
"Kamu lagi apa May..?" seru suara yang tiba tiba mengagetkan ku.
Sore itu aku ingin menikmati waktu hanya dengan rebahan saja , mumpung masih hari Minggu libur kerja malas mau kemana mana
" Mbak Metaaaa..?!" aku spontan melompat dari acara menahanku di sofa empuk itu, dan langsung berlari menghambur memeluknya.
"Mbak Meta kok lama banget sih di Singapura nyaa..?? Maya kangen tahu..?" aku menggerutu kesal. "Eh .. mbak Meta kapan pulang..? kok gak ngabarin..?! kan Maya bisa jemput di airport..?! terus tadi kesini naik apa kok gak kedengaran suara mobil nya..?! eh.. tapi mbak Meta bawain Maya oleh oleh kan..??!" berondong ku , ini surprise banget bagiku, mbk Meta baru pulang dari Singapura setelah sebulan, kata nya ada urusan bisnis dengan rekan sesama owner butik yang mengajak kolaborasi
"Ya ampun Mayaaa... ini mulut atau petasan gantung sih..? gak ada titik koma nya sama sekali.. hii ih..?!" mbak Meta mencomot bibir seksiku. "Gemes mbak dengernya, .!!" tambahnya
"Ish.. Maya kan surprise banget mbak..??!" jawabku sambil nyengir. "Ya udah deh mbk, tinggal jawab aja satu satu..!" seruku sambil menggandeng tangan nya ku bawa ke sofa panjang yang tadi ku tempati
"Gimana mbak mau jawabnya..? orang mbk aja lupa kamu tadi tanya apa , saking banyaknya yang kamu tanyakan..!" godanya sambil ketawa ngakak
" Ish mbak Meta suka gitu deh ..??" aku merajuk, ku lipat tangan di dada dan melengos kesal..
"Udah sini jangan ngambek, ..?? dia meraih tangan ku agar kembali menghadap padanya. " mbk tu dah pulang dua hari yang lalu !" mataku membelalak kaget, kok bisa pulang dari dua hari yang lalu dan aku tidak tahu..??
"Iqbal yang jemput mbk di bandara" terangnya, "Terus embk ke sini tadi naik mobil, .. ya kali embak jalan kaki dari apartemen ke sini , bisa patah kaki embak !" guraunya. "Kamu aja yang ke asikan main HP, makanya gak dengar , orang mbk Minem aja dengar kok, mbok Minem yang bukain pintu tadi. !" aku nyengir merasa bersalah.
" he he he sory mbk.., kebaperan baca novel online tadi , nih Maya aja ampe nangis tadi ..!" aku memberi kan alasan. dan itu memang benar
__ADS_1
"Apaan sih baca novel aja sampai nangis segala, emang tentang apa..? gadis yang di selingkuhi dan di manfaatkan pacarnya.. ?" tanyanya sambil memainkan dua matanya,
eh ... nih orang malah ngeledek nyindir nyindir masa lalu , bikin sewot aja
"Bukan mbaaaak... ini lho judulnya *TERJERAT PINJAMAN ONLINE* karya dari mia6831 , author idolaku.
ini tu kisahnya tentang suami istri yang hidup dalam kemiskinan, dan terpaksa harus hutang sana sini gali lobang tutup lobang !!" aku menjelaskan tentang novel yang ku baca barusan
(maaf ya lovers Mia sambil promosi, padahal novelnya aja belum di rilis , karena masih dalam tinjauan, novel ini Mia ikutkan lomba karya orisinil, mohon doanya semoga jadi yang terbaik)
"Ngapain sih kamu baca baca gituan, kayak gak ada kerjaan aja ..!?" protes mbak Meta, ketika kami sambil bongkar oleh oleh yang di bawa olehnya, Ada gaun semi formal ada hiasan rambut , sepatu, dan tas tangan yang aku tahu , harganya pasti tak main main.
"Itu kan karena kamu lahirnya di jaman purba..ha ha ha... ??!" ish tu kan , selalu saja ada yang di jadikan bahan untuk ngeledekin aku.
"Eh.. oh iya May... kata Rendy kamu ada sinyal buat CLBK sama mantan yaa..??" kali ini dia agak serius bertanya, aku mendongak kaget, ngapain sih mas Rendy cerita cerita segala..
"Apaan sih mbak.. gak mungkin kali. aku balikan sama mantan, itu ibarat nya kaya makan sayur kemarin.yang udah di panasin lagi..
eeuuw, kolesterol nya yang mengendap bisa jadi penyakit.!"
"Oh... embak kirain .. , syukurlah kalau kamu masih cukup waras..!" ledeknya lagi dan lagi.
__ADS_1
" Ish .. apaan sih..!" sewotku. "Eh.. mbak.. ngomong ngomong mbak Meta tahu juga kalau sebenarnya ibu itu bukan cuma cuti liburan..??!" aku masih penasaran dengan apa yang di bahas oleh mas Rendy beberapa hari lalu
"Tahu.... !" jawabnya. singkat. "Semua juga tahu, kenapa emangnya..!" lanjutnya, jadi hanya aku saja yang tidak tahu ??
"Kenapa..?" mbak Meta menyentuh tangan ku yang terdiam. "Kamu takut..?" dia seolah tahu yang kupikirkan, aku menggeleng pelan. "Kamu tahukan kamu tidak berjalan sendirian ? " aku mengangguk " ada kami di sekeliling kamu.!" mbak Meta mencoba memberikan kekuatan
"Kenapa tidak mbak Meta saja sih ..?! " tanya ku " kan mbak Meta yang sudah lebih dulu jadi anaknya ibu ??!"
"Yee ... enggak ya , mbak sudah punya jatah sendiri, !" sudah terima saja , syukuri , Allah memberi mu jalan untuk mewujudkan Impianmu !" tambahnya lagi,
"Iya mbak,.. mas Rendy juga bilang gitu ke aku kemarin, !" jawabku.
"Jangan anggap itu sebagai beban May.. tapi anggap sebagai anugerah dari yang di atas, kamu di percaya oleh nya untuk jadi pribadi yang mulia!"
"Iya mbak, Maya tahu, sekarang Maya hidup bukan demi diri Maya sendiri, ada anak anak yang harus ku perjuangkan masa depan nya. !" jawabku
"Nah ... gitu dong, itu baru Maya, jadilah manusia baru yang lebih sempurna, jangan khawatir kan apapun , kami semua pasti akan turun tangan jika kamu memannggil !" ucapnya sambil menepuk bahuku memberi semangat,
"Eh gimana kalau kita jalan jalan, mumpung mbk lagi di sini , besok mbak pulang ke tempat mbak lho.. sudah terlalu lama meninggalkan urusan butik pada admin, mbak harus segera standby lagi.!"
Akupun menyetujui ajakan mbak Meta, kapan lagi kami bisa hang out berdua, jarang banget kami bertemu.
__ADS_1