SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
lamaran tiba tiba


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain


di sebuah rumah yang cukup mewah. Rendy berjalan memasuki rumahnya dengan langkah yang gontai , kepalanya tertunduk. dihempaskannya tubuhnya di atas sofa . mengingat kilasan-kilasan yang baru saja terjadi di depan matanya .


dia tahu sangat tahu bahwa Marissa sedang terluka , Sama halnya Dia sangat tahu , bahwa Marisa hanya pura-pura tegar di hadapannya .


Rendy menghempaskan nafasnya kasar , menarik rambutnya , seperti beban berat dalam hidupnya dia tak pernah seperti ini . biasanya dia selalu siap menghadapi apapun.


Rendy adalah pebisnis bertangan dingin , tak ada klien-kliennya atau bahkan musuh-musuhnya yang tidak segan padanya . dia merajai perputaran bisnis yang ada di kotanya bahkan sampai ke luar kota, dan luar negeri.


tapi jika sudah menyangkut dengan orang terdekatnya , dan melihat orang itu terluka , Apalagi itu terluka oleh dirinya . Rendy Sungguh tak sanggup, akan tetapi dia juga tidak bisa untuk membuat pilihan yang di luar dari keinginan hatinya. dia hanya berdoa semoga setelah ini akan ada laki-laki baik-baik yang bisa mengambil dan mengisi ruang hati Marissa.


****************


sebulan telah berlalu dari hari itu hari dimana rendy dan merasa duduk berdua berbicara tentang perasaan Marissa yang tak sanggup untuk dibalasnya hari ini sudah pukul 08.00 malam di sebuah restoran mewah...


" Mas Rendi habis menang tender ya ?? pakai acara ajak traktir makan malam segala !?!" ucap Maya begitu dia tiba di tempat itu , sebenarnya Maya merasa heran ini tidak seperti biasanya . karena kalau Rendy ingin mengajak makan keluar, biasanya dia yang akan menjemputnya . tapi ini tadi Rendy mengabarinya dan menunggunya di sebuah restoran,


Karena itulah Maya yang sebelumnya ingin hanya tidur-tiduran saja di rumah , dengan baring-baring di tempat tidur, sambil membaca novel online , agar bisa mengistirahatkan tubuhnya, setelah seharian bekerja, bergegas beranjak memenuhi undangan Rendy. dilihatnya dari tadi ketika dia masih berjalan Rendi bahkan sudah siap berada di tempat duduknya


" Tumben restoran ini sepi ya Mas?? Padahal malam minggu ,? biasanya kan kalau malam minggu rame banget di sini ?! ". Maya melihat sekelilingnya , sedangkan Rendy sendiri sejak tadi hanya diam sambil menatap ke arah Maya .


dan sesungguhnya itu membuat hati Maya menjadi dag dig dug


Itulah sebabnya dia lebih senang mengalihkan pandangannya pada tempat sekitar.


Dan disadarinya bahwa di tempat itu hanya meja mereka berdualah yang terisi , Sedangkan tempat lainnya kosong.


" May... " mulut Rendy akhirnya terbuka Setelah dari tadi hanya terdiam

__ADS_1


" ya Mas...?" jawab Maya sambil mendengarkan wajahnya ke arah Rendy. tetapi Rendy kembali terdiam.


beberapa pelayan restoran datang membawa hidangan . berupa makanan dan juga minuman.


" Wah .,.. Padahal aku belum pesan, tapi mereka sudah menghidangkannya , Mas Randy yang pesan duluan ya ..?" Maya bertepuk tangan demi mengurangi kegugupan hatinya. Demi menyaksikan hidangan-hidangan yang ada di hadapannya dan dia tahu itu adalah makanan kesukaannya, ada rasa hangat dalam hatinya mengingat Rendy tahu apa yang disukainya...


" iya ini masih Makanan kesukaanmu kan ? Ayo kita makan Aku sudah lapar.!" Jawab Rendy.


*


*


*


"Ada yang ingin aku katakan..! " suara datar itu tiba-tiba saja memecah keheningan. Maya sendiri tadi sempat heran, kenapa Rendy tiba-tiba berubah jadi pendiam. bukankah biasanya sifat pendiam nya itu hanya berlaku dikalangan pebisnis alias orang luar saja. tapi Maya tak ingin lancang bertanya. Mungkin saja Rendy sedang ada masalah dengan perusahaannya begitulah pikir Maya


"Apa itu mas.. Maya ada melakukan kesalahan ya di perusahaan.. ?!" tanya Maya ,sedikit takut.


"Uhuk.. uhuk.. !" Maya tersedak ludahnya sendiri, Rendy sontak mendekat, di ulurkannya gelas jus yang masih berisi separuh . lalu di usapnya punggung Maya. memang seperhatian itulah Rendy jika dengan orang terdekat yang di sayangnya .


"Mas Rendy apaan sih ... mau ngerjain Maya ya..?!" Maya berpura-pura marah untuk menetralkan detak jantung nya yang bertalu talu mendengar kata-kata Rendy barusan.


"Aku berkata yang sesungguhnya, ayo kita menikah. !" Maya membelalakkan matanya. tadinya dia pikir kalau Rendy hanya bercanda. ditatapnya lekat wajah Rendy yang juga sedang menatap nya , dua pasang mata beradu,


Maya mencoba mencari sesuatu dari balik tatapan itu.


"Kamu beneran mas Rendy kan ?! atau jangan-jangan kamu penampakan yang menyamar sebagai mas Rendy..?" tanya Maya setelah beberapa saat mengamati


"pletak... auws..!" Maya meringis memegangi dahinya yang terkena sentilan jemari Rendy. "Mas Rendy apaan sih ??! kenapa Maya di sentil coba , memangnya Maya salah apa.??" Maya tidak terima

__ADS_1


"Kau itu sudah mengacaukan suasana lamaran yang romantis tahu..?!" hardik Rendy.


"Memangnya Mas Rendy ini beneran sedang melamarku ?!" tanya Maya.


~lamaran romantis apaan ini sama sekali tidak romantis , mana ada cowok yang melamar seorang gadis dengan wajah kaku seperti itu~ pikir Maya dalam hati. tapi tentu saja Maya tak berani menyuarakan nya.


"Tentu saja aku serius, apa kau pernah melihat aku bermain main dalam berbicara ?!" jawab Rendy tegas. sorot matanya menatap tajam ke arah Maya. merasa sedikit kesal karena Maya meragukan ucapannya.


Maya menundukkan wajahnya, tentu saja dia bahagia mendengar lamaran itu. tapi ada yang mengganggu pikirannya.


"Apa yang membuatmu ragu menerima ku..?!" tanya Rendy seolah mengerti akan kegelisahan Maya


" Jika yang kau maksud adalah lamaran ini , yang seperti tidak kau harapkan, jangan khawatir ini hanya aku ingin memastikan bahwa kau menerima aku saja , setelah ini akan ada lamaran resmi yang datang ke rumahmu kau ingin lamarannya Seperti apa katakan saja..?!"


" bukan seperti itu mas . sejujurnya saja ada yang mengganggu pikiranku . apa Boleh aku minta waktu beberapa hari ? Aku ingin... "


" Tidak...!!" potong Rendy tegas, sebelum Maya menyelesaikan ucapannya


"Jika ada yang mengganggu pikiranmu ... Katakan padaku..!! Mari kita selesaikan bersama.!!" lanjut Rendy kemudian .


Maya terdiam Ada yang ingin dia katakan tapi dia ragu untuk mengatakannya


" Ada apa katakan saja..!" ucap Rendy


" Bagaimana dengan Mbak Risa ??!" tanya Maya lalu memandang lekat Rendy.


" Memangnya ada apa dengan Risa ?" Randy langsung tersentak dengan pertanyaan Maya . apa Maya tanya tahu sesuatu ? pikirnya


" sebagai sesama wanita aku tahu Mbak Risa juga suka sama Mas Rendy. Apa tidak masalah jika aku menerima lamaran Mas Rendy sedangkan Mbak Risa lebih dulu mengenal Mas Rendy, dan lebih dulu menaruh perhatian pada Mas Rendy ? sejujurnya aku memang menyukai Mas Rendy. tapi aku juga tidak ingin membuat mbak Risa terluka

__ADS_1


" Jadi kau sudah tahu ?!"


"Tentu saja aku ini juga wanita . dari cara dia memandang Mas Rendy, dari cara dia memperhatikan, dari cara dia menyiapkan segala kebutuhan , apa yang mas Rendy butuhkan ketika berada di rumah besar . Aku tahu semua gerak-gerak Mbak Risa , aku tahu Mbak Risa menyukai Mas Rendy.


__ADS_2