SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
SKK S2Agung dan Marissa


__ADS_3

"Sayang... " malam sudah semakin larut , tapi entah kenapa Agung tak juga bisa terlena .


"Hemm..." Marisa hanya menjawab dengan gumaman. dia sudah benar-benar lelah dan mengantuk. Agung perlahan melepaskan pelukannya, lalu beralih posisi menjadi telentang, menghadap langit langit kamar, dengan melipat dua tangan nya di atas kepala.


"Kamu lihat tidak muka saudaramu yang songong itu tadi ?!" tanya Agung sambil terkikik geli


"Blam ... " mata Marisa yang tadinya terpejam sontak terbuka lalu segera membalikkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya. Hilang sudah rasa kantuknya


" kau mengatai saudaraku songong..?!" sentak Marisa sambil memukul bahu suaminya.


" huh.. Dia kan memang songong ?!" jawab Agung masih sambil terkikik geli.


"Awas kamu yaa..!!" Marisa merasa geram, hingga dia pun duduk lalu memukul mukul dada suaminya.


"Sayang , sudah . ayo sini .!" Agung menangkap tangan Marisa, lalu menariknya hingga berbaring dalam pelukan nya. di sandarkan nya kepala Marisa di dadanya.


"Kamu tahu tidak waktu aku pertama kali bertemu saudaramu itu ?" tanya Agung sambil menepuk nepuk puncak kepala istrinya. Marisa mendongak tanpa suara .

__ADS_1


"Dia itu marah mendengar aku mengatakan Maya cantik, " hati Marisa mencelos mendengar Agung memuji Maya cantik.


"Tapi waktu aku mengatakan kamu lebih cantik dari Maya, dia malah lebih marah lagi , ha ha ha...!". Agung tergelak, sedangkan marisa berdebar , wajah memerah mendengar lanjutan kalimat suaminya . Benarkah dia lebih cantik dari Maya ? . .


" Dia itu benar-benar menyebalkan, apalagi waktu tahu aku menyukaimu,


huh.. dia bahkan sampai menyelidiki mencari informasi tentang aku .


Hemh..... tampaknya dia memang benar-benar menyayangimu.!" nada Agung berubah Ketus.


 Marisa mengusap dada suaminya, berharap bahwa aku akan lebih tenang , Walaupun dia tahu kalau Agung juga tidak seserius itu jika mengatakan tidak menyukai Rendy.


" Aku bahkan lebih menyukai Rendy yang songong seperti sekarang, jika dibandingkan dengan dulu, yang wajahnya hanya datar seperti tembok . tidak ada ekspresi apapun. lebih baik melihat ekspresinya yang songong seperti sekarang . Setidaknya di wajah itu ada warnanya . dan itu baru terjadi setelah dia berjumpa dengan Maya . Maya lah yang telah bisa merubahnya, Maya yang sudah berhasil mencairkan gunung es itu." Marisa menjeda ucapannya


" kami ini adalah sama-sama orang asing yang kebetulan dipertemukan oleh takdir melalui malaikat baik hati bernama Bu Farida.


kalau tidak, entah apa yang terjadi dengan kami. mungkin aku lebih beruntung, walau aku tak tahu siapa orang tua ku, mereka meninggalkan aku di panti asuhan, bahkan sebelum aku bisa mengenai mereka. "

__ADS_1


" ,sedang Rendy, keadaan nya lebih parah lagi , menurut yang aku dengar dia di telantarkan di dekat pasar. entah kemana ibunya pergi. tak ada yang tahu. Aku dengar ini pun dari ibu , dulu . karena waktu itu Rendy sering mimpi buruk. memanggil manggil ibu.. ibu.. begitu. Tapi itu sudah lama sekali waktu aku baru ikut ibu di awal-awal. "


"Dia di paksa dewasa oleh keadaan. bukan ibu yang memaksa. tapi karena bayangan masa lalunya. jadi kalau dia posesif pada saudara saudara, itu mungkin bentuk perlindungan darinya saja. tolong kamu maklumi yaa.!"


"Dan sebenarnya itu dia lakukan bukan untuk ku saja , tapi juga pada saudara yang lain. kami tak punya siapa siapa di dunia ini. jadi yang bisa kami lakukan hanya saling menjaga satu sama lain. Walaupun kamu terlahir dengan sendok emas di mulut , aku yakin kamu mengerti apa yang aku maksud.!"


Marisa menghentikan ucapannya yang sudah sepanjang jalan kenangan.


"Ya ..ya... !" Untung saja dia saudaramu.. Kalau tidak, sebenarnya aku ingin sekali mengajaknya duel." gumam.Agung. "Tapi ingat, sekarang kau sudah punya suami. jadi jangan terlalu dekat lagi dengan nya.!" Agung memperingatkan. "Aku tidak suka kamu dekat dengan nya !" lanjutnya


"Hei.. dia itu saudara ku, tidak mungkin kan kamu cemburu yank ?'" bantah Marisa


"Jangan lupakan kalau tidak ada ikatan darah di antara kalian !" Agung menarik tangan Marisa yang sedari tadi bermain main di dadanya, karena sepertinya Marisa tidak sadar jika yang dilakukan nya itu sudah memancing sesuatu yang liar.


"Hish... kau pikir aku pernah bisa berdekatan dengan nya. dia itu bahkan tak pernah membiarkan orang menyentuh nya . tentu saja kecuali Maya. !" sewot Marisa


"Lagi pula untuk apa kau mendekati nya . dekati saja aku..!" ucap Agung yang kini sudah dalam posisi mengungkung istrinya. Marisa merasa wajah terasa panas . entah mungkin warnanya sudah seperti tomat yang terlalu matang. dadanya berdebar, serasa jantungnya mau melompat dari tempat nya. kedua pasang mata mereka beradu. dia tahu Agung menginginkan lebih. tapi dia juga takut tersakiti.

__ADS_1


Agung mengecup kening , lalu beralih ke bibir istrinya . "Jangan tegang . aku tidak akan menyakitimu..!" ucap Agung lembut. Marisa hanya mengangguk, bibir nya seolah tak bisa bersuara. "Pejamkan matamu..!" titah Agung. sambil mengalungkan tangan Marisa kelehernya. dan Marissa pun hanya menurut, dia sudah bagai orang terhipnotis.


Agung mulai memberikan sentuhan sentuhan lembut. dan hingga entah bagaimana awalnya, pasangan suami istri itupun berhasil melalui malam pertama dengan penuh bahagia


__ADS_2