SETELAH KAU KHIANATI

SETELAH KAU KHIANATI
03 Ya Ampunnn, Ternyata Ibu Boss


__ADS_3

*Assalamualaikum pembaca yang budiman ini adalah karya pertama saya silahkan kritik dan saran yang membangun ya.. terimakasih*


Mobil mulai merangkak peelahan, semakin menjauhi area taman kota, aku masih terdiam menunggu apa yang hendak di katakan oleh si Nyonya, walaupun pun sebenarnya sudah tak sabar dan ingin segera bertanya


"Minumlah nduk..!!" ucapnya sambil mengulurkan sebotol air mineral ke arah ku, lama kupandangi botol itu sebelum akhirnya kuterima. tapi aku masih belum ingin meminumnya, entah kenapa otakku justru melanglang buana mengingat sesuatu yang sangat buruk, tentang film penculikan dan wanita yang dijual untuk di jadikan pe***ur, dan juga yang di ambil organ tubuhnya. hingga tanpa sadar aku bergidik ngeri


"Kenapa ...?? kau takut aku memberimu obat bius..??" Si Nyonya malah bertanya sambil tertawa terbahak. "Sini biar aku yang minum kalau kau takut..!!" ucapnya sambil menyambar botol yang ada dalam genggamanku. "Lihat..??, kau masih takut juga..??" tanyanya lagi setelah menenggak hampir separo dari isi botol itu, masih sambil tertawa terbahak, seakan itu adalah hal yang sangat lucu baginya. dan itu membuat wajahku memanas karena malu, entah sudah semerah apa warna pipiku saat ini, dan dengan malu malu akhirnya ku minum juga air itu, terasa plong dalam dadaku , Ternyata menangis juga menghabiskan tenaga.


"Baru kali ini ada gadis yang sangat menghiburku.." ucapnya lagi lagi tergelak, kali ini bahkan sambil mengusap air yang keluar dari sudut matanya.


"Maafkan saya Nyonya.." ucapku menunduk malu , aku benar benar tak tahu diri, beliau sudah dengan senang hati menghiburku, dan juga memberiku tumpangan pulang, aku justru mencurigainya yang bukan bukan, ah... entah mau aku taruh kemana mukaku yang buluk ini. eh... tapi, "beliau benar benar akan mengantarku pulang kan ??" batinku sambil menengok keluar mobil, jangan jangan ini salah jalan , ah.. tapi lagi lagi aku malu. ini memang jalur menuju tempat kos ku, walaupun masih sangat jauh sih..


"Jadi Nyonya.. siapa sebenarnya anda..??, bagaimana nyonya bisa mengenal saya , sedangkan saya sama sekali tidak tahu siapa nyonya..??" tanyaku pada akhirnya, karena tak lagi tahan dengan rasa penasaran.


"Nama saya Farida, panggil saja ibu , jangan nyonya. seperti nyonya besar saja..!!" jawabnya di akhiri senyum. aku masih mencba mengingat ingat, siapakah nama FARIDA itu, tapi nihil, aku tetap saja tak mengingat siapa beliau, dan beliau malah tergelak lagi seakan senang dengan kebingunganku.

__ADS_1


"toko pakaian *SUMBER REJEKI* tempat di mana kau bekerja sekarang adalah cabang dari toko pakaian milik anakku " terang nya kemudian yang membuat aku sangat terkejut. demi apa.. wanita yang Sekarang ada didepan ku?? yang tadi memegang bahuku.?? ., yang tadi mengusap halus punggungku, yang tadi melihatku menangis kejer ??, yang tadi menghiburku, ?? dan yang dengan jahatnya justru aku curigai akan memberiku minuman bius?? padahal dia juga memberiku tumpangan untuk pulang ??... Dia... dia ternyata adalah ibu dari boss tempat ku bekerja?? kututup mulutku yang menganga tak percaya ini dengan telapak tangan. sungguh aku malu bukan kepalang.


"Jadi nyonya..? Nyonya adalah ibu dari pak Anwar..??" aku mencoba meyakinkan lagi.


barangkali pendengaranku yang salah.


"Bukan..?" jawabnya. menggeleng. aku cengo, bingung, bagaimana sih , katanya toko tempatku bekerja milik anaknya, tapi beliau bukan ibunya pak Anwar, bagaimana maksudnya coba..??


"Anwar itu kan yang mengelola toko, kalo yang punya toko itu namanya Rendy, naah yang namanya Rendy itu baru anak saya...


"Maksud Nyonya...??"


"Ibu,..!! panggil ibu saja , jangan nyonya, saya berasa terlalu tua kalo di panggil nyonya.!" potongnya mengingatkanku untuk panggilannya


"Eh... iya ... Ibu.." ralatku. "jadi maksud Ibu, yang punya toko itu bukan pak Anwar ??" tanya ku memastikan lagi

__ADS_1


"Anwar itu salah satu orang kepercayaan Rendy. karena Anwar itu yang menemani Rendy sejak kecil, jadi lebih seperti sahabat bahkan saudara " jawabnya " Sudah sampai, ... kau bisa turun Sekarang, ingat, jangan menangis lagi ..!!" ucapnya mengagetkanku. aku spontan melihat keluar jendela, dan ternyata benar ini sudah sampai di gang yang berada di depan kompleks kost yang aku tempati.


" Bagaimana Nyonya bisa tahu kalo saya tinggal di kompleks ini..??" tanyaku bingung, yang lagi lagi malah membuat nya tergelak, apa yang lucu coba, aku kan cuma tanya dari mana dia tahu..?? apanya yang lucu aku bergumam cemberut , karena selalu jadi bahan tawa an nya


"Kalo aku tahu kau adalah anak buah alias karyawan anakku, apanya yang aneh kalo aku tahu di mana tempat tinggalmu ??" jawabnya diplomatis ,dan tentu saja itu masuk akal. apa yang tidak mungkin bagi orang kaya. kalo pak Anwar saja tampak jelas dia orang kaya adalah bawah an dari anak nya, pasti anaknya itu lebih kaya lagi. dan beliau adalah ibunya, berarti beliau lebih kaya lagi. pertanyaannya adalah sekaya apa mereka semua, sebab jika menilik dari caranya berpakaian dan aksesoris apa saja yang melekat di tubuhmu, terlihat jelas jika bukan barang murahan. terlihat sederhana tapi benar benar berkelas, . apa Ya di pakainya tidak ada satu pun yang terjual di toko tempatku bekerja.


" Cepat turun , ini sudah malam , atau kau ingin menahanku di sini hemm..??" ingatnya , " kalo kau masih bingung , besok kita bahas jika kau masuk kerja. itu pun kalau kau beruntung bisa bertemu dengan ku ha... ha... ha..." entah apa yang membuatnya tertawa girang seperti itu


" ingat jangan menangis lagi, jangan sampai kau besok tidak bisa masuk kerja hanya karena menangisinya semalaman, terlalu berharga air mata itu jika kau buang percuma untuk laki laki yang takv punya kesetiaan seperti dia.!!" tandasnya lagi. aku pun mengangguk pasti , paham dengan apa yang beliau nasihatkan. dan dalam hati aku juga memang membenarkan dan akan menuruti nasehat beliau. untuk apa memikirkan lelaki yang tak setia, memangnya dunia ini akan berakhir kalo ada dia..


" Terima kasih Ibu..."ucapku, " Terima kasih sudah menjadi tempat curhat saya, juga sudah bersedia menasehati saya , juga untuk tumpangannya.." lanjutku. kemudian beranjak turun


" Ah.. sebenarnya aku tadi sudah mau menculik dan menjualmu, tapi sayang tubuhmu terlalu kurus , tidak akan laku dijual." guraunya setelah aku turun, membuat ku menganga, dan beliau malah tertawa, dan aku yang malu setengah mati sudah berburuk sangka padanya. "Ya sudah aku pulang dulu. " ucapnya . aku pun mengangguk


"Hati hati di jalan Bu.." ucapku sambil membungkuk hormat ,yang hanya di balas senyuman.

__ADS_1


"Jalan pak.. !!" perintahnya pada pak sopir. "Eh..." kenapa aku baru ngeh kalo kami tadi di antar sopir, ke mana saja otak ku jalan jalan tadi, aku pukul pukul kepalaku pelan , apakah segitu frustasinya aku tadi karena melihat perselingkuhan Arman sampai otakku jadi nge blank..?? ah.. entahlah.. aku segera bergegas masuk gang sempit menuju tempat kos ku, sepertinya aku harus segera mengguyur kepalaku dengan air dingin agar otakku kembali normal


__ADS_2