
Waktu pulang selalu menjadi waktu yang paling di tunggu-tunggu oleh setiap mereka yang bekerja. entah itu bawahan maupun atasan. Begitupun dengan Maya, dengan badan penatnya dia mengendarai mobilnya membelah jalanan ibukota.
niat hati ingin dia bergegas agar lekas sampai di rumah, akan tetapi dia terpaksa harus memperlambat laju kendaraanya ketika netranya menangkap sosok yang dikenalnya sedang mengutak-atik mobilnya di pinggir jalan.
~"Seperti nya rencana ku akan lebih cepat berjalan dari yang ku bayangkan ~ gumam Maya.
" Tit.. Tit..!" bunyi klakson Maya membuat sosok itu menoleh ke belakang.
" Kenapa dengan mobilmu ??!" tanya Maya sambil melongok keluar jendela.
"Tidak tahu , mungkin karburator nya kotor , padahal belum ada sebulan dia keluar dari bengkel..!" jawab orang yang tidak lain adalah Arman
"Naiklah, aku antar ..!" seru Maya
"Tapi mobilku ?!" Arman me ragu
"Biar aku hubungi bengkel untuk mengambil nya. !"
"Apa tidak merepotkanmu?? " Maya mendengus kesal mendengar pertanyaan basa basi itu. "Ah baiklah.. jangan marah ya..?! kalau marah kau membuatku gemas ?!" Maya berasa mau muntah mendengar gombalan itu.
" Apa tempat tinggalmu masih yang kemarin untuk ijab Kabul..?! " tanya Maya.
"Emh iya.." jawab Arman merasa tidak enak
"Seperti nya kau bahagia. hidup bersamanya ?!" tanya Maya berlagak sinis.
"Tidak , tentu saja tidak. aku benar-benar pasti akan menceriakan nya. " ucap Arman tergagap
"Bulshit.. ini bahkan sudah satu Minggu , sejak kau mengatakannya di pantry waktu itu. rupanya aku salah telah mempercayaimu lagi" Maya pura-pura marah.
"Tidak ... tidak, kau harus mempercayaiku. baiklah, aku akan menceraikannya begitu aku sampai di rumah nanti. !" janji Arman
dan tanpa terasa mereka telah hampir sampai di dekat rumah kontrakan Arman bersama Regita
"Aku mengantarkanmu sampai sini saja. kalau Regita melihat ku dia pasti akan mengamuk. !" kata Maya sambil hendak menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang agak berjarak .
"Tidak masalah bagiku kalau dia mengamuk. justru itu kesempatan ku. kau harus melihat sendiri aku menceraikannya, agar kau tak ragu lagi padaku.!" bantah Arman
__ADS_1
"kau yakin ..?!" tantang Maya .
"Tentu saja. lagi pula hubungan kami tak pernah harmonis sejak awal. !"
dan Maya pun kembali melajukan mobilnya.
hingga akhirnya berhenti tepat di halaman kontrakan Arman. tampak dari arah dalam Regita berjalan tergopoh-gopoh, karena ada mobil yang parkir di halaman rumahnya.
tapi kemudian langkahnya terhenti begitu melihat siapa yang datang. Arman segera turun tapi tidak dengan Maya.
"Kalian..??!" Regita tak tahu mau bertanya atau bicara apa dengan kedatangan mereka
" Aku mengantar suamimu ..!" seru Maya menjawab kebingungan Regita.
" Maya tunggu, ! jangan pergi dulu. !" tangan Arman, memegang jendela mobil Maya, saat Maya ingin segera berlalu. Maya hanya diam menatap nya tanpa bertanya.
"Kau harus mendengar sendiri apa yang akan aku ucapkan pada Regita.!" Maya melihat Arman dan Regita bergantian. Arman melangkah meninggalkan Maya yang terdiam di mobil , lalu menarik tangan Regita agar mendekat ke mobil .
"Ada apa ini ..?!" tanya Regita yang masih bingung. Arman mengambil nafas dalam lalu membuang nya kembali, lalu menghadap ke arah Regita.
"Ini tidak mungkin mas.. !" Regita menggelengkan kepalanya.
"Maya .. sekarang kau percaya padaku kan ?!" Arman menoleh ke arah Maya dan terlihat gadis itu tersenyum.
"Maya.. Ini ... Katakan ini prank ..!" Regita benar benar shok.
"Apa setelah kalian bercerai dia akan tetap tinggal di sini ?" senyum itu hilang dari wajah Maya.
"Tentu saja tidak. !" jawab Arman, lalu kembali menoleh ke arah Regita. "Sekarang juga kemasi barang barangmu dan tinggal kan tempat ini !" perintah Arman pada Regita. lagi lagi Regita menggelengkan kepalanya. Benar benar masih bingung dengan apa yang baru saja di dengarnya, karena tidak sabar menunggu pergerakan Regita, Arman pun bergerak masuk kedalam, di kemasi nya barang Regita yang tak seberapa banyak, di masukkan nya ke dalam tas besar. lalu di bawa keluar dan di lempar kannya ke bawah kaki Regita yang sedang menangis histeris.
"Aku sudah membantumu berkemas , segeralah pergi !" bentak Arman.
"Aku mau pergi kemana mas ?!" tanya Regita dengan air mata yang masih berderai.
"Terserah, aku tidak peduli..! cepat lah , jangan banyak drama !" sentak Arman lagi , sedang Maya hanya melihat saja pertunjukan itu.
"Kau tega mas ? aku ini sedang hamil besar. bagaimana jika terjadi sesuatu ?!" Regita menghina
__ADS_1
"Sudah ku bilang aku tidak peduli !" jawab Arman nyaris berteriak. Regita mencoba untuk berdiri. di usapnya air matanya. lalu berdiri menghadap ke arah Maya yang masih hanya duduk bersandar di belakang kemudi.
"Kenapa kau lakukan ini padaku May...? aku pikir kau sudah memaafkan ku..?" Regita menggelengkan kepalanya sambil menatap Maya, Maya memalingkan wajahnya tak ingin melihat atau pun menjawab. malah bermain dengan ponselnya, seolah tak peduli dengan apapun yang di dengarnya
"Baiklah tak apa. aku mengerti May.. mungkin ini caramu menghukumku. aku tak akan mengharapkan belas kasihan dari kalian. semoga kalian puas dengan apa yang kalian lakukan hari ini.!" ucap Regita lagi lagi sambil mengusap air matanya. lalu mengambil tas yang baru saja di lempar oleh Arman tadi. di pandangnya sebentar wajah Arman yang melengos tak ingin menatap nya . di pandangnya juga tempat yang selama beberapa tips ini menjadi tempat nya berteduh bersama Arman, lalu dilangkahkannya kaki nya , berlalu pergi dari tempat itu. meski dia tak tahu akan ke mana
"Sekarang kau sudah percaya kan Maya..?!" tanya Arman. membuat Maya yang sedang berbalas pesan dengan seseorang nyaris terlonjak . Untung saja bisa menguasai diri
"Tentu saja ..!" jawab Maya sambil tersenyum
"Setelah ini kita akan kembali bersama kan ?!"
Arman memastikan.
"Kita lihat saja nanti ..!" jawab Maya tersenyum sambil mengotak atik ponselnya
"Kau sedang bicara sama siapa?!" Arman seolah curiga.
"Oh ini , mobilmu sudah di derek oleh orang bengkel , dan akan di antar ke sini kalau sudah jadi. aku sudah memberikan alamat ini pada orang bengkel !" jawab Maya. " dan jangan khawatir aku yang akan membayar biaya nya." lanjut Maya lagi.
~anggap itu sebagai tebusan kau telah melepaskan Regita ~ batin maya
"Apa.. kenapa harus merepotkanmu..?!" tentu saja dalam hatinya Arman berbunga, dia tak kan kehilangan uang untuk perbaikan mobilnya. dan bahkan melupakan kecurigaan nya barusan . ternyata Maya SE peduli itu padanya. dan tentu saja dia berharap akan bisa mendapatkan apapun yang di inginkan nya dari Maya.
Bahkan Arman juga berfikir dari pada sibuk menyimpan dendam untuk maya , lebih baik berfikir bagaimana caranya bisa hidup bergelimang harta.
" kalau begitu aku pulang dulu ya .. aku lelah harus segera sampai rumah. lagian ini sudah sangat sore.!" ucap Maya sambil tersenyum
"Baiklah, pulang dan istirahat lah , jangan sampai kamu sakit nanti.. !" balas Arman. dan tanpa basa-basi lagi Maya segera menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi dari tempat itu. dan begitu dia keluar dari komplek, hilang sudah senyum dari bibirnya berganti dengan wajah datar
beberapa saat berkendara, ponsel di sakunya berbunyi
" Bagaimana..?! " tanya Maya setelah tahu siapa yang menghubungi nya
"Sudah beres mbak..!"
"Good job..!"
__ADS_1