
Akhirnya hari itu pun tiba , hari di mana Arman dan Regita akan menikah , pagi-pagi sekali Regita sudah membersihkan tempat kontrakannya . karena Arman mau menginginkan pernikahannya di adakan dirumah saja , Tidak mau mengadakan pernikahan di masjid seperti yang diinginkan Regita , bahkan Arman Hanya mengundang dua orang saksi yang berasal dari tetangga sekitarnya. sungguh Arman benar-benar berniat untuk menyembunyikan pernikahannya, tapi Regita tidak khawatir , dia tersenyum di dalam hatinya
Tepat pukul 09.00 pagi Bapak penghulu datang. Regita berbasa-basi sebentar sambil menyuguhkan segelas teh dan beberapa cemilan di meja, sambil harap-harap cemas menantikan kedatangan Maya. hadir juga di sana dua orang ibu-ibu komplek yang dimintai tolong oleh Regita
" Apakah semuanya sudah siap ??" tanya Pak penghulu.
" sudah Pak"
" tunggu sebentar Pak !!"
Regita dan Arman menjawab dengan suara yang berbeda . Arman mendelikkan matanya ke arah Regita .
" apalagi yang harus kita tunggu ?? tidak akan ada tamu yang datang ! hanya ini yang aku undang !" katanya Arman agak kesal . jangan sampai Regita berbuat macam-macam itu yang ada dalam pikirannya.
Sedangkan Regita sudah mulai gelisah dan khawatir , Apa mungkin mayat tidak jadi datang ?? Tapi kegelisahan itu tidak berlangsung lama , karena beberapa saat kemudian ada suara mobil yang masuk di halaman depan, dan Regita tahu persis bahwa itu adalah mobil milik Maya.
Beberapa orang yang berada di dalam rumah sontak menoleh keluar. mereka heran Siapa tamu yang datang karena tidak pernah selama ini ada mobil yang masuk ke dalam kontrakan Arman
Arman terkesiap melihat Siapa yang datang. ada lima orang yang turun dari mobil, tiga diantaranya Arman tahu itu adalah Pak Rendy, Maya dan seorang yang bertemu dengan mereka di restoran beberapa hari yang lalu, sedangkan dua lainnya Arman tidak mengenalinya
" Assalamualaikum ..." ucap Maya dan mereka yang datang bersamanya.
" Waalaikumsalam ..." jawab mereka yang berada di dalam rumah.
Wajah Arman pucat pasi, dia tidak menyangka bahwa bos di tempatnya bekerja dan juga Maya akan menghadiri pernikahannya , terlebih lagi sebenarnya yang paling tidak diinginkan kerja kehadirannya adalah Maya , karena sebenarnya Arman tidak ingin Maya mengetahui bahwa dia telah menikah
" Pak Arman ini mau menikah tidak kabar-kabar ya...?!" suara Rendy memecah suasana yang tiba-tiba menjadi hening. Mereka berlima segera mengambil tempat duduk tanpa dipersilahkan
" sudah bisa dimulai Pak penghulu silakan Maaf kalau kehadiran kami menginterupsi acara sejenak. !" ucap Rendy mempersilahkan Pak penghulu untuk memulai acara ijap Kabul nya
................
"Saaahh...!!" sahut mereka serempak. Setelah ijab qobul yang diawali dengan ketegangan, dan wajah Arman yang nampak bias dan tak bersemangat , bahkan terlihat sangat enggan , dan bahkan juga dia tampak geram terhadap Regita, mungkin dalam pikirannya sudah bisa menduga bahwa regitalah yang telah mengundang Maya dan yang lain , akhirnya prosesi ijab qobul itu pun selesai.
__ADS_1
" Selamat atas pernikahan kalian ya Rey Arman !" ucap Maya memulai percakapan diantara mereka dan memberi selamat
" Terima kasih Maya " jawab Regita sedangkan Arman hanya menganggukkan kepalanya saja wajahnya tampak memerah entah menahan marah atau malu
" Ini hadiah untuk pernikahan kalian , maaf kami tidak membeli apapun, semoga ini lebih bermanfaat , !" ucap Rendy sambil menyerahkan sebuah Amplop yang terlihat tebal . Arman terlihat enggan , tetapi Regita segera menerimanya,
" Terima kasih Pak ! Terima kasih untuk hadiahnya, dan juga terima kasih untuk kehadiran anda , " agar kita berlaku sopan
" Terima kasih Pak !" mau tak mau Arman pun mengucapkan terima kasih Walaupun dia sangat malu
" Silakan dinikmati Pak .. Bu .. !" dua orang perempuan menyela , dengan membawa sebuah nampan berisi makanan dan cemilan juga minuman. Perempuan-perempuan itu adalah orang yang dimintai tolong oleh Regita
setelah berbincang-bincang sebentar, dan juga obrolan basa-basi yang sesungguhnya sama sekali tidak penting , karena bahkan Arman hanya banyak diam, dan hanya regitalah yang lebih banyak menimpali obrolan mereka , akhirnya kelima orang Tamu Istimewa di hari pernikahan itu pun berpamitan pulang, bahkan Pak penghulu dan dua orang saksi sudah pulang sejak tadi
" Baiklah... karena semuanya sudah selesai kami harus segera berpamitan , Ada hal lain yang harus kami urus setelah ini. !" ucap Rendy mewakili yang lain.
" Maya apa Boleh aku memelukmu ?!" ucap Regita terdengar sendu , bahkan wajahnya tertunduk sambil memilin ujung kebaya yang dikenakannya dengan jari-jarinya
ada rasa enggan dalam hatinya , Tapi walau bagaimanapun , dia ingat bahwa Regita adalah temannya dulu , dia sudah berucap untuk memaafkannya , maka dia tidak ingin mengingatnya lagi , dan tidak ingin mempersoalkannya .
Karena itulah Maya segera berjalan mendekati Regita , dan segera memeluk Regita , air mata Regita jatuh berurai.
" Maafkan aku May .." ucapnya sambil terus menangis berderai air mata." aku benar-benar minta maaf atas apa yang telah aku lakukan padamu selama ini " ucap Regita dengan suara yang terputus-putus karena Isak tangisnya
" Sudahlah semua sudah berlalu , semoga kau bahagia setelah ini , berubah lah menjadi lebih baik, demi anak yang ada dalam kandungan mu !" ucap Maya sambil menepuk-nepuk punggung Regita, dan kemudian egera melepaskan pelukannya
"aku harus segera Pamit ada hal yang harus kami urus lagi setelah ini. ! " ucap Maya lagi. sedangkan Regita hanya bisa mengangguk, bibirnya tak lagi bisa berucap karena terhalang tangisnya sendiri
................
" kok kamu mau maunya meluk di sih May.. ?!" sewot Marisa ketika sudah berada dalam perjalanan meninggalkan kontrakan Arman.
"iya nih si Maya.. ! " timpal Iqba l " padahal kan dia yang udah ngianatin kamu dulu ..?!"
__ADS_1
"Iqbal, Risa..!" bentak Rendy. " jangan jadi kompor ??!!" lanjut nya
"Gak papa sih mbak, mas, ..!" Jawab Maya.
" aku cuma mau berdamai dengan masa lalu saja, aku tidak mau hatiku di penuhi dendam dan kebencian. ibu pernah bilang, kalau kita bisa memaafkan orang yang telah menyakiti kita, maka hati kita akan lebih bahagia .!" tambahnya lagi
"Lagi pula juga Regita itu bukan hanya teman ku , kami masih ada hubungan saudara walaupun tidak begitu dekat.!" sambung Maya lagi
" Itu benar, May..!" sela Rendy. " dan kalian Iqbal,. Risa.. awas aja kalau mau jadi racun , aku adukan kalian sama ibu , biar di tarik telinga kalian.! "
" Ish ... Rendy apaan sih ..!" sahut Marisa sambil memegangi telinganya. sambil bergidik ngeri. rupanya terbayang olehnya kalau sampai dia benar-benar di jewer sama ibu.
kami pun tergelak bersama, dalam hati Maya bersyukur bisa berada dalam lingkaran mereka.
"Coba tadi mas Anwar ikut, pasti lebih seru..!" potong Iqbal di tengah tawa mereka.
" Seru sih seru.. tapi pasti aku nanti yang jadi sasaran ledekan nya dia !" gerutu Maya. yang membuat mereka lebih seru tertawa lagi
*
*
*
Hallo gaess ..
Habis baca jangan lupa like and subscribenya yaa...
Dukungan kalian sangat berarti banget buat Mia..
Makasih
Eemmuuuaacchh...
__ADS_1