SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
fakta tentang Arman


__ADS_3

"kita mau ke mana setelah ini ??" , tanya yang bertindak Iqbal selaku sopir saat itu


"Terserah para wanita saja !" jawab Rendy yang duduk di sebelah nya. Iqbal melirik tiga gadis yang duduk di belakang lewat kaca yang ada di depannya. tampak Maya yang sedang di jadikan bahan godaan


"Whoi.. dengerin gak sih ..?!" bentak Iqbal, karena ketiganya tampak sama sekali tak merespon malah asik bercanda sendiri


"Kalau Maya sebenarnya pingin ke rumah singgah sih mas, sudah seminggu Maya gak kesana. " jawab Maya. "Tapi kalau ada rencana lain ya Maya ngikut aja !" lanjutnya


"Ngikut aja sih aku, pingin kenalan sama anak anak nya Maya.!" sahut meta.


"Ish kamu itu ya may,.. layaknya aja masih gadis , tapi anak dah tujuh belas. ieeuuww,..!" gurau Marisa berlagak ilfil.


dan akhirnya mereka sepakat untuk menuju rumah singgah saja


tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai ke tempat tujuan.


sesampainya di sana mereka segera turun sambil membawa beberapa kotak makan an yang mereka beli di perjalanan tadi,


" Kak Mayaaa... !" seru dua anak yang sedang bermain di halaman, keduanya segera meninggalkan permainan mereka dan berlari menghambur menyambutnya


"Wooee kak Maya datang wooee...!!" teriak satu dari mereka seakan memberi kabar gembira pada teman-temannya yang berada di dalam. dan tentu saja teriakan itu segera menghebohkan suasana. tampak beberapa anak besar dan kecil berlarian dari dalam rumah.


suasana menjadi ramai, dua orang wanita ikut menyambut, lalu menerima kotak kotak makanan dan membawanya ke dalam lalu menatanya di meja makan yang ukurannya cukup besar.


Senda gurau, canda tawa mewarnai pagi menjelang siang di rumah itu. hingga waktu terus bergulir , dan tanpa terasa matahari pun mulai bersiap meninggalkan tugasnya dan akan di gantikan oleh sang rembulan.


................


Hari itu di dalam ruangan di perusahaan nya,


Maya duduk di kursi kebesarannya dengan setumpuk berkas berada di hadapannya. dia benar-benar sibuk hari itu dengan laporan laporan dari para bawahan nya.


setelah hampir separuh hari hanya berkutat dengan laptop dan kertas, akhirnya kini bisa juga dia beristirahat. Maya menghela nafas lega. akhirnya selesai juga pekerjaan nya .

__ADS_1


Maya cukup puas dengan pekerjaan para bawahan nya, tak ada kendala yang berarti, bahkan grafik pendapat an perusahaan terus merangkak naik dari ke hari. bahkan Maya juga memeriksa laporan yang salah satunya adalah hasil pekerjaan Arman. memang benar kata Mbak Meta beberapa hari lalu. bahwa pekerjaan Arman cukup bagus, sehingga tidak ada alasan bagi Rendy untuk tidak menerima nya bekerja di sana


Arman memang bagus dalam pekerjaan, tapi sayang itu tidak selaras dengan akhlak nya, masih terngiang dalam ingatan Maya tentang percakapan nya dengan Regita Tempo hari.


****************


"Apakah itu benar anak Arman atau anak lelaki lain ?!" tanya Maya.. membuat Regita tersentak karet


"Ap... apa maksudmu bertanya seperti itu May..??!" tanya Regita gugup. "ten.. tentu saja ini anak Arman..!" lanjutnya tergagap. Maya tersenyum miring.


"Regi.. regi.. !" Maya menggelengkan kepalanya. apa menurutmu aku ini anak berusia tujuh tahun yang bisa kau kelabuhi.. aku bahkan pernah melihat mu bergandengan tangan mesra dengan seorang pria, di sebuah pusat perbelanjaan. dan itu bukan sekali dua kali, dan itu pun bukan dengan seorang yang sama, bahkan selalu berganti wajah. !" wajah Regita menjadi puas mendengar nya


"Itu tidak benar.. kau hanya mengada ada, lagi pula di mana kau melihatku..? pusat perbelanjaan apanya ?? kau bahkan tak pernah pergi ke tempat seperti itu..!" Regita masih mencoba membantah.


Tapi sayang nya bantahannya malah membuat May a tertawa terbahak-bahak " Kalau yang kau bilang seperti itu adalah Maya tiga tahun yang lalu, tentu saja itu benar, !" sahut Maya masih sambil tertawa.


" Tapi masalahnya, yang ku maksud adalah Maya dua tahun terakhir, Maya setelah berpisah dengan Arman, Maya *SETELAH KAU KHIANATI* tentu saja yang namanya Mall, supermarket, swalayan, pusat perbelanjaan atau apapun itu namanya adalah bukan merupakan sesuatu yang asing baginya..! " lanjutnya masih sambil tergelak, merasa lucu dengan perkataan Regita. dan hal itu membuat wajah Regita semakin pucat.


"Jadi bagaimana, apa jawaban mu ? apakah itu anak Arman atau lelaki lain ?" Maya menatap Regita dengan sorot tajam, keringat dingin tampak bercucuran di wajah dan leher mantan sahabat nya itu.


"Aku punya alasan kenapa aku melakukan itu May.." lanjutnya. membuat kening Maya berkerut


" Alasan.. ? alasan apa..? Arman lelaki pilihan mu kan ??, kau bahkan bersusah payah merebutnya dariku.. !" potong Maya. dengan perasaan heran


"Aku butuh uang untuk tetap hidup.!" jawab Regita setengah berteriak. tapi kemudian dia menutup mulutnya. jawaban yang justru membuat Maya merasa heran


"Bukan kah sudah ada Arman yang menghidupimu..?" seingatku dulu dia bahkan susah payah menggerogoti gajiku hanya untuk menyenangkan mu kan ??" Maya mengingat kan Regita akan masa lalu


"Iya .. tapi itu dulu, !" Regita mengambil nafas lalu mulai membeberkan segala nya tentang Arman.


"Tapi setelah genap sebulan kalian berpisah hal itu tidak terjadi lagi, bahkan Arman selalu minta uang padaku, tidak hanya itu, Arman juga berkali kali kupergoki berjalan dan bermesraan dengan wanita wanita berkelas." Regita bercerita sambil mulai terisak, "mungkin saja Arman juga memanfaatkan wanita wanita itu seperti yang pernah dia lakukan padamu dulu. !" pungkasnya


"Bukankah kau juga bekerja.. bahkan pekerjaanmu dulu lebih bagus dari ku yang hanya karyawan toko ?!" tanya ku

__ADS_1


"Aku di keluarkan dari pekerjaan ku oleh istri dari bos ku, karena adanya laporan dari temanku . teman sepekerjaanku itu memilik video yang kita bertengkar di gang tempat kostmu, lalu menunjukkan nya pada istri bosku, ! lalu aku pun di pecat. !"


"Lalu kalau memang kau tahu Arman berbuat seperti itu, kenapa kau masih bertahan dengan nya?! apa kau benar-benar sudah tak punya harga diri ??"


"Aku juga terpaksa , aku tidak tahu mau ke mana , dan anak ini juga butuh pengakuan. aku tidak ingin dia lahir tanpa ayah!". Regita semakin terisak


" Lalu di mana ayah daribanakmu itu, kenapa tidak minta pertanggungjawaban darinya saja ?"


"Aku tidak tahu siapa ayahnya.. " Regita berucap lirih. nyaris tak terdengar


"Astaghfirullah... !!" Maya mengusap dadanya, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang di dudukinya . seolah tak tahu harus bicara apa lagi. bisa bisanya wanita yang dulu adalah sahabat nya itu berbuat seperti itu


"Aku mohon padamu Maya, tolong jangan katakan apapun pada Arman!" Regita ingin meraih tangan Maya , tapi lagi-lagi Maya menghindar.


"Bukan levelku berbuat hal seperti itu, tapi sepandai-pandainya kau menutupi aib, suatu saat pasti akan terbongkar juga, bagaimana jika suatu saat itu terjadi..?!"


"Hal itu biarlah aku sendiri yang akan mengurus nya nanti, yang terpenting bagiku saat ini adalah aku harus memberi ahah untuk calon anakku!"


"Terserah padamu saja , aku juga tidak berminat untuk ikut campur. Tapi seandainya aku jadi kamu, aku akan lebih memilih hidup sendiri daripada tiap hari makan hati !"


****************


"Hhah... sekalinya brengksek tetap saja brengksek tidak akan pernah bisa berubah !"


*


*


*


hai ... hai... hai...


jangan lupa like and subscribenya, tambah sekuntum mawar merah juga boleh deh

__ADS_1


love you.. emuuaah...


__ADS_2