
Koma
Ponsel Rendy tak berhenti berdering sedari tadi.., akan tetapi Rendy seolah tak mendengarnya. dia hanya duduk diam dengan pandangan fokus menatap lampu di atas pintu ruang operasi yang masih. berwarna merah.
Sehingga akhirnya suara seringan itu berhenti dengan sendirinya. tetapi kini ganti ponsel Tom yang berdering .
" Nyonya besar menanyakan keberadaan Anda . !" ucap Tom seraya menunjuk ponselnya.
" Katakan aku masih sibuk di kantor dan tak bisa di tinggal kan !" jawab Rendy tanpa menoleh. Bukannya apa , dia hanya tidak ingin nantinya ibunya malah berpikiran yang tidak-tidak , dan lalu mengganggu kesehatannya . apalagi di sana juga ada Maya istrinya.
Tom pun mengatakan sesuai dengan apa yang Apa yang diucapkan oleh Rendy
" nanti setelah operasi sukses baru berikan kabar kepada Maya.!" ucap Rendy. lalu bangkit dari duduknya dan berjalan mondar-mandir , sesekali Dia meraup wajahnya kasar. kemudian menarik rambut kepalanya . lalu duduk lagi dan berdiri lagi, mondar-mandir lagi, dan seperti itu seterusnya sejak tadi. sejak 1 jam yang lalu .
sejak pasien masuk ke dalam ruang operasi . Hanya itu yang dilakukannya. Entah kenapa hatinya merasa tidak tenang, sepertinya bukan hanya perasaan bertanggung jawab. tetapi ada hal lain yang tidak diketahui nya.
Suara Nada Dering panggilan di ponsel Tom kembali terdengar. Tom meliriknya sekilas untuk mengetahui siapa yang memanggilnya. lalu berdiri dan menjauh dari tempat yang duduk. 10 menit kemudian dia telah kembali ke tempat Rendy
" apa ada sesuatu yang anda butuhkan ?;" tanya nya kembali kepada Rendi, yang saat itu sedang duduk gelisah. Rendy hanya menjawabnya dengan kepala. dia tidak menginginkan apapun saat ini yang dia butuhkan adalah lampu operasi di atas pintu ruang operasi itu padam . dan dokter keluar dari ruangan itu membawa kabar baik.
" jika begitu saya akan pergi ke kantor polisi . baru saja komisaris menghubungi dan mengatakan bahwa pelaku tabrakan itu sudah tertangkap. !" Tom mengatakan maksudnya.
Spontan saja Randy mendongak, mengangkat wajahnya mantap ke arah Tom
" Pergilah !!! usut semuanya sampai tuntas !" titah ready sambil mengibaskan tangannya. isyarat agar tetap segera berlalu dari hadapannya.
" Akan ada seseorang yang datang ke sini mengantarkan pakaian ganti untuk anda !" ucap Tom , dan setelah itu dia pun benar-benar segera pergi dari tempat itu .
__ADS_1
****************
"Ibu... " huu huu ibu...". seorang gadis berlari sambil menangis , semakin mendekat ke arah di mana Rendy berada. membuat Rendy bangkit dari tempat duduknya.
"Ibu.. huu uuu.. " di mana ibu saya ..? apa yang terjadi dengan ibu saya..?" tanya gadis itu dengan air mata yang tak henti bercucuran. Dengan seorang suster mengikutinya dari belakang.
Rendy memperhatikan penampilan Gadis itu dari atas sampai bawah, pakaian yang lusuh, rambut tidak teratur , dan jangan lupakan sendal jepit usang yang dikenakannya sebagai alas kaki. tas yang ter- selempang di bahunya, penuh dengan tambalan sana-sini Bahkan tak lagi layak disebut sebagai tas. Benar-benar mengingatkan Rendy akan masa lalunya . yang telah lama berusaha dia kubur
" Maaf Nona , anda ...?" Rendy menghentikan pertanyaannya karena dia tidak tahu harus bertanya apa dia sendiri bahkan bingung mau berbicara apa.
Gadis itu menoleh menatap lekat ke arah Rendy.
" Tuan Rendy ..? Anda adalah tuan Rendy..?!" Gadis itu bertanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Iya saya Rendy dan anda..?"
" Nona. ibu Anda masih berada dalam ruang operasi . Anda bisa menunggu di ruang tunggu di sini . silahkan !! kalau begitu saya permisi . Mari Tuan Rendy .!" ucap Suster itu Seraya membungkuk , lalu pergi dari tempat itu. mungkin dia memang hanya ingin mengantarkan Gadis itu tadinya .
" Tuan Rendy ... Ibu ... dia... !" Gadis itu berucap sambil menangis , dengan tangannya yang menunjuk ke arah pintu ruang operasi . " ibu... dia...!" Gadis itu ingin berbicara , tetapi seolah tidak tahu apa yang harus dibicarakannya , dan seolah tersadar , dia Lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
"Ibu... huu uuu...!" dan akhirnya hanya suara tangisan itu yang keluar dari mulutnya , yang tertutup dengan kedua telapak tangan . tubuhnya luruh , terduduk ke lantai .
" Nona.. saya benar-benar memohon maaf , ibu anda harus mengalami semua ini hanya karena menyelamatkan saya . Saya benar-benar mengucapkan terima kasih atas apa yang ibu anda lakukan . dan saya akan menebusnya dengan apapun jika saya bisa !" ucap Rendy tulus.
Mendengar semua yang dikatakan Rendy barusan Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap Rendi . Dia berkata
" itu sama sekali tidak perlu Tuan , pasti Ibu sangat senang melakukannya untuk anda ." Rendy hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu . sungguh walaupun orang tidak berpunya . tetapi mereka terlihat Tulus Dalam menolong orang lain . begitulah yang ada dalam pikiran Rendy .
__ADS_1
" sebelum ibu ada pingsan beliau menyebut kata *A - an* Apakah ada yang bernama
*A-an* itu ?" tanya Rendy . dia mengingat sekilas ketika ibu itu mengulurkan tangannya hendak menggapai wajahnya .
Gadis itu tersenyum mendengar pertanyaan Rendy . *A-an* ? , ibu nya menyebut *A-an* Gadis itu mencoba untuk berpikir keras . Apa maksud kata dari ibunya . lalu dia pun menggelengkan kepalanya .
" Bukan.. A an itu bukan saya , A an adalah putra Ibu yang satu lagi ." jawab Gadis itu lalu menundukkan kepalanya.
***
pintu ruang operasi terbuka setelah 2 jam berlalu, hingga sontak saja Rendy dan Gadis itu pun segera berdiri , lalu menghampiri dokter yang keluar dari pintu tersebut .
" Bagaimana keadaan ibu saya dok ..?" tanya gadis itu . dokter yang mendengar pertanyaan gadis itu , tentu menoleh ke arah Rendy. dan Rendy mengangguk mengisyaratkan agar dokter boleh menjawab pertanyaan gadis itu .
" operasi berjalan lancar akan tetapi saat ini beliau berada dalam keadaan koma. benturan yang keras pada kepala bagian belakang , mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah di otak, sehingga itu mengakibatkan kurangnya pasokan Oksigen yang menuju ke otak , dan itulah yang akhirnya mengakibatkan Beliau mengalami penurunan kesadaran .!" dokter memberikan penjelasan dengan sangat rinci.
" Tidak.. tidak mungkin.. ya Tuhan, ibu.. huu uuu..!" penjelasan dokter membuat Gadis itu lagi lagi Meraung menangis .
"Nona.. tenanglah, jangan seperti ini. !" ucap Rendy. "Saya pasti akan berusaha semampu saya untuk mengusahakan kesembuhan bagi ibu anda .!" lanjutnya.
"Tuan Rendy.. ibu... dia...!!" Gadis itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya hanya Jari tangannya saja yang menuju ke arah pintu ruang operasi.
" Tolong berikan jalan, Karena setelah ini Ibu anda akan dipindahkan ke ruang rawat inap !" ucap dokter.
" Baiklah dokter Berikan beliau kamar VIP dan juga berikan perawatan terbaik .!" ditah Randy dan dokter itu pun mengangguk lalu berlalu dari tempat itu.
tidak lama kemudian dari dalam ruangan operasi , tampak beberapa orang perawat, yang mendorong brankar dimana di atasnya terdapat seorang ibu tergolek tak berdaya dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya.
__ADS_1
"Ibu.. huu uuu..." gadis itu mengikuti dari belakang, masih sambil menangis. dan juga Rendy pun ikut mengantarnya sampai ke ruang perawatan .