Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Surat peringatan


__ADS_3

Allahuakbar.. Allahu akbar...


Suara azan berkumandang di mesjid, bertanda waktu subuh telah tiba, Aku pun segera bangun dan membangunkannya.


Aku menepuk pipinya pelan dan berkata.


"Mbak bangun mbak" ucapku pelan.


Akhirnya dia pun mengucek mata nya dan segera bangun.


Aku pun segera mencium keningnya dengan mesra dan membisik di telinganya.


"Sayang coba kamu periksa keluar untuk mengecek kondisi, agar aku bisa keluar"


Dia pun segera mengangguk dan pergi untuk mengecek kondisi diluar. Akhirnya dia pun datang kembali kepadaku.


"Aman bang kamu bisa keluar sekarang berhubung adikku, masih tidur di kamarnya"


Aku pun melangkah pelan-pelan dan berhasil keluar. Tanpa ada yang mengetahui. setelah itu aku pun mengambil motorku yang telah, aku parkir di tempat yang menurutku aman. Dan berlalu pergi menuju kampus. Saat di perjalanan, aku berhenti sejenak ke SPBU yang ada. Aku pun segera menuju ke kamar Toilet dan segera mandi. Berhubung aku belum mandi setelah aktivitas semalam. yang mewajibkan ku untuk mandi. Selepas dari itu aku pun segera melakukan kewajiban ku sebagai umat muslim, melakukan salat subuh. Pikiran aku pun jadi tenang setelah aku melakukan perintah Allah yang satu ini.


Berhubung hari pun sudah pagi cerah, aki segera mencari warung untuk melakukan sarapan pagi terlebih dulu sebelum aku berangkat ke kampus..


Renata POV


Aku benar" sangat bahagia karena telah melewati malam yang Indah bersama berondong ku. Aku pun sudah benar-benar berharga menjadi wanita.Yang aku kira akan menjadi perawan tua. karena umurku yang tidak muda lagi dan selalu gagal dalam masalah percintaan.


Akhirnya Kehormatanku pun telah di buka segel oleh orang yang tepat, yang telah menepati janjinya akan menikahiku. Air mata ku pun tidak bisa tertahan sanking bahagianya aku. Yang telah diperlakukan seperti seorang permaisuri oleh suami ku sendiri. Dan title ku sebagai perawan tua sudah hilang*.


Sambil menangis Renata pun ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya setelah melakukan aktivitas semalam. Di dalam kamar mandi Renata berdoa terlebih dahulu, setelah itu barulah dia membasuh seluruh badannya. Menjadi bersih dan keluar untuk melaksanakan salat Subuh.

__ADS_1


Renata pun keluar dari rumahnya, dengan menggunakan tas, dan tidak lupa membawa serantang makanan. Untuknya sarapan di kantor tempat ia bekerja.


Tak lama kemudian Angkot pun datang. Renata pun segera menaikinya menuju ke tempat ia bekerja. Di dalam angkot hanya hening saja.... Tak lama kemudian Renata pun sampai di kantor. Baru saja sampai di kantor dia sudah disuruh untuk menjumpai pak bos.


Mampus aku,, Pak bos pasti marah besar kepadaku karena aku bolos kerja kemarin batin Renata kikuk


Dengan rasa penasaran dan takut, akhirnya dia pun memberanikan diri bertemu Bang Irfan.


"Permisi pak" ucap Renata dengan nata takut.


"Ia masuk" ucap bang irfan tegas


"Ada apa bapak memanggil saya" tanya Renata kikuk yang merasa bersalah.


"Ini surat peringatan buat kamu karena telah melanggar aturan kantor, Tapi coba jelasin dulu kenapa kamu tidak masuk kemarin dan tiada kabar" ucap bang irfan sambil memberi sebuah surat peringatan.


Renata pun menjelaskan kepada bang irfan...


Aku terpaksa harus berbohong karena tidak mungkin aku mengatakan jika aku menikah dengan sepupunya kemarin, batin Renata


"Yasudah kali ini saya hanya memberi surat peringatan kepada kamu. tapi lain kal, jika ter ulang lagi maka gaji kamu yang akan saya potong. "ucap bang irfan tegas


"Baik pak kalo gitu saya permisi.. "


Renata pun keluar dengan hati yang lega.


Saat Renata sudah berada di ruang kerjanya. Tiba-tiba mbak dina datang memhampirinya.


"Eh,, Rei kemana saja kamu kemarin tidak ada kabar, kamu tahu tidak Pakbos itu marah sekali kemarin sama kamu, karena orderannya lagi banyak tapi ada karyawan yang tidak hadir. Aku kira tadi dia akan memotong gaji mu,Tapi untung saja tidak." ucap mbak dina panjang lebar ke Renata.

__ADS_1


"Aku ada urusan mbak, yang tidak bisa aku ceritakan, makanya aku memilih libur sehari." ucap Renata lega.


Akhirnya mereka pun lanjut kerja masing-masing. Sampai tak terasa sudah waktunya istirahat.


Tak tahu kenapa Rasa kangen tiba-tiba datang ke kepada Renata, Akhirnya dia pun mengeluarkan ponsel, dari saku celana dan mengirimi pesan kepada Aldi.


"Bang kamu sudah sarapan belum ini udah siang?" Enggak tahu kenapa pikiran aku teringat kamu terus, rasanya ingin selalu dekat denganmu."Tulis Renata sambil senyum-senyum.


Aldi yang sedang berada di parkiran ingin mengambil motornya, langsung melihat ponselnya yang berada di saku celana. Dia pun merasa berbeda saat membaca pesan dari istrinya. bagaimana tidak dia sangat senang karena ada yang memperhatikannya.


"Udah sayang. Aku juga segera ingin pulang karena kuliahku sudah selesai." Ucap Aldi dengan hati gembira


"Bang,, nanti kita belanja keperluan ku. Mau tidak?" Tanya Renata


"Baiklah aku juga merasa kangen sama kamu dan sekarang kamu juga sudah menjadi tanggung jawabku"ucap Aldi


Entah kenapa setelah menikah aku selalu menjadi Rindu dengannya, Apa mungkin aku mulai jatuh Cinta dengan nya. Batin Aldi


Renata pun sangat senang karena Aldi juga merasa kangen dengannya. Karena dia tahu sendiri kalo Aldi belum Cinta dengannya. Tapi dia tetap sabar menunggu kapan suami berondong nya itu akan mencintainya.


***


Di sisi lain Aku yang sudah berada di parkiran, langsung mengeluarkan motorku dan berangkat pulang ke rumah, untuk istirahat sejenak sebelum aku akan mengantarkan istriku belanja. Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah. Aku pun segera membuka pintu dengan kunci serap yang aku pegang, disaat orang tua ku tidak berada di di rumah. Badanku terasa begitu lelah hari ini. karena semalam kurang tidur dan juga stress akibat mata kuliah di kampus yang rumit. Aku pun merebahkan badanku ke kasur dan tidur sejenak..


Aku pun terbangun dari tidur ku. Aku melihat keluar jendela ternyata hari sudah malam. Aku segera mengambil ponselku dan menghubungi istriku untuk menanyakan jadi atau tidak kita belanja. Biarpun umurku masih belasan tahun, tapi aku sudah menjadi suami orang. Aku pun berusaha semaksimal mungkin untuk tidak lari dari dari tanggung jawabku. Biarpun aku belum bisa sepenuhnya jadi suami yang baik.


"Halo sayang,, jadi tidak belanjanya? tanyaku


"Jadi bang,, jadi bang, kamu langsung aja jemput aku di rumah. Karena aku sudah siap." ucap Renata ramah

__ADS_1


"Baiklah mbak,, tunggu aku segera ke sana. "ucapku yang sesekali masih memanggil mbak.


__ADS_2