SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Seperti Bunglon


__ADS_3

Datangnya musim pancaroba selalu saja membawa efek tidak meng enakkan bagi tubuh manusia, seperti halnya yang terjadi pada Maya saat ini. entah kenapa tiba-tiba saja badannya merasa meriang. padahal sebelumnya dia baik baik saja.


mungkin secangkir jahe hangat bisa memperbaiki kondisi tubuh, begitu pikirnya. karena itu dia hendak meminta Erin sang sekretaris untuk membuat kan nya. tetapi dia lupa jika Erin sedang keluar untuk mengurus satu hal yang juga merupakan perintah nya


"sudahlah aku buat sendiri saja .!" gumamnya , lalu beranjak untuk menuju pantry. akan tetapi alangkah terkejutnya Maya ketika ia tiba di sana. di lihatnya Arman sedang merayu seorang OG. perasaan jijik langsung saja menyerang otaknya .


"Ehem..!" Arman dan OG tersentak, dan langsung saja menoleh ke arah sumber suara. betapa terkejutnya Arman mendapati Maya yang sudah bersandar di pintu seraya bersedekap dan mennyilangkan kakinya.


"Maya..!"


"Bu Maya..!" keduanya berseru bersamaan.


"Kamu !! " tunjuk Maya pada office girl tersebut


"Iya..!" si OG tergagap


"buat jahe hangat dan antar ke ruangan saya. !" titah Maya


"Baik..!" jawab OG tersebut. dan OG itu pun segera melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Maya.


sekeluarnya OG dari pantry, Maya pun hendak berlalu dan kembali ke ruangan nya


"Maya , tunggu..!" langkah Maya terhenti. sudah dia duga Arman pasti akan menghentikan nya. ada senyum misteri di sudut bibirnya sebelum kemudian berbalik menghadap lagi ke arah Arman.


" Boleh aku bicara sebentar..?! " ucap Arman yang melihat Maya berdiri dengan tangan terlipat di dada. hanya diam melihat tanpa ingin menjawab


" Aku tahu kau mungkin jengah dengan semua kata kata ku . tapi aku sungguh memohon padamu. beri aku kesempatan..! " lanjutnya karena Maya masih juga diam tanpa suara lagi.


" kesempatan apa lagi yang kau pinta..?!"


"Yang kau lihat barusan mungkin memang benar, tapi itu semua karena aku tak bisa menemukan gadis setulus dirimu , aku seperti seorang musafir yang kehausan . tolong kembalilah Maya, dan aku bisa pastikan aku pasti berubah..!"


"Apa jaminan nya ..? ha ha ha .. kau itu lucu sekali . kau saja bahkan sudah menikah dengan Regita dan akan menjadi seorang ayah. lalu apa yang bisa kau janjikan..?!"


"Aku akan menceraikan Regita, lagi pula aku tak yakin kalau anak dalam kandungan Regita adalah milikku . selama ini pun Regita sering melakukan hal yang , ah .. aku tak ingin membicarakan nya. tapi yang aku tahu bukan hanya aku saja yang pernah menj@m@hnya!"


"O ya ..?!"


"Aku berbicara yang sesungguhnya, aku tidak berbohong..!"


"Lalu.. ? apa bedanya bercerai atau tidak ? toh kalian tetap tinggal bersama kan ?!" pancing Maya


"Aku akan mengusir nya dari kontrak an ku. , toh selama ini hanya aku yang membayar kontrakan .!" jawab Arman meyakinkan

__ADS_1


~dasar b@jing@n~ umpat Maya dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan pacar pacarmu yang lain, aku dengar belakang an ini kau getol sekali tebar pesona ?!" Maya mulai melunakkan suaranya.


"Tentu saja aku akan meninggalkan mereka, mereka itu tidak ada apa apanya, sudah aku bilang aku hanya sedang jenuh dengan hidupku yang tak menentu, jiwaku berantakan setelah kau pergi dariku. aku mendekati mereka agar aku bisa menemukan sosok yang seperti dirimu , tapi aku tak pernah mendapatkannya.!"


~bilang saja kau sedang mencari gadis bodoh yang bisa kau manfaatkan~


"Sayangnya aku tidak butuh omong kosong , aku lebih suka melihat bukti.!!" sahut Maya kemudian beranjak.


"Maya.. aku akan buktikan semua ucapan ku. aku akan meninggalkan mereka..!" teriak Arman. langkah Maya terhenti


"Kita lihat saja..!" ucap Maya tanpa berbalik, lalu melanjutkan langkahnya. senyum misteri kembali tersungging di ujung bibirnya.


"YESS..!" Arman mengepalkan tangannya ke udara. ketika punggung Maya tak lagi terlihat. "seperti nya dia percaya. secepatnya aku harus mengurus Regita.!" ucapnya, dengan tawa merekah. "lihat saja Maya setelah kau bertekuk lutut aku akan memberinu pelajaran, kau yang sudah menganggap aku sebagai sampah ..!" nampaknya bukan hanya keinginan untuk kembali, tapi juga ada dendam


******


"Kriiing..." Maya baru saja duduk kembali ketika telepon kantor berbunyi.


"Ya.. direktur MAYTEX disini..ada yang...!"


"Apa yang sedang coba kau lakukan di belakangku ..?!" suara dingin memotong sebelum dia menyelesaikan ucapannya. Maya menjauhkan gagang telepon dari telinganya, lalu di lihatnya, tentu saja hanya terlihat gagang telepon tanpa nama. tapi dia mengenal jelas suara itu.


"Apa sih.. ??!"


"Jangan berusaha mengecewakan ku, ingat pernikahan kita hanya tinggal menghitung hari ..!" ucap orang di seberang yang ternyata adalah Rendy.


"His .. memangnya Maya bikin apa..?!"


****************


beberapa saat yang lalu , di tempatnya sendiri


Rendy yang juga sama sibuknya dengan Maya iseng iseng ingin membuka SCTV ruangan Maya yang dia sambungkan di ponselnya. bibirnya tersenyum melihat semua aktivitas Maya. gadis itu terlihat sangat fokus dengan berkas berkas dan laptop yang ada di hadapannya, sama sekali jauh dari sifat selenge an yang biasa di lihat di kehidupan sehari-hari. membuat Rendy tersenyum,


" kau itu seperti bunglon, yang bisa berubah warna sesuai dengan tempatmu menempel.! " gumam Rendy, sambil mengelus layar ponselnya yang menampilkan wajah Maya. dia memang memasang CCTV di ruangan Maya yang dia sambungkan ke ponsel nya juga , jadi bukan hanya di ponsel Maya saja. dan Maya sendiri juga tidak merasa keberatan, dengan seperti itu Maya justru merasa jika Rendy memang benar-benar menyayanginya.


hingga kemudian Rendy melihat Maya beranjak dan meninggalkan ruangan,


"Mau kemana dia ? jika butuh sesuatu kenapa menyuruh sekretaris nya saja ?" dan Rendy pun mengalihkan CCTV, berganti yang ada di luar ruang. dan terlihat olehnya saat Maya berada di pantry dan berbicara dengan Arman.


"Apa dia benar benar akan memberikan kesempatan pada si br3ngs3k itu..?!" ucapnya dengan mulut berdesis, menahan geram. lalu di raihnya ponselnya untuk menghubungi Maya tapi tidak tersambung, mungkin ponsel Maya dalam keadaan off. tak hilang akal, dia pun kemudian menghubungi Maya menggunakan telepon.

__ADS_1


kembali ke saat ini.


"Jangan pura pura bodoh..! aku melihatmu dari sini.!?" ucap Rendy geram .


" Cie ... ada yang cemburu Cie... " Maya terkikik geli, dia bisa membayangkan wajah Rendy yang memerah. "


"Jangan main main denganku May...!" bentak Rendy


"Ish siapa juga yang lagi main main..?! orang Maya lagi kerja juga !" sungut Maya. "lagian mas Rendy kan bisa melihat di sana ? memangnya Maya tadi ngapain sih , orang cuma minta OG bikin jahe hangat aja kok!" Maya masih mencoba mengelak.


"Apa yang kau rencanakan ..!!" bentak Rendy lagi


"Gak ada mas.. aku beneran gak mau ngapa ngapain kok.!" selak Maya.


"Jangan membuat ku marah Maya..!"


"Mas Rendy gak percaya sama Maya ??"


"Bukan Aku tidak percaya, tapi tingkahmu mencurigakan..!"


"Kalau begitu biarkan , mas Rendy cukup melihat saja , dan tetap percaya pada Maya. ! jangan pernah meragukan Maya sedikit pun!"


ucap Maya yang kali ini terdengar serius , tak ada lagi nada bercanda dan selenge an.


"Sudah ku duga, aku sudah hafal dengan akal bulusmu itu, !" ucap Rendy akhirnya


"biarin aja , bulus bulus gini juga bikin jatuh cinta kan ?!" kumat deh hasilnya


"Dasar gadis licik, awas saja kalau sampai kau terbawa arus dan terlalu menjiwai peranmu , ingat sebenar lagi kita menikah !!" Rendy memberikan peringatan


"Iya .. Maya tahu, Maya juga tidak akan melewati batas !"


~dia ini sungguh seperti bunglon, berubah wujud kapanpun dia mau . kadang cengengesan, kadang serius, kadang juga sangat licik, sungguh mengerikan


*


*


*


hayoo Maya lagi ngerencanain apa hayyooo


don't forget to vote Ok ??!!

__ADS_1


__ADS_2