
Hari ke hari kesibukan Maya Sebagai pemegang tampuk tertinggi di perusahaan , semakin membuat nya hampir tak punya waktu untuk mengistirahatkan diri
Perkembangan grafik penghasilan juga semakin melonjak, Maya memang sudah bertekad untuk fokus hanya pada kepentingan kemajuan perusahaan saja, tidak ingin mengecewakan Bu Farida yang sudah memberikan kepercayaan penuh padanya.
Seperti halnya hari ini hari sudah sore dan bahkan sudah menjelang magrib Maya baru saja hendak beranjak meninggalkan perusahaan
kabur sudah rencana tadi pagi yang hendak pulang lebih awal.
Bukannya Maya tidak merasa lelah lelah dia sungguh merasa lelah apalagi ditambah dengan persoalan Regita dan Arman yang menguras pikirannya beberapa waktu yang lalu.
menyusuri jalanan yang padat lalu lintas, Maya mengendarai mobilnya dengan santai, tak ingin terburu-buru, tak hendak cepat sampai di rumah. Rutinitas menjelang akhir pekan benar-benar menguras tenaga dan pikiran, dia ingin menikmati waktu sedikit
"Hallo mbok.. nanti Maya pulang agak malam ya , gak usah di tunggu. Mbok Minem makan duluan dan tidur duluan aja gak usah nunggu in Maya.. !" dia menghubungi simbok kesayangan nya agar tak mengkhawatirkan nya jika tak kunjung pulang
"Lha memang nya mbak Maya mau kemana too .. kok gak pulang dulu.. ??!" tanya simbok
"Maya lagi pingin healing healing mbok, gak tau juga mau kemana, yang jelas lagi pingin cuci otak saja " jawab Maya
"Hah.. ?! cuci otak mbak..? yang biar nurut nurut sama orang, terus bisa lupa lupa gitu mbak.. terus nanti kalau mbak Maya jadi lupa sama simbok gimana..!?"..aduh.. Maya menepuk keningnya
" Maksud Maya cuci mata mbok.. jalan jalan, lihat lihat apa yang bagus gitu, refreshing.!" Maya menjelaskan. "Maya salah ngomong tadi..!" lanjutnya.
" Oalah gitu Si Mbok kira Mbak Maya mau dicuci otaknya !" ucap simbok samber terkekeh geli. " Loh lah tapi apa Mbak Maya nggak pulang dulu ?? nggak mandi dulu gitu, ?? Kan bau Mbak ?? masa iya cantik-cantik bau ?? Emangnya mbak Maya nggak malu ?? " Tanya Si Mbok lagi
" nggak Mbok , Maya langsung aja, nggak pakai pulang dulu , nanti kalau Maya pulang dulu , yang ada Maya malah habis mandi langsung tidur , nggak jadi heleng-helling. pokoknya hari ini Maya ingin jadi anak yang malas , biarin aja nggak apa-apa , orang badan Maya sendiri juga , lagian Maya nggak bau ya mbok.. masih wangi kok ? nggak urus mau papasan! sama siapa kek, orang mau bilang apa kek !" Maya tetap pada pendiriannya untuk langsung pergi , dan Mbok Minem pun tak lagi bisa mendebatnya.
"Ish .. amit amit jabang bayi.. mbak Maya Kok jadi giu sih.. " omel si mbok Minem. yang merasa kesal karena teleponnya di tutup begitu saja oleh Maya
sementara itu orang yang di omeli malah sudah duduk santai di sebuah bangku di tepi danau buatan, tempat yang memang menjadi obyek wisata di kota itu. punggung nya bersandar , tangan terentang, dan mata terpejam. seolah benar-benar menikmati kesendirian nya. semilir angin senja membawa kedamaian tersendiri untuk nya. hingga senyum manis pun terukir rapi di ujung bibirnya.
__ADS_1
Benar-benar hanya duduk mania sambil menutup mata, menikmati semilir angin, tak mempedulikan sama sekali lalu lalang orang di sekitarnya, masa bodoh urus saja urusan MU, gak usah lihat aku. begitu kata hatinya, hingga......
"Sumpah itu bukan aku yang, kamu pasti salah lihat...!" satu suara yang dikenalnya numpang lewat di telinga nya,
dan ....
"Byaar.. !" mata yang terpejam itu pun sontak terbuka, di tolehkannya kepalanya ke kiri dan kanan, mencari sumber suara
"Oh .. ****..!! tidak boleh kah otak ku ini istirahat sebentar saja... ?" gerutu nya ketika menemukan sosok yang di carinya.
" Tapi aku lihat itu benar-benar kamu, jangan mengelak , kau bersama wanita itu masuk ke penginapan. !" rupanya dua sejoli yang sedang bertengkar.
"Aku ke sini untuk me- refresh otakku. kenapa malah di suruh melihat drama...?!" celetuknya
"Kau tahu siapa aku kan sayang.. aku mana ada uang untuk menyewa penginapan, sedang setiap gajian saja harus ku kirim untuk menghidupi orang tua ku..?!' si pria terus saja berusaha meluluhkan hati wanita nyMaya
"Beneran itu bukan kamu,..?" tanya si wanita masih ragu. tapi nampaknya sudah mulai termakan rayuan
"Serius sayang, mana mungkin aku macam-macam, aku saja sadar kalau aku tak akan bisa hidup tanpa kebaikan dan kasih sayangmu. kau wanita terbaik yang pernah ku kenal selama ini.!" ujar si pria sambil mencolek hidung gadisnya
berani sumpah. Maya sungguh ingin muntah mendengarnya. dia mengarahkan HP , untuk menyimpan gambar, mungkin suatu saat berguna, pikirnya
" Jadi sekarang kamu percaya padaku kan ??" tanya si pria sambil merentangkan tangannya agar si wanita masuk ke dalam pelukannya
" Iya aku percaya !" jawab si gadis sambil tersipu malu, lalu masuk ke dalam rintangan tangan itu
" hello ... boleh agak minggir sedikit.?? kalian menghalangi pandanganku . aku jadi tidak bisa melihat air danau itu !" seru Maya sambil bersedekap dan bersandar. Membuat sebuah sejoli itu menoleh ke arahnya
"Ma... Maya...!!" seru pria itu tergagap wajahnya nampak pias. Maya mengukir senyum semanis mungkin , membuat Arman menjadi salah tingkah, ya ... pria itu adalah Arman.
__ADS_1
" Apa maksudmu menyuruh kami menyingkir ?? Kau pikir danau itu milikmu ??" teriak Si Gadis tidak terima
"cek ..cek ..cek .. ternyata seorang gadis arogan !" pikir Maya
"Sayang sudah stop .. Ayo kita cari tempat yang lebih bagus dari tempat ini ..!" Arman segera menarik lengan Gadis itu dan membawanya pergi menjauh .
dan Maya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya??! Kacau sudah acara healing-hillingnya
................
" Maya biar aku jelaskan !! apa yang kau lihat kemarin , tidak seperti apa yang kau pikirkan !" ucap Arman, ketika dia berhasil berhadapan dengan Maya
"Memangnya apa yang aku pikirkan ?? Aku tidak berpikir apapun jangan sok tahu dengan apa yang ada dalam pikiranku!! " tegas Maya.
" Maya wanita kemarin itu , dia hanya sekedar teman bermain saja, dia sungguh Bukan apa-apa Aku, Dia hanya orang baik yang pernah menolongku. !" Arman mencoba memberikan penjelasan
" lalu..!" tanya Maya singkat
" Maya .. sejujurnya aku katakan, wanita yang benar-benar aku cintai hingga saat ini , hanyalah dirimu saja , tidak ada yang lain..!"
" lalu.. ?!"
" Maya Tolong percaya padaku , Aku berbicara yang sesungguhnya, kapanpun kau mau , aku akan meninggalkan mereka semua , aku juga tahu bahwa sebenarnya kau masih mencintaiku , buktinya sampai saat ini kau masih belum move on kan ? kau masih mengharapkan aku , makanya kau tidak pernah mencari pacar yang lain, !"
Maya menghela nafas malas kepercayaan diri orang ini benar-benar tinggi pikirnya
" Apa kau tahu apa artimu di mataku? " tanya Maya . dan Arman menatapnya, menunggu kelanjutan ucapan Maya
"bagi kau Kak adalah sampah ! sampah yang sangat busuk , Dan Sampah sepertimu , bahkan didaur ulang pun hasilnya tak akan bagus.!" ucap Maya lalu beranjak meninggalkan tempat itu. meninggalkan Arman yang terpaku dengan tangan terkepal
__ADS_1