romantis . aku tidak bisa mengucapkan kata-kata manis, seperti yang ada di film-film yang sering kau tonton, atau bahkan seperti ceo ceo dalam novel yang sering kau baca . Tapi Aku mengucapkan ini sungguh dari hatiku yang paling dalam ."


" Maya Maukah kau menerimaku menjadi suamimu ? dan Maukah kau menjadi calon ibu dari anak-anakku kelak ? mendampingiku sampai tua bersama ? Maukah kau menjadi belahan hatiku , belahan jiwaku untuk selamanya ? sampai akhir hidup kita ..?" ucap Rendy sambil masih menggenggam dua tangan Maya


" Maya tersentak mendengarkan ucapan Rendi yang begitu panjang lebar . ada kupu-kupu yang berterbangan di sekelilingnya . ada kebahagiaan dalam hati Maya , yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata . dan akhirnya dia hanya bisa mengangguk-angguk saja ada air mata yang hendak lolos dari pelupuknya tapi dia mengusapnya kembali


 " Apa kau tiba-tiba menjadi bisu ?! Apakah tidak bisa bilang iya ?!" semtak Rendy


huhh... buyar sudah Maya dari keterpukauan nya tadi .


Is Rendy sudah kembali ke modenya yang semula . Ke mana tadi kata-kata romantis itu pergi ? baru 2 menit yang lalu kata-kata itu terucap dan sekarang mode dingin dan datar itu sudah kembali..


" Iya Mas aku mau..." Maya menjawab sambil kembali menganggukkan kepalanya . butiran itu tak bisa terjaga dan jatuh begitu saja membasahi pipinya, Rendy mengusapnya dengan jempol tangannya


"Kenapa menangis .?? Sudah aku katakan aku tidak mengizinkanmu menangis !?" ucap Rendy


" ini adalah air mata bahagia Mas , aku sangat bahagia mendengarnya , aku bahagia bahwa cintaku terbalas , aku bahagia ternyata aku tidak bertepuk sebelah tangan."


 Rendy tersenyum mendengarnya kemudian bangkit dan duduk di samping Maya kembali direntangkan tanya tangannya dan merengkuh Maya yang berada di sampingnya agar masuk dalam pelukannya


 "Mas...?" Panggil Maya pelan


"Heemm...?" jawab Rendy tanpa suara . Maya mendongak kesal selalu saja seperti itu Apa susahnya bilang iya kenapa hanya ham-hem saja


" lain kali aku tidak mau jika Mas Rendy mengajak kencan di restoran yang kemarin itu lagi !" ungkap Maya sambil mengeluarkan kekesalan dalam hatinya


" apa yang salah dengan restoran itu ?? kenapa kau terlihat kesal sekali ?? itu restoran mewah dan aku mereservasinya khusus untuk kita kemarin.!"

__ADS_1


" pokoknya Maya tidak suka !!! Masa iya sih ada restoran mewah tapi mereka meletakkan bunga palsu sebagai hiasan di meja..!!" rajuknya


 Randy melongo cengo dengan apa yang diucapkan Maya bunga palsu katanya ?? Oh Rendy mengingat-ingat kemarin dia mengatakan pada tiga ponakannya bahwa bunga yang diambil mereka adalah bunga palsu tak pelak itu membuat Rendy tergelak


" Apanya yang lucu sih memangnya apa yang mas Rendy tertawa kan.?!"


" Kamu itu sudah mau menikah , masa iya masih seperti Hasan sih ?? tentu saja bunga itu bunga asli . mana ada restoran bintang 5 menyediakan bunga palsu ??!" ucap Randu masih sambil tergelak


" Tapi kemarin Mas Rendy bilang sama mereka Kalau bunga itu palsu??"


" aku kan hanya membohongi mereka dan juga membohongimu agar kau tak menerima bunga itu . lagi pula kau kan sudah memegangnya?? masa juga kamu tidak bisa membedakan mana bunga asli dan palsu ??"


" Oh ternyata Mas Rendy berbohong ya Awas ya Mas ..!"


*


*


*


di kamar Marisa keduanya masih saling berpelukan. Bu Farida memejamkan matanya teringat kilasan-kilasan di masa lalu di mana dia akhirnya mengambil Marissa sebagai anak angkatnya juga


 sore itu ketika Bu Farida dan Rendy mengadakan kunjungan rutin ke panti asuhan


 Marissa adalah salah satu anak yang ada di Panti Asuhan itu yang hingga usianya 12 tahun tidak ada yang ingin mengadopsinya. usianya sama dengan Rendy yang dibawa oleh Bu Farida ke tempat itu waktu itu. Bu Farida melihat Marissa yang sangat cekatan mengasuh adik-adiknya di Panti Asuhan Marissa gadis kecil yang sangat rajin seharusnya dia sudah lulus SD sejak setahun yang lalu tetapi karena keterlambatan nya didaftarkan di sekolah membuatnya Tertinggal 1 tahun mata pelajaran . dan kini ketika Rendi sudah kelas 6 Marissa masih duduk di bangku kelas 5 di Yayasan sekolah yang didirikan oleh Bu Farida di dekat Panti Asuhan tersebut


 sore itu di Panti Asuhan yang didatangi Bu Farida itu ada seorang bayi yang diadopsi oleh sepasang keluarga kaya


" Apa ada yang salah dengan Risa ya Bu ??" tanya Marisa kecil pada ibu panti


" Memangnya kenapa nak ?" ibu panti balik bertanya.

__ADS_1


" Kenapa sejak dulu bahkan tidak ada yang mau mengambil Marisa sebagai anak mereka ?!" tanya Marissa dengan mata berkaca-kaca


" padahal kan Marissa tidak nakal Bu?? Marissa juga cantik kan Bu ??" tanya Risa lagi


" tentu saja Putri Ibu ini sangat cantik , Putri Ibu ini juga pintar tidak nakal.!" jawab ibu panti


" Lalu kenapa tidak ada yang mengambil Marissa sebagai anaknya Bu ? Marisa juga ingin punya ayah dan ibu seperti mereka yang lain. yang sudah diadopsi oleh keluarga-keluarga kaya. Marissa tidak berharap diambil oleh orang kaya kok Bu . Risa hanya ingin punya ayah dan ibu , itu saja." sahut Marisa lagi


" kalau Marissa masih ada di tempat Ibu hingga saat ini . itu artinya Allah menyayangi Marissa. Allah ingin Risa menjadi kakak yang baik untuk adik-adik di Panti . karena Allah tahu Risa anak yang baik , Risa anak yang bisa diandalkan dan Allah masih menempatkan Risa di sini pasti ada satu tujuan . Risa percaya kan kalau kita memang boleh berkehendak tapi kehendak Allah itu adalah yang terbaik ??"


" Iya Bu Risa mengerti. tapi Risa juga bahagia Kok tinggal sama ibu dan adik-adik Panti di sini .!" jawab Risa kemudian tertawa riang . Entahlah dia benar-benar tertawa atau hanya menyembunyikan kesedihannya


 itulah kalimat-kalimat yang secara tidak sengaja didengar oleh Bu Farida ketika Marissa berbincang dengan ibu panti,


Bu Farida yang merasa iba terhadap Marissa lalu mengutarakan niatnya kepada ibu panti bahwa dia akan membawa Risa


" sini sayang ada yang ingin dibicarakan oleh Bu Farida . Kamu kenal kan dengan Ibu Farida beliau yang sering membawa makanan dan pakaian di tempat kita ?"


ucap ibu panti dan Marissa hanya mengangguk kemudian duduk diantara mereka . dari awal memang Marissa adalah anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah


" Risa sudah kelas berapa sekarang di sekolah?" tanya Bu Farida lembut


" Reza kelas 5 Ibu Farida..!" jawab Marisa kecil


" Risa mau tidak ikut dengan ibu pulang ke rumah? nanti di sana Risa bermain bersama kakak Rendy ?" lanjut ke Farida memperkenalkan Rendy yang berada di sampingnya. sedangkan Rendy kecil masih hanya terdiam. sejak awal Rendy memang anak yang dingin dan datar mungkin masa lalunya yang di tinggal tinggalkan oleh ibunya di pasar membuatnya menjadi bersifat seperti itu


 Marissa terbelalak dengan apa yang diucapkan oleh Bu Farida . dia menepuk-nepuk pipinya seakan dia tidak percaya


" Apakah benar ibu mau membawa Risa kalau ibu membawa Risa , Risa jadi punya ibu kan ?" tanya Risa kecil


" Iya Risa nanti punya ibu dan Risa punya kakak Rendy , tapi Risa tidak punya ayah , karena Rendy juga tidak punya ayah , Rendy hanya tinggal dengan Ibu apakah Risa mau ?"

__ADS_1


 Marissa kecil tidak menjawab Dia hanya menoleh ke arah ibu panti dan melihat ibu panti yang menganggukkan kepalanya Risa merasa bahagia ye Risa punya ibu Reza punya kakak sorak Marisa kecil dengan bahagia dan begitulah sejak sore itu Marisa kemudian menjadi anak angkat dari Farida


__ADS_2