
"Mbak beta tahu juga kalau Arman kerja di perusahaan MAYTEX ?" tanyaku ketika kami sedang menunggu pesanan makanan datang
" Aku sebenarnya nggak tahu sih, tapi kemarin Rendy bilang begitu !" jawab mbak Meta
"Mas Rendy kan sudah tahu kalau Arman itu bekas pacarku , yang dulu pernah selingkuh , Kenapa harus diterima sih ..??" aku merasa gusar
" Rendy bilang dia tidak ikut campur dalam urusan penerimaan karyawan,
kalau pihak HRD sudah memastikan pantas dan sudah lolos interview, berarti Mungkin memang layak bekerja di sana
karena penerimaan karyawan melalui interview dan tes selama 5 hari setelah dinilai layak barulah bisa diterima bekerja secara resmi dan kata Rendy , Arman memang mampu bekerja
" Rendy juga pernah melihat hasil pekerjaan Arman , dan katanya memang cukup memuaskan. ditempatkan di staff marketing pun , katanya Arman juga bersikap baik kepada sesama karyawan , .!" mbak Meta menjelaskan penilaian mas Rendy tentang Arman.
" sebenarnya bagi aku sendiri nggak apa-apa sih, cuma aku malas aja, kalau setiap hari harus berpapasan dengan dia, apalagi dia selalu saja menggangguku dan mengatakan keinginannya untuk kembali, sejujurnya itu benar-benar membuat aku merasa muak.!" ungkapku
" jika memang setiap hari bertemu dengannya, berpapasan dengannya, bukankah itu kesempatan bagimu untuk menunjukkan padanya, bahwa kamu sangat mampu untuk berbahagia tanpanya. buat dia menyesal telah mencampakkanmu buat dia menyesal karena telah berselingkuh.!"
" Iya juga sih Mbak sebenarnya, hanya saja aku malas karena kadang pacarnya itu datang ke sana, dan membuat aku menjadi bad mood dengan tingkahnya,
dia selalu saja mengatakan seolah-olah Aku ingin merampas Rendy kembali darinya. !" sahabatku menjelaskan keenggananku.
Obrolan kami terjeda dengan kedatangan pelayan yang membawakan makanan pesanan kami
__ADS_1
" May Coba lihat deh ke arah barat daya !! itu mantan pacarmu dengan sahabatmu bukan sih ?" tiba-tiba saja Mbak meta mau menginterupsi pembicaraan kami. Sontak aku pun menoleh ke arah yang ditunjukkannya. Dan memang benar di sana ada Arman dan Regita sedang duduk makan bersama
" Iya mbak itu memang mereka. " jawabku dan tak kusangka Regita juga melihat ke arahku. Aku cuek memalingkan muka malas rasanya jika harus berurusan dengan mereka kembali
tapi masalahnya Regita , sepertinya justru berpikiran lain dia berdiri dari tempat duduknya dan mengajak Arman untuk berdiri lalu mereka berjalan ke arah kami Oh Tuhan ini benar-benar membuatku bad mood selera makanku tiba-tiba saja hilang aku pun menghembuskan nafas kasar
" Halo Maya kita bertemu kembali !!" siapa Regita sok centil , Aku benar-benar muak mendengarnya. ingin rasanya aku segera berdiri dan pergi dari tempat itu tapi mbak Meta mengisyaratkan agar aku bersikap calm down. Sehingga aku pun punya ide untuk mengerjai mereka
" Ada apa ibu Regita dan Bapak Arman Apakah ke kalian kekurangan uang dan ingin makan bergabung bersama kami ??!" sontak saja pertanyaanku membuat Regita menjadi emosi
" Jangan sombong kamu Maya !!! Aku tahu kamu mendapatkan posisimu dengan cara merayu bosnya Mas Arman. iya kan. ??!!" Rupanya dia masih juga tak jera , masih berniat untuk mengusikku dan ingin mencoba mempermalukanku Walaupun dia tak tahu fakta tentang aku.
" Regi hentikan.. Bu Maya maaf, saya akan membawanya pergi. " ucap Arman , Sepertinya dia lebih tahu diri
" tidak Mas kamu jangan mudah dibodohi olehnya ., Bukankah kamu bilang sebelumnya bahwa perusahaan itu pemiliknya bernama Ibu Farida dan Pak Rendi mana mungkin tiba-tiba saja itu menjadi milik Maya. !" suara Regita berapi-api Rupanya dia masih juga tidak paham situasi yang terjadi di halaman parkir perusahaanku pada waktu itu. aku memilih diam mencoba untuk mendengar lagi apa yang akan dia katakan selanjutnya
"plaakk..!!" aku terkejut saat tiba-tiba saja Mbak Meta berdiri dan melayangkan tangannya di pipi kiri.
Aku sampai ikut memegangi pipiku sendiri terdengar dari suaranya yang begitu keras terbayang olehku betapa kuat tamparan dari Mbak Meta
" berani kau menghina saudaraku. ..!?" ucap mbak Meta berang. tampaknya mbak Meta benar-benar marah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Regita untukku
" dan siapa Kau berani sekali ikut campur urusan kami..??" herdik Regita sambil masih memegangi pipinya
__ADS_1
" sungguh kau ingin tahu siapa aku..?" tanya pada kekasihmu Mungkin dia sedikit tahu.!!, Oh iya aku lupa kekasihmu itu bahkan baru satu minggu bekerja di perusahaan kami Mana Mungkin dia bisa mengenalku dengan baik,.!!" WhatsApp Mbak Mita terdengar pongah sungguh aku menyukai Gayanya yang seperti itu.
" Maya maaf ini benar-benar kesalahanku.. !" ucap Arman menunduk kan kepala
" untuk apa kau meminta maaf Mas aku tidak merasa bersalah Aku mengatakan fakta yang sebenarnya.!" Regita masih juga belum puas
" Regi sudah cukup hentikan . !!
kau akan membuat aku berada dalam kesulitan.!!" tampaknya kali ini Arman benar-benar ketakutan
" Regi Aku sungguh ingin tahu, sebenarnya apa masalah mu dengan ku. ?!
kau seolah tak puas mencari gara-gara denganku , kau menginginkan Arman aku sudah memberikannya padamu secara gratis . Apa itu masih tidak cukup..?? "
"Jika kau ingin tahu siapa yang sedang berdiri di hadapanmu, sekarang akan aku beritahu !
beliau adalah ibu meta , Kakak dari Pak Rendi atasan dari Kekasihmu ! Apa jawaban itu sudah cukup memuaskan bagimu. "
" dan untuk anda Pak Arman, Mungkin akan lebih baik jika anda mengundurkan diri dari perusahaan, karena selama anda masih berada di perusahaan saya , maka kekasih Anda tidak akan pernah berhenti mengganggu saya.!!"
" dan sebaliknya jika, Anda masih ingin tetap bekerja di perusahaan, maka kendalikan kekasih anda , jangan sampai dia terus-menerus membuat kekacauan , Apakah Anda paham, ??"
" Iya Maya ah Maaf maksud saya Bu Maya saya mohon maaf untuk kesalahan ini saya akan memperbaikinya permisi..!" Arman membungkuk hormat dan selanjutnya menyeret ke tangan kekasihnya untuk pergi dari hadapan kami, sedangkan Regita berusaha merontak melepaskan tangannya tampak sekali Dia tidak puas dengan yang terjadi saat ini
__ADS_1
" kau benar-benar membuatku malu Regi , apa kau ingin membuat aku kehilangan pekerjaan..??!!" masih kudengar suara Rendy yang memarahi Regita sambil terus berjalan menjauh. tampaknya Arman benar-benar marah
sepeninggalan Arman dan Regita aku dan mbak Meta segera melanjutkan makan kami yang tertunda walaupun rasanya sudah kurang enak karena sudah menjadi dingin tapi akan sangat mubazir jika kami tidak jadi memakannya adalah tantangan bagi kami untuk membuang-buang makanan karena kami pernah merasakan hidup susah dan kami juga pernah melihat orang yang kekurangan makanan Untuk itulah kami selalu menghargai apapun yang ada di hadapan kami dan kami selalu berusaha untuk bisa menciptakan kegembiraan bagi orang lain