
"Bagaimana kalau kita jalan jalan, sudah lama Sepertinya kita tidak pergi berlibur , Ayo kita pergi jalan-jalan berdua saja ?" tawar Rendy
" apa ini sogokan ? Atau suap ? kamu mau mencoba menyuapku ?" Marissa mendelikkan matanya
" Anggap saja begitu !" jawab Rendy lalu Berdiri .
" oke baiklah baiklah tapi sebagai ganti dari Restu yang kuberikan padamu semua makanan ini harus kamu yang bayar.!" kata Marisa sambil berkacak pinggang
" tentu saja !" Jawab Rendy
" dan kau juga harus membelikanku perhiasan mewah tas branded sepatu branded baju branded pokoknya semua harus serba brandet." tambah Marisa lagi
" tentu saja !" lagi-lagi jawaban dari Rendy
" dan juga sebagai tebusan untuk rasa sakit hatiku ini kau harus membelikan aku satu unit apartemen mewah!"
" tentu saja.!"
"Rendy... !" Marisa berteriak geram
"Apa.. ? apanya yang salah..?!" heran Rendy
" aku ini sedang mengerjaimu. aku sedang ingin memeroti hartamu, Harusnya Kau itu marah , bukannya hanya tentu saja- tentu saja ! Kamu ini bagaimana sih. ?!" omel Marisa. Rendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Maaf .. tapi aku tidak bisa marah pada mu . karena bagiku doa restu mu jauh lebih berharga dari semua yang kau sebutkan tadi !bahkan jika kau minta seluruh hartaku pun , pasti akan ku berikan, sebagai ganti restumu " jawab Rendy.
*toe oeng... jiwa miskin ku auto meronta Thor*...
"Dasar Sultan..! Memang kalau semua kau berikan padaku , dan kau jatuh miskin , maya akan mau menerima mu??" Marisa berkacak pinggang dengan geram.
"Dia harus menerima ku , karena kalau tidak aku pasti akan mengurung nya di gudang. !" ucap rendy, "Aku pasti akan bekerja keras lagi. Aku masih punya tangan , kaki dan ini !" ucap rendy lagi sambil mengetukkan jari di kepalanya.
Marissa menyambar tasnya, lalu menghentakkan kakinya dan berlalu meninggalkan Rendy yang melongo cengo sambil menggaruk kepalanya.
"Dia kenapa sih ..?!" pikirnya. Rendy pun segera menyusul Marisa setelah meninggal beberapa lembar pahlawan proklamator di atas meja.
****************
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaa...!" Rendy berteriak sambil merentangkan tangannya.
"Kamu ngapain sih..?!" tanya Marisa
"Dan kamu tadi udah janji mau beliin aku barang-barang branded ya.. terus ngapain ini bukan nya pergi ke mall malah ke pantai kayak gini. mana mau magribh lagi . serem tahu..!!" Marisa ngomel-ngomel sewot.
"Ayo rentangkan tanganmu .. terus teriak..!!" titah Rendy
"Aaaaaaaaaaa.... !" Marissa mengikuti saran Rendy
"Aaaaaaaaaaa..." Marisa mengulangi lagi teriakannya lalu menoleh ke arah Rendy
" Ini maksudnya Biar apa sih capek tahu tenggorokan sakit lagi ." kata Marisa sambil berkacak pinggang
" biar pikiran kita jadi plong biar kamu nggak sakit hati lagi.
Ayo ini... lempar batu Ini ke arah laut... kita salahkan saja Tuhan, kenapa Tuhan yang di atas sana tidak mengatur hatiku agar memilihmu, ." ucap Rendi sambil memberikan tiga butir batu ke dalam tangan Marisa. lalu dia mempraktekkan apa yang dia katakan tadi. Randy melemparkan sebutir batu ke arah laut
"What...!?" Marisa bertanya tak percaya.. "Helloooo... ! Marisa menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Rendy. " gak jelas banget sih..?! serius ini kamu..?! kamu nyuruh aku ngelakuin hal konyol kayak gini.. ?!" tanya Marisa lagi.
" Kan biar kamu terhibur.. ?!" cengo nya Rendy
" kamu dapat ide konyol kayak gini dari mana sih gak jelas tahu ?" tanya Marissa
"dari TV , dari film India. waktu itu ada seorang cewek jatuh cinta sama seorang cowok yang adalah sahabatnya sendiri , tapi si cowok malah jatuh cinta sama temen dari ceweknya , terus si cowok menghibur Gadis itu dengan mengajak Gadis itu ke pantai dan melakukan hal seperti ini tadi.!"
tak pelak Marisa kembali tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan Rendy ,
"jadi kamu pikir begitu sakit hatinya aku sampai butuh dihibur seperti ini?" Kamu pikir aku nggak bakal bisa move on dari kamu.?!" "aku ini banyak sekali cowok-cowok yang mengantri mendaftar ingin jadi pacarku, asal kamu tahu saja, jadi nggak akan ada istilahnya aku nggak bisa move on. atau jangan-jangan kamu mikir dan takut kalau sampai Aku bunuh diri .?!" ucap Maya sambil kembali tertawa terbahak-bahak
"aku nggak seperti itu ya, Nggak level Aku melakukan hal seperti itu !" ucap Marissa.
Rendy memandangnya leKat, memandang setiap gerak dan perubahan raut dari wajah Marissa. Rendy tau ada luka di sana, hanya saja Marissa berusaha untuk menyembunyikannya
Rendy pun hanya bisa diam , dia tak ingin membuat Marisa lebih sakit lagi ." baiklah baiklah aku pikir kamu bakal nangis semalaman !" ucap Rendy
ish nggak ada ya aku kayak gitu.. harusnya kamu kalau mau hibur aku itu kamu ngajak aku ke mall shopping-sobeng belanja-belanja baru aku bisa terhibur ini malah ke pantai nggak jelas kayak gini malam-malam lagi Serem tahu !
__ADS_1
"Ayo kita pulang terus kita belanja aja di mall !" ucap Marissa kemudian berlalu dari tempat itu dan Rendy mengikutinya dalam diam.
****************
" kamu nggak mau mampir dulu Ren ?" tawar Marisa begitu mereka sampai di kediaman Marissa
ya akhirnya mereka berdua tadi memang pergi ke mall. belanja-belanja . Randy membelikan apapun yang diinginkan Marissa mulai dari perhiasan, sepatu, tas, baju, dompet , HP , dan semua barang branded yang diinginkan oleh Marissa . semuanya diberikan oleh Rendy. Rendy benar-benar ingin menuruti keinginan Marissa pada saat itu
" sudah malam ." ucap Rendy sambil melirik jam di tangan "aku pulang dulu karena besok harus kerja, kamu baik-baik ya di rumah !" ucap Rendy
" Baiklah , segeralah pulang ! hati-hati di jalan !" ucap Marissa. Rendy pun segera melajukan kendaraannya berlalu dari kediaman Marissa. setelah mobil Rendy Tak Terlihat Lagi , Marisa bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Sesampainya di kamar Marisa melemparkan semua paper bag. yang ada di tangannya ke atas ranjang. Tubuh Marisa luruh di sisi ranjang . air mata yang ditahan nya sejak dari tadi mengucur deras, tak bisa lagi ditahan
Marisa menelungkupkan wajahnya di atas ranjang dengan tubuh yang terduduk di lantai. tak bisa dibohongi hatinya , bahwa dia merasa sakit, ada kekecewaan dalam hatinya, akan tetapi dia tak mau menampakkannya di hadapan Rendy . dia tidak ingin dianggap lemah , meski begitu dia telah merelakan Rendy , dan dia tak akan mengganggu kebahagiaan Rendy
" Nanti kalau kamu sudah punya pacar kamu harus memperkenalkannya padaku , aku harus menyeleksinya menentukan dia pantas atau tidak untukmu .!" terngiang oleh telinga Marissa , ucapa, Rendy ketika mereka masih berada di dalam mobil . dalam perjalanan pulang
"kenapa harus begitu ?! Itu kan hakku ? mana boleh kamu yang menentukannya!" jawab Marissa
"tentu saja harus seperti itu karena kau adalah adikku, Kau adalah tanggung jawabku , aku harus tahu lelaki itu baik atau tidak untukmu. dan nanti aku juga yang akan menjadi wali nikah mu . kecuali kalau kau memang memilih Mas Anwar sebagai wali nikah. Karena bagaimanapun dia saudara tertua kita !" jawab Rendy panjang lebar.
Marisa ingin menangis tetapi menahannya. begitu mudahnya bagi Rendi untuk mengatakan hal-hal seperti itu , hati Marissa saja masih terluka, dan tak pernah terpikir olehnya untuk mencari pengganti Rendy di dalam hatinya. walaupun Randy tak bisa menerimanya . bukan berarti dia bisa langsung melabuhkan hatinya pada pria yang lain
"ya Baiklah.. Baiklah , nanti aku akan memperkenalkannya padamu. tapi ingat kamu harus memberikan aku hadiah rumah jika aku menikah nanti !" pungkas marisa sambil tertawa walaupun sebenarnya dibalik tawa itu ada luka yang menganga.
Marisa merangkak naik ke atas ranjang lalu membaringkan badannya yang terasa lelah. dipeluknya guling kesayangannya dia ingin melelapkan matanya barang sejenak saja, agar bisa Terlupa dengan apa yang baru saja di alaminya sepanjang sore ini. .
"Ren..." Panggil Marisa lirih.
" ya .." sahut Rendy sambil menoleh
"Bolehkah aku memelukmu sebentar saja?" ucap Marissa sambil lalu menggigit bibirnya , menunggu jawaban Rendy
tetapi Rendy memalingkan wajahnya kemudian menunduk menghadap setIr
" maaf " ucap Rendy
__ADS_1
" aku tahu ... aku tahu ...karena hati dan jiwamu hanya boleh disentuh oleh Maya , Jangan khawatir aku tidak apa-apa , aku sudah merelakan semuanya .!" ucap Marissa kemudian membuka pintu mobil dan turun dari sana..