
Apa..? apa maksud dari semua perkataan Ibu tadi ?? Maya ?? Benarkah Maya yang melakukan semua ini untukku ?? tapi kenapa?? aku sudah berbuat sangat jahat padanya ? Kenapa dia melakukan semua kebaikan itu untukku ??"
" ya.. yang kau dengar semua itu barusan adalah benar, aku datang menolong mu karena perintah Nona Maya. Kamu pikir aku mau begitu saja menolong mu? orang yang tidak aku kenal sama sekali? Kamu pikir aku ini orang yang kaya raya, yang dermawan?? Cih... tidak sama sekali . kalau bukan karena kebaikan Nona Maya pada saat itu , mungkin sekarang kau masih terlantar di jalanan , dan entah bagaimana nasib anakmu itu . "
Regita tersenyum mendengar semua perkataan Bu Wulan. lalu ingatannya terlempar kembali ke waktu itu, waktu dimana Maya datang ke tempat kontrakan Arman di sore hari dengan alasan mengantarkan kepulangan Arman waktu di mana setelah itu Arman menceraikannya dan juga waktu di mana setelah itu Arman mengusirnya dari kontrakannya
*
*
Flash Back Regita.
Regita berjalan dengan menyeret tasnya , tas besar berisi pakaiannya , tas yang baru saja dilemparkan oleh Arman hingga mengenai kakinya. tas yang isinya hanya pakaian tanpa peralatan dan pernak-pernik barang mewah, Regita tidak memiliki semua itu Karena setelah dia hamil besar, dan tak lagi bisa bekerja , Dia tidak memiliki uang untuk membeli apapun . sedangkan Arman jangankan memberikannya barang mewah, bahkan untuk memberikan uang belanja setiap hari pun , Arman sangatlah pelit.
Regita tak tahu mau ke mana , dia hanya terus berjalan, menyusuri jalanan setapak hingga kemudian sampailah di jalan raya. ingin dia menghentikan taksi yang lewat, Tetapi dia tidak memiliki uang , bahkan Arman tidak memberikan uang sepeserpun agar dia bisa pergi untuk mencari tempat kost , bahkan mungkin Arman juga tidak pernah berpikir bagaimana jika nantinya Dia kelaparan di jalan ,
lagi pula dia juga berpikir jika nantinya dia menghentikan taksi dia harus ke mana , dia tak punya arah tujuan, dia tak punya teman. Dia tidak punya saudara di tempat itu, yang selalu bersamanya dari hari ke hari adalah, hanya para laki-laki hidung belang , yang hanya ingin tubuhnya saja , dan tidak mungkin baginya untuk pergi ke tempat mereka , karena dia yakin dia hanya akan jadi bahan tertawaan, dia sadar takkan ada lagi orang yang mau menolongnya, karena hubungan dia dengan mereka adalah hubungan timbal balik mereka mendapatkan kepuasan dan Regita mendapatkan uang dan barang mewah . Setelah semuanya selesai Dia takkan bisa menuntut apapun walau hanya sekedar sikap baik.
karena terlalu lelah berjalan akhirnya Regita duduk di tepi jalan, dipangkunya tas berisi pakaian itu , bersandar pada pagar tapi jalan. diusapnya peluh yang membasahi keningnya, dengan punggung tangannya. air matanya jatuh berderai . perutnya terasa lapar , kakinya sudah lelah untuk berjalan dan tak sanggup lagi untuk melangkah.
__ADS_1
" Aku harus bagaimana sekarang ? aku harus ke mana ? aku harus apa ?" air mata itu kembali berjatuhan tanpa bisa dihentikan, nyaris saja dia tertidur di pinggir jalan karena terlalu lelahnya badannya hingga kemudian ada seorang ibu yang menghampirinya,.
"hei.. bangun ..!" ibu itu mengguncang tubuhnya, hingga membuat Regita terbeliak kaget.
"Ah .. iya . maaf ada apa ?" tanya Regita masih dalam keadaan lemahnya
" kamu ini siapa? mau ke mana? Kenapa kamu tidur di pinggir jalan ? Apa kamu tidak tahu ini sudah malam ?" tanya wanita itu
Regita memandang sekelilingnya, benar hari ternyata sudah gelap , bagaimana dia tidak tersadar akan hal itu ? memang saat tadi dia keluar dari tempat Arman hari sudah sore sekali . dan entah sudah Berapa jauh dia berjalan, dia juga tidak menyadarinya, mungkin karena terlalu banyak menangis, hingga dia tidak mengerti atau mungkin tidak menyadari, bahwa sekelilingnya sudah gelap. matanya hanya penuh dengan air mata saja.
" kenapa malah diam ? kamu ini siapa ? dan mau ke mana ?" wanita itu kembali bertanya
"Sedangkan di kota ini juga , saya tidak memiliki saudara , itu yang membuat saya sekarang berada di sini . Saya tidak tahu mau ke mana , karena saya juga tidak memiliki uang untuk menyewa penginapan atau mungkin untuk mencari tempat kost .!" lanjut Regita berbicara dengan jujur . berharap akan ada belas kasihan dari wanita itu kepadanya.
" kalau Ibu tidak keberatan, Tolong bawa saya. Saya hanya membutuhkan tempat berteduh dan makan saja , saya akan bekerja di tempat ibu , dan saya rela walaupun tidak digaji . sekali lagi yang saya butuhkan hanya tempat berteduh dan makan saja." ucapan Regita mohon belas kasihan
" Memangnya apa yang bisa kau lakukan dengan perut sebesar itu ?" tanya si Ibu
" apa saja Bu ! apa saja yang bisa saya lakukan! Saya akan mencuci pakaian , saya akan bersih-bersih rumah, Saya akan memasak , Saya akan melakukan apapun yang ibu perintahkan , Walaupun mungkin saya tidak bisa cekatan karena saya sedang hamil besar , tapi saya akan menebusnya begitu anak saya lahir , saya akan bekerja dengan rajin di tempat Ibu , dan saya tidak akan mengecewakan ibu.!" Regita benar-benar memohon
__ADS_1
" haduh bagaimana ya masa iya saya akan memperkerjakan orang hamil..?" ucap wanita itu
" saya mohon Bu , jika bukan demi saya, berkelas Kasihlah pada anak yang ada dalam kandungan saya ini. kalau tidak Anggaplah ini sebagai hutang . dan saya akan membayarnya Ketika saya bisa kembali bekerja.!" pinta Regita lagi
" Apa kamu bisa dipercaya ?" tanya si Ibu
" saya bersungguh-sungguh Bu , demi anak dalam kandungan saya . saya tidak akan ingin menelantarkannya , saya tidak ingin anak saya memiliki nasib buruk jika saya harus terlunta-lunta di jalanan.!"
" baiklah kalau memang mau begitu, Anggap saja ini sebagai hutang, dan kamu akan bekerja nanti setelah melahirkan , dan kamu akan membayarnya . jangan sampai kau mengecewakanku.!" putus ibu itu kemudian.
" tentu saja Bu, tentu saja saya tidak akan mengecewakan ibu , !" ucap regita penuh semangat, dan tentunya penuh rasa bahagia , setidaknya dia tidak akan tidur di jalanan malam ini.
" Baiklah kalau begitu , ayo Ikuti saya ?." seru ibu itu . lalu berjalan lebih dulu menuju mobil yang terparkir tak jauh dari mereka.
" nama saya Wulan, untuk se sementara Kamu akan tinggal di rumahku, nanti setelah kamu bisa bekerja , dan tentunya itu setelah kamu melahirkan , kamu akan bekerja di rumah singgah , di tempat majikan saya . di tempat rumah singgah itu nanti pekerjaanmu adalah mengurus anak-anak sekolah, memasak dan bersih-bersih . apa kamu keberatan?" pada bulan sambil menjelaskan panjang lebar.
" Tentu saja tidak Bu, Saya justru sangat berterima kasih dengan kebaikan ibu ini, semoga tuhan yang membalasnya .!" cara kita Tulus
" Simpan saja rasa terima kasihmu itu untuk suatu saat nanti , bukan aku yang berhak menerima terima kasihmu , !" ucap bu Wulan yang tentu saja membuat Regita merasa bingung , karena bu Wulan yang menolongnya, tapi bu Wulan mengatakan bahwa bukan dia yang berhak menerima ucapan terima kasih. tetapi Regita tetap ikut saja , yang penting hari ini dia punya tempat tinggal. .
__ADS_1