
Aku langsung pergi meninggalkan area kantor bersama dengan istriku, Istriku duduk di belakang sambil memelukku karena dia sangat lelah dengan keseharian tadi. Aku pun membiarkan suasana tersebut, tapi aku juga menikmatinya.
"Sayang kami capek sekali ya? kamu masih sanggup tidak nanti layani aku" tanyaku yang merasa kasian saat melihatnya begitu lelah
"Kamu tenang aja sayang aku akan Setia dan mengabdi kepadamu. Palingan juga nanti sampai ke rumah lelahku sudah hilang" ucap Renata menyakinkan aku.
"Tapi yang benar kamu nanti sanggup. kalau tidak. gak apa-apa aku pulang ke rumah saja" ucapku lagi yang masih ragu dengan kondisi Renata
"Benar sayang aku kuat, aku juga sudah rindu tidur bersamamu, karena kita juga sudah lama tidak tidur bareng" ucapnya sambil tersenyum
"Yasudah kalo begitu. Tapi nanti jangan minta ampun ya" Goda ku sambil terkekeh
Renata pun tertawa terbahak-bahak sambil memukul pundakku. Aku juga yang tadinya merasa khawatir dengannya menjadi lega, setelah melihat Renata kembali tertawa.
"Makasih ya sayang kamu telah menjadi istriku yang baik kepadaku selama ini" ucapku yang terharu melihatnya
Renata pun hanya mengangguk saja, dan kami pun sampai di Rumah Renata. Karena hari sudah larut malam orang di rumah Renata sudah tertidur semua. Jadi hari ini aku tidak perlu harus lewat jendela lagi, Aku langsung saja lewat pintu depan dan masuk bersama ke kamar Renata. Untungnya orang tua Renata tidak pernah masuk ke kamarnya. Jadi aku jika sudah berada di kamarnya sudah aman.
Sesampainya di kamar aku pun langsung memeluk istriku dari belakang.
"Sayang sebentar dulu aku peluk" bisikku di telinganya
Renata pun mengiakan dan membiarkan aku. Setelah itu aku pun masuk ke kamar mandi bersamanya terlebih dahulu. Aku mencuci kaki ku dan kaki istriku dan mencumbunya beberapa kali.
Akhirnya kami pun pindah ke tempat tidur.
"Sayang kamu pijit aku sebentar ya" suruhku karena badanku terlalu lelah
"Baiklah"
kemudian Renata langsung memijit ku dengan lemah lembut sambil sesekali tangan nakal nya masuk ke area inti ku. Aku pun tak menyangka dia bisa seliar itu tapi aku membiarkan saja apa yang dia lakukan dan aku pun sejujurnya sangat menyukainya. Sampai akhirnya dia pun tidur di punggungku karena telah capek memijitku.
__ADS_1
Aku yang telah lega akhirnya langsung membalikkan badanku dan memeluknya terlebih dulu. Baru setelah itu kami ciuman bibir dengan begitu dahsyat. Sampai semua pakaian kami pun terlepas semua. Akhirnya kami pun melakukan hubungan malam kami sampai beberapa ronde. hingga kami benar-benar puas, dan tertidur bersama sambil memeluk satu sama lain.
.
.
.
"Sayang bangun, ini sudah setengah 5 pagi, nanti kamu gak bisa keluar lagi kalau orang rumahku sudah bangun" panggil Renata membangunkanku
Aku pun yang mendengarnya akhirnya terbangun sambil mengucek-ngucek mata karena masih ngantuk. Tapi aku harus segera keluar, seperti biasa istriku langsung keluar melihat situasi.
"Bang sudah aman kamu keluar terus. hati-hati dijalan nanti. sampai berjumpa lagi" ucap renata yang sebenarnya enggan berpisah denganku
Aku pun segera bangun dan mengiakan saja apa yang dikatakan istriku dan melayangkan beberapa ciuman kasih sayang ku terhadapnya. Barulah aku pergi.
Aku pun langsung mengambil motorku yang ku parkirkan semalam di tempat yang aman dan agak jauh sedikit dari rumah Renata. Dan langsung tancap gas pulang ke rumah. Untuk siap-siap berangkat ke kampus karena semua peralatan kampusku di rumah.
Byuarrrr... suara hantaman yang begitu keras. Aku pun terpelanting dari motorku.
***
Di tempat lain Renata yang sudah siap-siap akan berangkat ke kantor mencoba menghubungi Aldi. Tapi satu pun panggilan nya tak di jawab oleh Aldi.
Renata pun menjadi linglung dan berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan perasaan gak karuan dan akhirnya berangkat ke kantor dengan pikiran yang tidak enak.
Renata pun sampai di kantor dia begitu terkejut saat mendengar kabar dari karyawan kantor yang lain, bahwa Pak Irfan hari ini tidak masuk karena sepupunya kecelakaan.
Apa sepupu pak Irfan kecelakaan apa dia Aldi aku harus segera memastikannya ucap Renata dalam hati
Renata pun segera menghampiri karyawan tersebut dengan hati penasaran dan juga cemas.
__ADS_1
"Mbak tadi mbak bilang Pak Irfan tidak masuk karena sepupunya kecelakaan, boleh saya tahu siapa sepupunya tersebut." Ucap Renata sendu dan berharap bukan Aldi yang dimaksud karyawan tersebut.
"Ia mbak, Aldi yang kerja di sini dia di kabarkan mengalami kecelakaan subuh tadi" Ucap karyawan tersebut
Renata pun begitu syok mendengar kabar semua itu, bagaimana pun sekarang Aldi adalah suaminya. Air matanya pun langsung mengalir tak henti. Hatinya begitu hancur. Karena baru beberapa jam bersamanya tapi sudah terjadi hal yang tak di duga. Renata pun segera menghampiri mbak Dina.
"Mbak tolong anterin saya ke rumah sakit dimana Aldi di rawat ya. " sambil menangis Renata meminta bantuan mbak Dina karena dia sendiri tidak bisa membawa motor.
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan kita ini jam kerja" Tanya Mbak Dina lagi
"Sudah mbak hatiku sedih sekali aku juga tidak bisa bekerja dengan hati dan pikiran yang sedih seperti ini" ucap renata lagi, yang dari tadi air matanya tak bisa berhenti.
Akhirnya Mbak Dina pun menerima permintaan dari Renata dan segera menuju ke parkiran bersama untuk mengambil kendaraan terlebih dahulu.
Saat akan pergi tiba-tiba mbak Dina kembali terdiam.
Aku harus kemana apa dia tahu di rumah sakit mana Aldi di rawat. tapi aku juga tidak enak bertanya kepadanya saat kondisi seperti ini. batin Mbak Dina
Renata yang melihat Dina termenung saja langsung menepuk pundaknya dan bertanya" kamu kenapa termenung aja? "
"Eh tidak Re.. emang kamu tahu Aldi di rawat di mana" tanya Dina ke Renata
"Tidak" ucap Renata begitu lemah.
"Yasudah coba kamu telpon Pak Irfan saja dulu, kamu di tanyain biar kita bisa ke sana" ucap Dina lagi
Renata pun hanya mengangguk dan segera mengambil ponsel dari saku, dan segera menghubungi Pak Irfan
"Halo pak,, Pak boleh aku tahu dimana Rumah Sakit Aldi di rawat, aku tadi dengar Aldi kecelakaan aku begitu kaget, izinkan aku menjenguknya Pak" Ucap renata yang memasang nada harap di belas kasih
Pak Irfan pun segera memberi tahu dimana Aldi di rawat. Renata yang mendengarnya langsung segera berangkat buru-buru bersama Mbak Dina menuju ke Rumah Sakit yang telah di beri tahu Pak Irfan.
__ADS_1