SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
tentang Bowo


__ADS_3

Rendy keluar dari tempat Maya ketika hari sudah hampir larut. .


 Dengan tenang dia memacu kendaraannya dilihatnya dunia sekelilingnya , dari kaca jendela mobilnya . tampak langit di atasnya sangat gelap , bertambah gelap , dan semakin gelap. tetapi jalanan yang dilalui Malah semakin ramai .


 Dihembuskannya nafasnya kasar. lalu diraih ponsel yang ada di saku jasnya , dan memasang earphone di telinganya.


" Ya Tuan...!" jawaban seseorang di seberang sana , bahkan sebelum Rendy membuka suara.


" akan ada satu gambar ku kirimkan padamu, selidiki dia bahkan untuk hal sekecil apapun.. !" ucapnya tanpa basa-basi.


" baik Tuan...!" dan panggilan pun tertutup sebelah pihak bahkan tanpa Rendy memberikan ucapan yang lain.


" huff... " seseorang di seberang sana yang menjadi lawan bicara Rendy menghembuskan nafasnya kasar


" Siapa orang ini ?? yang berani cari mati dengan mengusik keluarga Tuan ..!?" Ucap orang itu setelah menerima pesan gambar yang ada di aplikasi hijaunya.


" cukup tampan untuk ukuran seorang pemuda tapi sepertinya dia bukan dari kalangan seperti Tuan bos , siapa ini ?? bahkan penampilannya lebih mirip dengan salon Nyonya Bos...?!" ucapnya sambil terus bergumam dan tangannya dengan sekatan membuka peralatan laptop nya


****************


" sepertinya aku butuh mandi air hangat.!" Suara Hati Rendy ketika dia sudah sampai di rumahnya. bergegas Randy naik ke lantai atas di lantai 2 tempat kamarnya berada.


 Sesampai di kamar dia membuka jas yang tadi dipakainya dan memasukkannya ke dalam keranjang pakaian kotor . dilepaskannya sepatu dan diletakkannya di rak yang berada di sudut kamar. dilepaskan juga jam tangan mewahnya lalu meletakkannya di laci , di nakas yang berada di sebelah sebelah tempat tidurnya bersamaan dengan jam tangan koleksinya yang lain.


 Semua tampak teratur dan rapi.

__ADS_1


 Rendy adalah orang yang sangat disiplin Bahkan dalam hal apapun termasuk kamarnya sendiri. Bahkan dia tidak bergantung pada seorang pelayan. Seorang pelayan hanya datang di rumahnya di pagi hari untuk bersih-bersih memasak dan mencuci pakaian. Dan setelah selesai pekerjaan dia akan pulang


 Randy memberikan satu kunci serep kepada pelayannya , Jika dia akan pulang sewaktu-waktu . Agar tidak perlu menunggu Rendi untuk mengunci pintu. dan pelayannya itu sangat menjaga amanah kepercayaan Rendy tak sekalipun dia berani bertindak curang.


 Melihat sikap Rendy yang dingin dan datar. tegas sekaligus bersamaan dengan sifatnya yang baik hati , dan suka menolongnya ketika berada dalam keadaan susah , membuat pelayan itu berusaha sebaik mungkin tetap menjadi kepercayaan Rendy, tanpa pernah berpikir sedikitpun untuk berkhianat, .


 Karena setia kepada Rendy juga sebuah keberuntungan baginya.


 Ready mengisi bak mandinya dengan air hangat dan meneteskan beberapa tetes sabun ber aroma terapi.


 Dengan hanya menyisakan celana boxernya Rendy masuk ke dalam bak air hangat itu menggosok-gosok seluruh tubuhnya dengan busa sabun membasahi seluruh badannya mulai dari kepala hingga ujung kaki lalu disandarkan dengan tubuhnya di sandaran bak mandi yang cukup besar itu.


 Matanya terpejam persamaan dengan air hangat yang terus mengguyur di atas kepalanya melalui shower yang diarahkannya di atas kepala. Pikirannya Berkelana Melanglang jauh sampai Ingatan ketika perdebatannya dengan mayat di rumah Maya tadi


" Memangnya kenapa kalau mbak Risa berhubungan dengan si Bowo itu..? Memangnya Mas Rendy tidak setuju Apa yang membuat Mas Rendy Tidak setuju ?" tanya Maya kala itu.


" Kalau kau ingin tahu tentang Bwo , kau bisa t tanya padaku Mas . aku bisa memberikan informasi apapun tentang Bowo, Aku tahu semua sepak terjangnya , aku tahu hitam putihnya dia , karena kami dulu tinggal satu kampung ." ucap Maya tetapi Rendi hanya Diam Tanpa ingin menjawab. Malah menghela nafasnya kasar.


" Bowo itu orang yang baik Mas , Walaupun dia anak orang kaya di kampungku , tapi dia tidak pernah semena-mena pada orang lain. dia juga suka menolong, dia juga suka berbagi, dan yang lebih penting lagi dia juga bukan lelaki yang suka bermain dengan banyak wanita. !" saya memberikan keterangan tanpa diminta karena Rendy hanya diam tanpa Kata.


" Apa kau sedang memuji pria lain di hadapanku, Maya..?!!" Randy bertanya dengan menahan geram terdengar dari suara giginya yang gemeletuk, wajahnya memerah menahan marah .


 Maya tercengang mendengar pertanyaan itu. kenapa seperti itu Rendy mengambil kesimpulan ?


" aku tidak sedang memujinya mas. , aku hanya berbicara kepadamu , fakta yang aku ketahui tentang Bowo. !" tukas Maya. " baiklah kalau Mas Rendy tidak suka aku berbicara tentang Bowo . aku akan berbicara tentang orang tuanya saja . juragan Bargo , orang tua Bowo . adalah orang yang kaya di kampung kami . tapi meskipun begitu dia suka menolong, tidak pernah menganggap orang lain lebih rendah darinya. dia juga tidak pernah memandang membeda-bedakan kami tidak pernah berbicara secara kasar . juga tidak pernah menghina orang miskin. !" Maya melanjutkan keterangannya

__ADS_1


" Katakan padaku Maya ..! apa Kau pernah punya keinginan walau itu hanya secuil saja ? untuk menjadi menantu dari keluarga juragan Bowo ?" pacaran itu semakin memerah menahan amarah.


 Maya semakin terbelalak mendengar ucapan Rendy . Padahal dia hanya ingin menjelaskan tentang Bowo . agar Randy memberikan restu, seandainya Marissa dan Bowo ingin menjalin hubungan.


Maya menggelengkan kepalanya . dia ingin berbicara lagi tetapi ditahan . Rendy bukanlah orang yang bisa ditentang. Rendy juga tidak bisa dihadapi dengan ucapan keras karena itu dia harus merubah siasat. terlebih dia menyadari kenapa Rendy berbicara seperti itu


"Apa mas Rendy sedang dilanda cemburu ..?" tanya Maya sambil menopang dagunya dengan telapak tangan nya , dengan Posisiku yang bertumpu pada lutut Lihatlah matanya yang berkedip-kedip menggoda.


"hore .. hore... asyiiik ... aku di cemburu i... " Maya bersorak-sorak di tempat duduknya sambil kedua tangannya bergantian naik turun di atas kepala persis seperti anak kecil yang mendapat balon mainan.


 Lalu apa kabar dengan Rendy ? Dia hanya bisa melengos menyembunyikan wajahnya yang memerah. tapi bukan kemarahan seperti tadi , melainkan ada rasa yang entahlah dia sendiri tidak bisa menjabarkannya . hanya Rona wajahnya saja yang sudah memerah seperti tomat busuk.


 Apa Maya akan berhenti sampai di situ ??


Oh .. tentu saja tidak , dia bahkan dengan jahilnya mengambil ponselnya yang sejari tadi hanya tergeletak di atas meja dan...


"ceklek... ceklek... ceklek... " Entah sudah berapa banyak gambar wajah Rendy yang diambil dari kamera itu. Bahkan kemudian dengan lancangnya dia mendekatkan wajahnya dan wajah Rendy, bahkan tangannya memaksa wajah Rendy untuk menempel di wajahnya dan...


"ceklek ... " suara kamera kembali berbunyi.


"sial.. " umpat Rendy dalam hati dia merasa marah pada Maya yang lancang . Tetapi lebih marah lagi pada dirinya sendiri yang tidak bisa marah pada Maya


"Aku harus upload ini . " ucap Maya kemudian membuka aplikasi sosial medianya.


*

__ADS_1


*


tak slepet Kowe nk ora ngasih vote


__ADS_2