
hari ini Randy disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk banyak sekali berkas-berkas yang bertumpuk di meja di hadapannya ada yang minta harus ditandatangani segera ada juga yang minta harus dicek ulang
" tok tok tok ...!" suara pintu diketuk dari luar.
" masuk ..!" pintu terbuka dari luar , dan menampilkan sosok yang sedang berjalan ke arahnya. seorang laki-laki yang mungkin seusia dengannya dengan amplop berwarna coklat di tangannya.
" selamat pagi Tuan mas bos...!" sapa orang itu lalu langsung duduk di kursi di hadapan Rendy tanpa menunggu di persilahkan. Rendy menghilang nafas kasar mendengar kata sapaan yang diberikan oleh orang itu padanya
" saya membawa berita yang tuan mas bas inginkan kemarin." ucap orang itu sambil menyadarkan amplop besar yang berada di tangannya tanpa menunggu Rendy bertanya karena tatapan Rendy sudah mengisyaratkan pertanyaan itu
"katakan !!" Apa yang kau dapatkan Tom ??" titah Rendy lalu menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya. Pria yang di panggil dengan nama Tom itu pun membuka amplop tersebut dan mulai menceritakan apa yang di dapatkan nya.
"Agung Wibowo , pria berusia 27 tahun, berasal dari desa Xx, kedua orang tua nya berprofesi sebagai peternak sapi , bukan hanya peternak mereka memiliki usaha peternakan sapi yang sangat besar untuk ukuran di desanya, keluarga mereka adalah orang kaya di kampung bahkan lebih kaya dari kepala desa . menurut warga sekitar keluarga juragan itu termasuk orang yang baik demikian pun dengan anaknya yang bernama Agung wibawa itu . pendidikan terakhir Agung wibawa, di universitas Xx, dengan jurusan manajemen akuntansi,dan ilmu bisnis.
__ADS_1
menurut teman-temannya agung mengambil perkuliahan itu bukan atas kemauannya sendiri melainkan atas dorongan dari kedua orang tuanya sedangkan sebenarnya itu bukan mata perkuliahan yang dia inginkan atas minat sendiri Agung mempunyai hobi mengambil gambar atau fotografer akan tetapi kendati demikian Agung termasuk pria mahasiswa berprestasi dan juga masih menurut teman-temannya dia termasuk anak yang berbakti terbukti walaupun dia tidak menyukai perkuliahan yang diinginkan orang tuanya tetapi dia tetap bisa menjadi kebanggaan dia bisa menjalankan atau dengan kata lain memenuhi keinginan orang tuanya sekaligus menjalankan hobinya sendiri dalam waktu yang bersamaan
begitu juga sewaktu masih duduk di sekolah menengah atas Agung termasuk siswa berprestasi sering kali mengikuti perlombaan olimpiade . foto-foto yang ini adalah dokumentasi Agung sewaktu masih di sekolah menengah atas ucap orang itu sambil menggeser foto-foto di hadapan Rendy menurut para pembimbingnya tidak pernah satu kali pun Bowo melewatkan jika ada event atau perlombaan apapun di sekolahnya baik itu dari akademik maupun non akademik. Ini adalah gambar berbagai trophy yang di jadikan dokumentasi sekolah.
Rendy hanya melihat saja foto foto yang di tunjukkan Tom , tanpa berniat untuk menyentuhnya.
~"Dia terdengar sangat sempurna, sama sekali tidak memiliki nilai minus !"~ gumam Rendy dalam hati
"Agung juga termasuk salah satu orang yang sangat baik pada nona mbak bos, !" lanjut Tom
"Dan sebenarnya....!" Tom menjeda ucapannya. Rendy mendongak, mengalihkan perhatian nya dari foto foto yang berjajar di meja . Melihat tatapan Rendy yang lurus menyorot padanya, walau tanpa bicara, sudah seperti isyarat bagi Tom untuk melanjutkan keterangan nya.
"Agung Wibowo ini juga yang membiayai sekolah nona Maya .!"
__ADS_1
Jeduar...
Kalimat terakhir Tom seketika membuat Rendy bangkit tegak dari posisinya yang semula bersandar. Di sambarnya dengan cepat kertas kertas juga foto dan juga bahkan ada pula berlembar-lembar kuitansi pembayaran pendidikan Maya.
Wajahnya memerah, Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk. Diremasnya kertas_kertas itu hingga lecek. Ada yang ingin meledak dari dalam dadanya.
~aku sudah tau pasti akan seperti ini reaksinya, tapi aku juga tidak mungkin menyembunyikan nya ~ gumam Tom dalam hati.
" kenapa kemarin Maya tidak menceritakannya padaku? Apa yang ingin dia sembunyikan!!" ucap Rendy dengan gigi bergemeletuk menahan geram.
"Nona Maya tidak mengetahuinya. !" ucap Tom yang membuat Rendy kembali menatapnya
"Pihak sekolah mendatangi nona Maya, dengan dalih mendapatkan bantuan bea siswa untuk anak berprestasi. dan tidak ada yang mengetahui hal tersebut selain Agung sendiri dan pihak bendahara sekolah, bahkan orang tua Agun pun. Agung membiayai itu menggunakan uangnya sendiri yang di sisihkan dari uang sakunya setiap hari.
__ADS_1
Rendy terhenyak, punggungnya kembali terhempas menyentuh sandaran kursi. Ada kekalutan yang tiba tiba muncul menguasai hatinya