
Setelah menempuh beberapa jarak, akhirnya Aldi sampai juga di sana.
Kini Aldi berdiri sambil menatap ke depan, kedua tangannya ia pegang pagar jembatan tersebut. Aldi terus saja merenung di sana, sambil mengingat kenangan nya dulu bersama Renata. Matanya kembali mengeluarkan air, saat mengingat kalau saat ini Renata telah pergi meninggalkannya. Entah dia bisa berjumpa lagi atau memang hubungannya akan berakhir seperti ini.
Ia terus saja menatap ke arah depan, hingga tak terasa mata hati sudah mau terbenam, tapi ia tetap saja masih ingin di sana. Mungkin setelah melihat pemandangan sunset yang Indah baru dia akan pulang. Sedikit demi sedikit matahari yang Indah tersebut pun akhirnya tenggelam dan benar saja, Aldi juga meninggalkan tempat tersebut.
***
Seminggu telah berlalu. Pagi ini Aldi sudah tak merasa galau lagi karena dia sudah bertekad untuk mengumpulkan uang dan berangkat menyusul Renata. Dengan semangat empat lima, Aldi langsung keluar dari rumahnya menuju ke kantor setelah berpamitan sama kedua orang tuanya.
Perjalanannya ia hiasi dengan menyanyikan lagu Kangen Band Cinta Sampai Mati.
Saat larut dalam nyanyiannya yang Aldi nyanyikan dan di ulang-ulang olehnya, kini ia telah sampai di kantor. Saat akan melangkahkan kakinya ingin masuk ke dalam kantor.
Sontak Aldi begitu terkejut melihat keberadaan Renata di sana yang sedang membagikan hadiah(oleh-oleh) ke pada teman-temannya.
Aldi beberapa kali mengucek matanya, karena baginya seperti lagi sedang dalam mimpi saja, bisa melihat Renata lagi. Padahal kata Dina kalau Renata sudah pergi dan tinggal di negeri seberang, tapi kenapa tiba-tiba ia muncul di sini. Ia mencoba lagi menepuk-nepuk pipinya agar apa yang dia liat benar saja dan lagi sedang tidak dalam mimpi.
Ya aku sedang tidak dalam mimpi, benar ini Renata sudah kembali. Gumamnya dalam hati sangking bahagianya.
Saat larut dalam lamunannya, tanpa ia sadari Renata sudah berdiri di depannya.
"Ini untuk kamu." Ucap Renata sambil menunjuk ke sebuah oleh-oleh yang ia pegang di tangannya.
Bukannya mengambil apa yang di kasi Renata, melainkan Aldi langsung memeluknya dan meminta maaf padanya. Saat melihat banyak karyawan lain yang melihatnya berpelukan dengan Renata.
__ADS_1
Aldi langsung memicingkan matanya ke arah mereka semua sehingga terlihat tatapannya begitu tajam. Melihat Aldi mata Aldi yang tajam seperti itu karyawan lain langsung membuang pandangannya ke arah lain.
Bagaimana enggak, walau bagaimanapun Aldi adalah sepupunya Pak Bos mereka, bisa-bisa nanti mereka akan di potong gajinya atau bahkan lebih takutnya lagi mereka akan di pecat tanpa pesangon, jika Aldi memberitahu jika mereka sering bergosip kepadanya.
Merasa suasana tidak nyaman, Aldi langsung melepaskan pelukannya dan menarik Renata menuju ke ruangannya. Di sanalah ia kembali memeluk Renata sambil meminta maaf lagi.
"Maafkan aku ya sayang, selama ini aku sering menyakiti perasaan mu, tapi itu semua, aku melakukan tanpa sadar sebab ingatan yang hilang." Ucap Aldi dengan nada sendu juga matanya sedikit memerah dan berair.
"Ya Bang aku telah memaafkan mu selama ini. Tapi kamu berbicara seperti itu, apa sekarang kamu sudah sembuh dan bisa mengingat semuanya?" Tanya Renata lagi sambil melepas pelukan dan menatap Aldi yang kedua tangannya memegang bahu Aldi.
"Benar sayang!!" Ucap Aldi sambil mengangguk pelan.
Renata yang mendengarnya langsung kembali memeluk Aldi dengan seerat mungkin. Kini air matanya langsung terjatuh membuyar sebab ia sangat terharu.
Renata langsung mencumbui beberapa kali di kening dan pipi Aldi. Aldi tersenyum melihat apa yang di lakuin Renata merasa senang dan tersenyum sendiri di hati.
"Iish,, kamu kenapa jadi mesum seperti ini." Ujar Aldi yang menggemaskan.
"Sudah biarin aja, lagian aku sudah sangat rindu dengan mu." Jawab Renata tersenyum kikuk. Tapi ia tetap saja tidak menghentikan ciumannya.
Aldi yang tak bisa menahannya begitu saja, langsung saja menempelkan bibirnya ke bibir Renata yang seksi itu. Dan tangannya juga memainkan bukit kembar yang berbentuk seperti biola India.
"Tadi katanya aku yang mesum, sekarang malah kamu lebih gesit!!" Goda Renata Yang sudah melepaskan pangutan mulutnya akibat kehabisan nafas.
Mendengar apa yang di katakan Renata bukanya menjawab melainkan ia menjadi lebih menantang, karena selama ini juga mereka sudah lama tidak seperti ini. Aldi langsung kembali menempelkan bibirnya Renata dengan sangat bergairah dan kali ini ia sudah tidak membiarkan lagi Renata melepasnya begitu saja.
__ADS_1
Lama-lama permainan Aldi semakin gesit saja, kali ini dia sudah turun dan membuka beberapa kancing bajunya Renata. Sehingga terlihat gunung kembar nya yang begitu Indah dan juga Wangi.
Tak menunggu waktu lama ia langsung meranum satu persatu gunung kembar tersebut, yang membuat Renata sedikit mengalami kegelian dan tangannya juga menekan kepala Aldi untuk memperdalam pangutannya tersebut.
Saat tangannya Aldi hendak menuju ke area bawah, Renata langsung menahannya.
"Jangan di sini sayang, Nanti malam saja kamu datang ke rumah, biar kita bisa ngelakuin dengan dahsyat." Bisik Renata di telinga Aldi yang sangat menggoda.
Mendengar apa yang di bicarakan ada benarnya, Aldi langsung kembali menatap Renata.
"Benar juga sayang apa yang kamu katakan, yasudah sini aku bantuin rapi kembali pakaianmu" Aldi langsung merapikan kembali pakaian Renata tanpa menunggu Renata menjawab. Tapi sesekali tangan nakalnya menyentil gunung kembar milik istri nya itu sambil tertawa terkekeh. Dan membuat Renata kesal dan malu sendiri.
Setelah itu Aldi mengingat tentang hal yang di katakan oleh Dina, bahwa Renata akan tinggal di negeri seberang selamanya. Tapi kenapa ini dia sudah ada di sini.
"Sayang bukankah kata Dina kamu akan tinggal di Malaysia untuk selamanya?" Tanya Aldi penuh rasa penasaran.
"Yang benar dia mengatakan seperti itu?" Tanya Renata lagi sambil menatap Aldi
"Benar sayang, saat mendengar itu aku benar-benar terpukul, sampai-sampai selera makan dan semangat kerjaku menjadi hilang semuanya." Jelas Aldi jujur.
Mendengar hal itu Renata menjadi sangat terharu, ternyata Aldi segitunya menaruhkan rasa terhadapnya, biarpun selama ini Aldi tidak pernah berkata atau kata yang keluar dari mulut Aldi sendiri, jika ia mencintai Renata...
Bersambung,,
Buat kalian para pembaca Setia ku, jika di dalam bab ini mengandung adegan dewasa, ku harap kalian jangan menirunya atau melakukan adegan tersebut dengan pacar kalian yang bukan muhrim. Tapi berbeda jika kalian sudah muhrim. Terima kasih
__ADS_1