SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Kata Cinta Tanpa Realita


__ADS_3

"Mbok mau makan apa..?" tanya ku ketika kami sudah duduk manis di rumah makan, yang menampilkan gaya warung lesehan


"Emmm... apa ya..?" tuh kan si Embok malah bingung.. "Kalau mbak Maya mau nya makan apa..?" malah balik bertanya. selalu saja seperti itu, si Embok selalu merasa sungkan kalau di suruh milih menu duluan tiap di ajak makan di luar,


padahal sudah berulang kali aku bilang ke simbok untuk bersikap biasa seperti dengan anaknya sendiri, tapi dia selalu tetap menjaga tembok batasan antara majikan dan pekerja, padahal aku tak pernah memperlakukan nya seperti pembantu pada umumnya, walaupun ada kalanya dia bersikap agak selengek an, tapi batasan itu selalu ada baginya. hemhh... aku menghela nafas tertahan


"" Maya mau makan rica ayam sama tumis kangkung mbok, kalau simbok boleh pilih apa yang lain yang simbok suka, gak harus sama kayak Maya...! " ucapku sambil menggenggam tangan nya


"Simbok suka kok rica ayam, sama tumis kangkung juga,..!" sahutnya dengan mata berbinar, sambil tepuk tangan lagi,


aku jadi ingat waktu aku kecil dulu, bibiku memasak ayam opor waktu habis terima upah mencuci pakaian tetangga, aku berteriak hore dan berlompatan kegirangan , sambil betepuk tangan. seperti itu lah simbok di mataku saat ini,


Aku tersenyum melihat tingkahnya, memang benar kata orang, jika orang sudah tua, kadang sifatnya jadi kembali seperti anak kecil.


Dulu sekali waktu simbok masih ikut di rumah besar Bu Farida, simbok pernah cerita kalau di desa tidak pernah makan lauk daging ayam, jangankan beli ayam , bisa beli beras saja sudah syukur, begitu katanya


menurut mas Rendy, simbok sudah ikut ibu sejak mas Rendy masih duduk di bangku SD, jadi sejak simbok masih muda


karena itu lah simbok sudah seperti keluarga sendiri bagi kami, apalagi bagi aku yang datang belakangan. ibu meminta kami tetap menampung simbok meskipun nanti simbok sudah tak lagi bisa bekerja, katanya simbok memang tak punya sanak saudara di desa , selain keponakan nya, itu pun keponakan nya sudah ikut suaminya


"Ya sudah kalau gitu nasinya dua, ayam rica dua porsi, sama tumis kangkung nya dua porsi ya mbak, !" ucapku pada pelayan warung yang menghampiri kami. "Oh iya sama minumnya es teh dua ya !!" tambahku


Kalau makan di luar dengan simbok kami memang selalu memilih warung sederhana, karena simbok tidak suka makanan modern yang bergaya barat atau Korea, China dan sebagainya, katanya tidak cocok sama lidahnya, karena rasanya hanya asin melulu

__ADS_1


jadi kalau pas makan diluar dan ada simbok di antara kami, maka kami akan memilih rumah makan yang menyajikan menu khas Indonesia, entahlah kenapa begitu, tapi kata mas Rendy memang itu sudah seperti tradisi yang di lakukan sejak jaman ibu.


walaupun simbok juga tidak akan menolak jika memang kami maunya di restoran non Indonesia, tapi ibu pernah bilang kalau lebih setuju dengan simbok yang mencintai menu Indonesia, bahkan ibu dengan gurauannya pernah mengibaratkan simbok sebagai patriot sejati yang tak tergoda dengan budaya asing , konyol kan , apa hubungannya coba antara makanan dengan patriot, gak nyambung blas


"Iihh... mas apaan sih , jangan taruh semua lauknya di piring Dinda...!!??" kudengar rengekan manja yang berasal dari meja di belakang Mbok Minem. terdengar jelas karena posisi kami yang berdekatan.


"Tak apa biar kamu cepat besar..!" suara silelaki yang di panggil mas itu sambil mengacak rambut si gadis yang tadi kudengar bernama Dinda "Mas doain biar Dinda gendut ya.. biar nanti mas bisa punya alasan kalau ketahuan selingkuh kan !" si gadis terlihat cemberut manja. entah kenapa aku malah asik memperhatikan mereka,


"Apaan sih kamu ini yang, gak ada ya mas pikiran kayak gitu.." jawab si lelaki. "udah makan mas ngasih lauknya ke kamu itu karena mas gak terlalu lapar ini tadi..! kan mas tadi habis makan juga sama teman mas "


"Mas selalu saja pinter alasan, kenapa sih kalau kita makan berdua , mas selalu ngasih lauknya lebih banyak ke aku, mas malah ngambil nasi aku..?! memangnya enak makan tanpa lauk ??!" tanya si gadis


kulihat si lelaki, memandang sejenak gadisnya ada tatapan penuh kasih sayang di sana, "udah di bilang in ini tadi memang mas habis makan di kantin sama teman kok gak percaya, udah makan yaa..!" ucapnya lembut.


ada yang tak diungkapkan dengan kata, hanya tersimpan di sorot matanya, itu adalah kata cinta. ya si cowok itu selalu memberikan sebagian lauknya untuk gadisnya, karena rasa cinta yang begitu besar dan tulus. entah kenapa aku bisa menterjemahkan arti sorot mata lelaki itu seperti itu


"Yang.... enak ya makanan di sini .. , tapi sayang agak mahal..! Porsinya dikit lagi..!" ucap seorang lelaki pada kekasih


"Iya mas ... eh mas mau cobain punya ku gak , ini enak juga lho..!" balas si cewek


"Wah iya enakan punya kamu ternyata..!"


"Nih mas ..! mas Arman ambil aja punya ku kalau mau..!" ya lelaki itu adalah Arman

__ADS_1


"Eh jangan dong May... kalau punya mu aku makan , kamu makan apa, mau tukeran juga punya ku dah mau habis.!" dan yaa, cewek itu adalah Maya, si bodoh tolol


"Gak papa lah mas.. kan aku sering makan ginian , di toko tempatku kerja sering dapat jatah makan kayak gini..!?" itulah Maya, aku yang dulu yang masih saja bodoh


"Jadi beneran ini boleh buat aku..??" tanya Arman, dan ku balas dengan anggukan kepala


"Kamu benar-benar baik , jadi makin cinta deh, aku sama kamu..!" tanpa basa-basi lagi Arman langsung mengeksekusi makanan itu dengan lahap, sedangkan aku sudah cukup kenyang makan kata cinta darinya.


"Mas .. mau sekali an bungkus yang buat makan nanti sore gak, biar mas Arman gak bingung cari makan lagi nanti..? " tanya ku dengan semangat dana mata penuh binar cinta, seolah yang kulakukan itu adalah sesuatu yang sangat membahagiakan


"Eh.. .!? " mas Arman mendongak menatap ku "jangan yang, gak usah , tar yang ada uangmu habis..! aku jadi kasihan nanti sama kamu..!" Arman menggoyang goyangkan, dua telapak tangannya seakan menolak


"Gak akan mas, aku masih ada kok pegangan dikit, kan seminggu lagi aku gajian ??!!" aku tak mau di bantah, karena aku begitu bahagia bisa berguna untuk nya


"Ya ampun yang... kamu baik banget sih... , Aku jadi gak tahu mau ngomong Apa, aku benar-benar makin cinta sama kamu yang, aku gak bisa bayangin deh kalau nanti kamu jauh dariku, aku gak bisa hidup tanpamu yang..!" oh .. sungguh ungkapan cinta yang manis. tentu saja maksudnya tak kan bisa hidup tanpa uang ku


itu dulu.., aku yang segitu bodoh , tak bisa membedakan cinta yang tulus dan yang palsu, tak menyadari kalau aku hanya dimanfaatkan


"Aku janji setelah aku sukses nanti, aku yang akan menafkahimu, tak kan ku biarkan kau bekerja keras seperti ini lagi !" siapa yang tak kan meleleh mendengar rayuan maut seperti ini,


tanpa ku sadari ucapan cinta itu hanya modus untuk membodohiku,


kalau aku pintar seharusnya aku bisa berfikir, cinta itu seperti yang kulihat di hadapan ku sekarang ini, tanpa kata , tapi ada realita

__ADS_1


 kata cinta yang tak pernah berwujud, ucapan yang hanya bualan tanpa realita,


dua tahun yang lalu aku menangis pilu dengan pengkhianatan nya , sekarang aku bahkan bisa mentertawakan diriku sendiri , mentertawakan mataku yang buta, tak bisa melihat kebenaran, benar-benar sesuai kata


__ADS_2