
Siang Telah Tiba. Pak Irfan keluar dari Ruangannya dengan wajah yang cerah, menghampiri Renata.
"Renata kamu hari ini temani saya makan siang ya, saya tidak mau ada penolakan"Ucap Irfan sedikit memaksakan keinginannya.
Renata menjadi bingung kenapa Pak Irfan menyuruh menemani makan siang, karena sebelumnya Pak Irfan tak pernah mengajaknya atau karyawan lain.
"Apa!! Bapak menyuruhku menemanimu makan siang" Ucap Renata sedikit kikuk.
"Ia siapa lagi disini yang namanya Renata"
Renata pun akhirnya mengangguk tanda ia setuju, biarpun ia sedikit risih tapi ia juga tak berani menolak ajakan Bosnya itu.
Mereka pun akhirnya keluar bersama. Dina yang melihat hal tersebut langsung menjumpai Aldi.
"Al,, Aldi" Ucap Dina sedikit tergesa-gesa.
"Ia,, ada apa kamu kenapa bicara seperti itu" Tanya Aldi menoleh ke arah Dina
"Kamu liat gak tadi Pak Irfan mengajak Renata makan siang" Ucap Dina
"Ia aku liat emangnya kenapa, kan gak ada yang salah" Ucap Aldi polos yang tidak mengetahui kalau Renata sebenarnya istrinya.
"Kamu gak Cemburu" Tanya Dina lagi.
"Kenapa aku harus cemburu, bukankah dia hanya teman kantorku seperti mu?" Ucap Aldi santai seakan tak lagi ada masalah.
Dina yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Aldi merasa iba. Karena suami temannya sendiri tidak mengingat istrinya.
Apa dia sudah benar-benar tidak mencintai Renata lagi batin Dina
Dina pun langsung pergi tidak menyelesaikan pembicaraan mereka dengan wajah sedikit kecewa. Tapi ia juga tahu kondisi Aldi saat ini.
"Dasar orang aneh main pergi-pergi aja setelah membuka pembicaraan" Gerutu Aldi sambil menggaruk kepala yang tidak gatal dan tidak di dengar oleh siapapun.
Di sisi lain. Irfan dan Renata sudah berada di sebuah restauran sedang menikmati makan siangnya. Tiba-tiba saat sedang larut dalam makan mereka datanglah seorang perempuan dari arah samping. Ia langsung mengambil minuman dan menumpahkan ke muka Renata.
__ADS_1
Sontak saja Renata dan Irfan sangat terkejut. mereka pun langsung menoleh ke arah wanita tersebut.
"Karisa,, Apa yang kamu lakukan" Ucap Irfan yang kaget saat melihat wanita itu ialah Karisa mantannya,Entah dari mana ia datang.
"Aku hanya memberi sedikit pelajaran buat cewek yang sudah berani mendekatimu" Ucap Karisa sambil tersenyum miring melihat Renata.
"Kamu dengar ya, kita itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi kamu jangan mengusikku lagi dan siapa orang yang bersamaku" Jelas Irfan tegas seraya matanya memelototi ke arah Karisa.
"Ingat Irfan aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, jika aku tidak bisa memiliki mu maka orang lain juga tidak" Ujar Karisa dan berlalu pergi meninggalkan Restauran tersebut.
"Kamu tidak apa-apa Rena, maafkan aku, aku tak menyangka Karisa ada disini dan menyerang mu begitu saja" Irfan meminta maaf seraya membantu membersihkan sisa minuman di wajah Renata.
"Sudah Pak tidak apa-apa ini hanya salah paham. Aku permisi ke toilet sebentar untuk membersihkan diriku." Ujar Renata dan langsung bangun menuju ke toilet.
"Ia"Ucap Irfan merasa sangat tidak enak dengan Renata.
Renata pun berjalan menuju ke toilet, ia membasuh mukanya dan membersihkan sisa minuman yang terkena bajunya dan jilbabnya. Saat hendak keluar ia pun menatap ke cermin terlebih dan menumpang tangannya di sebuah closet air.
Dasar perempuan aneh datang-datang main nyiram aja. Kau pikir aku sudi dengan Pak Irfan mu itu, kau belum tahu aja seberapa ganteng suamiku. Ujar Renata sambil menatap cermin.
Tiba-tiba air matanya mengalir saat mengingat Aldi yang sekarang.
Renata pun akhirnya keluar menghampiri Irfan yang duduk sedang menunggunya.
"Renata, kamu sudah siap?" Tanya Irfan yang baru melihat Renata selesai dari kamar mandi
"Sudah Pak" Ujar Renata
"Yasudah kalau gitu kita pulang saja, sekali lagi saya benar-benar minta maaf ya" Ucap Irfan memasang muka yang perlu dikasihani.
"Sudah ini, bukan salah Bapak" Ucap Renata menenangkan biarpun sebenarnya ia sangat kesal sama apa yang telah di lakukan Karisa.
Di sisi lain. Aldi hanya beristirahat di kantin kantor, terlihat juga di sana ada Ari dan Dina sedang makan siang berdua.
"Aldi sini gabung aja biar rame" Panggil Ari
__ADS_1
"Gak Pak Ari. Aku disini aja." Ucap Ari yang tak ingin menganggu mereka pacaran dan ia pun memang ingin sendiri.
Ari yang melihat Aldi menolak permintaan nya pun, pasrah saja.
"Okelah, fine fine aja" Ucap Ari santai dan tersenyum ramah.
Mereka pun melanjutkan kembali makan mereka yang tadi sempat tertunda sebentar, Ari dan Dina pun saling suap-suapan, mereka sudah tak malu lagi memamerkan kemesraan di depan umum.
Berbeda dengan Aldi dia hanya duduk semeja sendirian dan menyantap Bakso yang baru ia pesan.
Saat dalam perjalanan pulang Renata merasa risih, karena baju dan jilbabnya masih basah, tapi ia enggan meminta izin pulang ke Pak Irfan. Sampai ia tidak bisa lagi menahan gejolak di hatinya itu, ia pun mengutarakannya.
"Pak bolehkah hari ini saya minta izin pulang saja, saya merasa risih dengan pakaian saya yang masih basah seperti ini"
Irfan yang merasa tidak enak dengan Renata, akhirnya ikut menyetujuinya.
"Baiklah, nanti saya akan menyuruh Aldi untuk mengantarmu"
"Baiklah Pak" Ucap Renata datar. Padahal inilah momen yang sangat ia tunggu, bisa jalan berdua sama Aldi lagi, setelah sekian lama tertunda.
Mereka pun sampai di Kantor. Pak Irfan langsung ke ruang Aldi untuk menghampirinya dan di ikuti Renata di belakangnya.
"Aldi, kamu hari ini saya izin kan pulang, tapi kamu antar Renata terlebih dahulu" Ucap Irfan yang melihat Aldi sedang duduk menatap layar monitornya.
Aldi pun langsung menoleh ke arah Pak Irfan. "Eh Pak,, Baiklah "
"Ayok Mbak" Ucap Aldi langsung bangun dari tempat duduknya.
Renata pun mengangguk tanda ia mau. Akhirnya mereka pun keluar bersama menuju ke parkiran untuk mengambil motor terlebih dahulu. Baru setelah itu pergi meninggalkan kantor.
"Al,,Kita jangan pulang dulu ya" Ucap Renata saat sudah di tengah perjalanan.
"Kenapa gitu? Bukankah tadi Mbak sendiri yang minta izin pulang" Ucap Aldi yang tidak menyadari ke inginan Renata
"Ya tadi aku memang maunya seperti itu, tapi saat tahu kamu yang mengantarnya. Aku ingin menghabiskan waktu terlebih dahulu berdua dengan mu." Ucap Renata yang berharap Aldi setuju dengan ajakannya.
__ADS_1
"Tapi kita akan kemana?" Ucap Aldi bingung
"Sudah kamu tenang saja, kamu tinggal ikuti aja kemana yang aku arah kan." Ujar Renata yang mengetahui Aldi kebingungan.