SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
Regita Hamil


__ADS_3

Arman mengikuti langkah dua suster yang sedang mendorong kursi roda regita menuju ruang bidan, ada kegelisahan dalam hati Arman,, takut dan khawatir terjadi sesuatu dalam diri Regita, tetapi itu bukanlah perasaan cemas karena menyayangi Regita , melainkan takut dia yang akan disalahkan, jika benar-benar terjadi sesuatu yang membahayakan, karena Regita pingsan setelah mendengar kemarahannya.


" silakan dibarengkan di bet ya pak ! " ucap seorang bidan yang berjaga di ruangan tersebut , dan Arman pun segera mengangkat tubuh kursi Regita yang berada di kursi roda , untuk dibaringkan di atas bed klinik tersebut


 setelah itu bu bidan segera memeriksa keadaan Regita , dimulai dari denyut nadi, detak jantung , dan juga mata dan bagian perut.


" Apakah ada sesuatu yang baru saja terjadi pada Bu Regita pak ??!" tanya Bu bidan


" Tidak ada Bu bidan, hanya saja tadi kami memang sedikit bertengkar, dan juga tad pagi memang dia mengeluh perutnya terasa mual mual, lalu dia juga muntah muntah begitu..!" Arman menjelaskan dengan perasaan yang takut, tapi Arman merasa heran , karena bidan tersebut malah tersenyum mendengar ucapannya


" Ada apa bu bidan?? Kenapa Bu bidan malah tersenyum ?? Apa yang sebenarnya terjadi pada Regita ??" tanya Arman dengan gelisah


" tidak ada apa-apa Pak Arman !" ini bukan sesuatu yang serius, sebenarnya ini juga, baru dugaan awal saja, dilihat dari ciri-ciri bu Gita , dilihat dari denyut nadi , dan juga bagian perutnya yang agak kaku, dan juga ciri-ciri yang Pak Arman sebutkan bahwa bu Rekita tadi pagi mual-mual dan muntah menurut diagnosa saya, bu Regita kemungkinan besar sedang mengandung , Selamat ya Pak, anda akan segera menjadi seorang ayah, !" ucap Bu bidan menjelaskan diagnosanya, sambil tersenyum dan mengulur tantangannya untuk memberi selamat pada Arman


" akan tetapi untuk lebih jelasnya , Pak Arman bisa membawa bu Regita ke dokter obigin, atau juga dengan dicek menggunakan tespek !" sambung bubudan lagi

__ADS_1


 Arman melongo , Dia sangat syok mendengarnya, bukan ini yang dia inginkan. karena sesungguhnya, dia tidak siap menerima kehamilan Regita , dan juga sesungguhnya, Dia baru saja berniat untuk meninggalkan Regita , dan ingin mengejar Kembali Cinta Maya.


 Akan tetapi jika Regita hamil , kemungkinan untuk meninggalkan Regita , tentu saja sangatlah sulit, Regita pasti akan meminta pertanggungjawaban darinya , dan mau tidak mau dia harus tetap bersama dengan Regita ah ....sial.... sial.... begitulah yang ada dalam batinnya . musnah sudah harapan untuk kembali bisa berdekatan dengan Maya , hilang sudah harapannya untuk bisa menikmati hidup mewah dengan Maya.


Cih... percaya sekali dia, bisa-bisanya berharap bahwa Maya akan mau kembali dengannya , benar-benar laki-laki tidak tahu diri,


 Arman berjalan mondar-mandir di ruangan tempat Regita dirawat Entah kenapa Regita tidak juga siuman apa sebenarnya yang membuatnya pingsan selama itu ??


 "Bu, Regita pingsan karena hormon kehamilan, dan juga kelihatannya , bu Regita berada dalam keadaan jiwa yang tertekan, usahakan hal ini tidak terjadi lagi ya Pak , ibu hamil membutuhkan ketenangan , ibu hamil sama sekali tidak boleh stres, dan sama sekali tidak boleh berpikir yang berat-berat, karena itu bisa berpengaruh dengan janinnya.!"


"Mas... " suara Regita yang sudah mulai siuman. Apa yang terjadi denganku kita ada di mana ini mas ??" tanya Regita dengan suara yang masih lemah


" kita berada di klinik yang paling dekat kontrakan sekarang. Dan yang terjadi adalah kau hamil.!" jawab Arman dengan nada yang benar-benar tidak enak untuk didengar.


" " Kenapa kau begitu ceroboh Ragi?? kenapa kok bisa hamil ??Bukankah aku selalu menyuruhmu untuk meminum pil kontrasepsi itu?? Lalu kenapa kok masih bisa hamil ??" bentak Arman dengan suara yang tertahan, Arman juga masih mempunyai rasa takut , dia tidak ingin ada para bidan atau siapapun yang mendengar teriakannya , Karena itulah dia menahan suaranya

__ADS_1


 wajah Regita yang semula berbinar mendengar berita kehamilannya , kontan langsung berubah menjadi Sendu, tak pelak air mata bercucuran, berlinangan membasahi pipinya , dia benar-benar tidak menyangka, bahwa Arman tidak bahagia dengan kehamilannya , seharusnya... Bukankah Arman juga bahagia dengan kehamilannya, ?? Bukankah seharusnya Arman menyayangi anak yang ada dalam kandungannya ?? , Lalu kenapa Arman seolah tak terima karena dirinya hamil ?? , apakah selama ini sebenarnya Arman Tidak Pernah mencintainya ?? itulah pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam hati Regita saat ini


" Kenapa Kau jahat sekali mas...?? Ini adalah hasil perbuatan kita , ini adalah buah dari cinta kasih kita , tapi kenapa seolah kau menyesalinya, Bukankah seharusnya kau bahagia Mas, Bukankah dia yang kita tunggu-tunggu selama ini kehadirannya??" Regita bertanya dengan berderai air mata


" Apa kau sudah gila ?? kita bahkan belum menikah . apa kata orang jika kita akan mempunyai anak ? Mau ditaruh di mana mukaku dan kalau perusahaan sampai tahu aku bisa-bisa dipecat dari sana...!" geram Arman


" kenapa harus bingung Mas?? kenapa kita tidak segera menikah saja , tidak apalah walau harus menikah Siri dulu, yang penting anak ini lahir dalam keluarga yang lengkap. Aku tidak ingin nantinya setelah besar, dia akan digunjingkan orang karena lahir tanpa Ayah , jadi jangan macam-macam , aku tetap ingin kau bertanggung jawab , atau sekalian saja , kalau kau tidak mau bertanggung jawab, maka, aku yang akan datang pada Maya , dan aku yang akan bilang agar dia memecatmu dari perusahaan ya !!" ancam Regita. dia benar-benar emosi dengan ucapan Arman, yang seolah-olah ingin lepas dari tanggung jawab.


" jangan macam-macam kamu ya Regita...!!" sentak Arman sambil menyentak tangan Regita, hingga nyari saja Regita terjatuh dari bed. Tetapi Arman segera menangkapnya dan mengembalikannya berbaring di atas


" Jika kau berani melakukan itu Awas saja kau aku akan membuatmu semakin menderita !!" ancaman Arman


 Mendengar hal itu air mata Regita kembali bercucuran , hatinya terasa sakit, dia sungguh tidak menyangka , jika Arman bisa berbuat seperti itu , akan tetapi Regita tidak ingin menjadi lemah di hadapan Arman. dia harus berani demi anak yang ada dalam kandungannya. dia harus mempunyai orang untuk bertanggung jawab atas dirinya dan juga anaknya . karena itu Apapun alasannya, apapun caranya , Arman harus tetap berada di sampingnya, dia tidak akan dengan mudah melepaskan Arman.


" karena itu jangan pernah berbuat macam-macam padaku Mas!! , kalau kau masih tetap ingin meninggalkanku , apalagi hanya untuk berbaikan dengan Maya , maka tak segan-segan aku yang akan datang ke perusahaan tempatmu bekerja, aku yang akan beberkan semuanya di hadapan Maya , enak sekali kau kau hanya ingin menikmati enaknya saja, Lalu setelah semua terjadi seperti ini, kalau ingin lepas tanggung jawab Jangan jadi pengecut Mas .!!" sempat Regita tak mau kalah.

__ADS_1


"Aaaarrrgghh...!!" Arman rasanya ingin mengamuk , akan tetapi dia harus menahannya, karena dia sadar sekarang mereka masih berada di dalam klinik


__ADS_2