SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Marissa some one , some where is made for you


__ADS_3

"ibu kapan datang ?? kenapa tidak ada yang memberitahuku ibu jika ibu datang dari kampung ?? terus sekarang ibu tinggal di mana Di rumah utama atau tinggal di rumahnya siapa ?? aku seperti anak tiri sekarang, benar-benar tidak ada yang menyayangiku lagi !" rengek Maya panjang lebar nyerocos sambil memeluk ibunya ketika mereka berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah utama


Metta menepuk keningnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya


"itu kan si Maya lagi kumat , udah kayak petasan gantung , bicara dari tadi tanya-tanya ini itu sama ibu , nggak pakai titik nggak pakai koma ?!" gerutunya utunya membuat seisi mobil tertawa terbahak-bahak


"mbak meta apaan sih ?? Aku kan tanya sama ibu bukan tanya sama mbak Meta wlee..!" ucap Maya sambil menjulurkan lidahnya.


"kamu itu kalau tanya mbok ya satu-satu ibu sampai bingung mau jawab yang mana dulu.. !" sahut Bu Farida sambil mencubit bibir Maya menghentikan perdebatan di antara duanya


"ya ibu kan tinggal jawab aja satu-satu, ?" lanjut manja di pundak ibunya


"ibu datang kemarin siang Mbak Meta sama mbak Marissa yang jemput, terus kita semua tinggal di rumah utama, !" Bu Farida menjelaskan.


"jadi semuanya menginap di rumah utama dan Maya tidak diajak?!" Taya Maya dengan cemberut karena kesal.


"ya kalau kita ngajak kamu ini kan namanya bukan kejutan?!" Sahut Marissa.


"kalian semua nggak asik Aku kan juga kangen ibu tahu ?!" rengek Maya sambil memonyongkan bibirnya..


...****************...


"Tok ...tok...tok..." suara pintu di ketuk.


" Risa apa boleh ibu masuk..?" ucapan Farida dari depan pintu


"Tok...tok...tok..." Bu Farida kembali mengetuk pintu " Risa...!"


"Ceklek.." tangan Bu Farida yang hendak kembali mengetuk pintu mengambang di udara ketika pintu terbuka dari dalam


" boleh ibu masuk Nak...?" tanya Bu Farida...


" Mari masuk Bu.., " ucap Marissa sambil menggandeng tangan Bu Farida.

__ADS_1


Mereka pun berdua segera masuk . Risa mendudukkan Bu Farida di tepi ranjangnya


"Ada apa Bu ..?" tanya Risa . Ibu Farida menatap lekat wajah Putri angkatnya . tanpa mengucapkan kata apapun . tapi kemudian memberikan pelukan yang hangat .


ini adalah sore hari keesokannya di rumah utama semua anak angkat yang lain sudah pergi . Meta , Iqbal, Anwar dan istrinya, begitupun Rendy dan Maya . karena esok hari adalah mereka saatnya kembali bekerja.


hanya tersisa Marisa yang katanya masih ingin menghabiskan waktu bersama Bu Farida


"Apa kau baik-baik saja Nak ??" tanya Bu Farida


"tentu saja aku baik bu ... Memangnya ada apa ..?" tanya Risa . Bu Farida kembali memeluk tubuh Marissa dengan hangat


" maafkan Ibu nak... maafkan Ibu yang tak bisa membahagiakanmu .!" ucap bu Farida. Marissa mendongakkan wajahnya menatap ke arah Bu Farida


" Kenapa Ibu harus meminta maaf ..? Ibu punya salah apa dengan Marissa ..? Ibu tidak salah apa-apa Bu ..!"


" maafkan Ibu karena Ibu tidak pernah tahu kalau kau menyukai Rendy . maafkan Ibu yang tidak pernah peka dengan dirimu nak .?!" ucap Bu Farida


" Risa ikhlas Rendy bahagia bersama Maya . karena Risa tahu Maya juga wanita yang baik . Jawab marisa sambil tersenyum tulus ke arah ibunya.


" syukurlah nak... Ibu berdoa , suatu saat nanti kau juga akan menemukan kebahagiaanmu, dengan pria yang mencintaimu dan kau juga mencintainya . kalian berdua sama-sama mencintai dan kalian akan hidup bahagia hingga akhir. "


" itulah doa ibu , untuk anak-anak Ibu semuanya. " kata bu Farida lagi.


"Terima kasih Bu .!" ucap Marissa sambil memeluk ibunya


keduanya Hening tanpa ada percakapan lagi. hanya pelukan hangat yang menjadi ungkapan cinta di antara keduanya


" ibu..." lirih Risa sesaat kemudian , masih sambil memeluk ibunya


" ada apa Nak ..? Katakan Saja ..!" Jawab Bu Farida


"Ibu ... " Risa menjeda ucapannya " seandainya dulu aku bersikap seperti Maya, selengekan, ceroboh , ceplas-ceplos , dan kadang sembrono , semaunya sendiri , apa mungkin Rendy akan jatuh cinta pada Risa ya Bu ..?" tanya Risa Lirih

__ADS_1


"Sayang ... Apakah kau percaya dengan apa yang Ibu ucapkan ..?" tanya Bu Farida masih sambil memeluk tubuh Marissa .


"tentu saja... katakan Bu..! Risa selalu mempercayai Ibu lebih dari apapun. " jawab Marissa


" sayang sudah digariskan oleh Tuhan , jika seorang manusia dilahirkan maka dia akan punya pasangan . walaupun bukan sekarang dan itu bukan Rendy , Percayalah nak di suatu tempat yang tak kau ketahui Tuhan sudah menciptakan jodohnya untukmu . Percayalah, seseorang , di suatu tempat , dia Tercipta khusus Untukmu .!" tutur Bu Farida masih sambil menerima pelukan dari anaknya


"Iya Bu Risa percaya itu , dan bisa menganggap memang Rendy bukan jodoh Risa . saat Risa melihat kebersamaan Rendy dan Maya kemarin , Maya yang slengean dan ceroboh dan ceplas-ceplos saling melengkapi dengan sikap Rendy yang diam dan dingin itu . Risa sungguh Sudah mengikhlaskannya Bu .!" jawab Marisa


"syukurlah Putri itu cantik, Putri Ibu pasti bahagia , itu doa ibu selalu nak. ! ucapan Farida sambil menangkap kedua Putri pipinya kemudian menciumnya dengan kasih sayang


" terima kasih Bu ..!" jawab Marisa tulus. keduanya kembali berpelukan


****************


 Sementara itu di waktu yang sama , di tempat yang berbeda . masih dalam mobil dalam perjalanan Rendi mengantarkan Maya.. Randy memang tidak mengizinkan Maya Pulang sendirian dia memaksakan untuk mengantar Maya walaupun tadinya membawa mobil sendiri waktu mereka bertemu di restoran


" lho Mas ini mau ke mana ?? Ini kan bukan jalan pulang ke tempat Maya ??" tanya Maya melihat ke arah luar mobil mengedarkan pandangannya karena itu bukan jalan menuju rumah nya.


"kita akan pergi ke suatu tempat !" jawab Rendy


"Ish mau ke mana sih tadi kan katanya mau nganterin Maya pulang ..!?"


"sudah diam kamu pasti senang nanti!" Maya pun merengek kesal tapi dia hanya bisa diam


 Maya membelalakkan matanya ketika sadar bahwa Rendi membawanya ke tepi danau


 dengan segera Maya membuka pintu mobil dan berlari ke arah sana udara sore hari sangat segar angin sepoi-sepoi yang bertiupan terasa menjadi pelepas penat


 "Wah segarnya Kenapa Mas Rendy tadi nggak bilang sih kalau mau ngajak Maya ke sini ?!" ucap Maya


 Ready hanya berlalu . lalu duduk di kursi taman yang ada di tepi danau itu tanpa menjawab pertanyaan Maya . Maya menghentakkan kakinya karena kesal selalu saja seperti itu, kalau Rendy lagi kumat dinginnya . orang tanya pun tak pernah mau dijawab . dengan masih kesel Maya mendudukkan bokongnya di samping Rendy


 Hening tanpa suara keduanya larut dalam pikiran masing-masing. entah apa yang ada dalam pikiran mereka Maya dengan kebahagiaan yang diterima dari kemarin sore , dan Rendy juga dengan kebahagiaannya tersendiri karena telah mengungkapkan perasaannya pada orang yang dikasihinya

__ADS_1


__ADS_2