
Mereka pun lanjut mengobrol masalah bisnis yang akan mereka jalankan dengan serius. Irfan langsung mengeluarkan laptop dari tas hitam samping yang ia bawakan. Tak butuh waktu lama ia pun membuka layar laptop dan memperlihatkan bisnis yang akan di jalan kannya. Pak Dani hanya duduk diam saja sambil mendengar kan semua apa yang dijelaskan Irfan.
Pak Dani ialah seorang pemilik Perusahaan Retro group yang berjalan di bidang pengolahan bahan baku percetakan. Perusahaannya sudah tersebar di mana-mana. Maka dari itu Irfan tidak mau kehilangan klien penting seperti Pak Dani.
Setelah mendengar semua yang di jelaskan Irfan. Pak Dani pun langsung setuju untuk menanamkan sahamnya di perusahaan Irfan. Pak Dani pun langsung menanda tangani kontrak dari Irfan. setelah itu mereka langsung bersalaman seraya memberi selamat atas kerja sama yang akan mereka lakukan.
***
Renata dan Dina yang telah melaksanakan shalat zhuhur kini mereka kembali masuk ke kantor. Hati Renata sedikit menjadi lega, setelah ia berdoa kepada sang maha pencipta. Ia sangat berharap Aldi akan kembali lagi seperti dulu dan mengingatnya sebagai Istri. Ia sangat takut jika perpisahan terjadi di antara mereka.
"Aku ke Pantry dulu ya din, ingin membuat teh dulu untuk menemaniku bekerja" Pinta Renata dengan senyum
"Baiklah Ren" Jawab Dina. Dina senang melihat Renata yang sudah kembali tersenyum lagi saat ini, ia juga berharap Aldi tidak memusuhi nya lagi.
Saat Renata baru sampai ke Pantry ia melihat Aldi sedang duduk minum sendirian. Saat ia akan melangkah untuk mendekati dirinya ke dekat Aldi. Tapi Aldi langsung pergi dan meninggalkannya (menghindar). Ia hanya terdiam saja, wajahnya terlihat sedih tapi ia juga tidak mau mengejarnya. Untuk saat ini ia memilih membiarkan Aldi sendirian terlebih dulu. Walau hatinya sangat hancur, karena di musuhi Suami sendiri.
Walau seperti itu ia juga mencoba tetap tabah menghadapi semua ini. Kemudian ia langsung mengambil bubuk teh celup dan memasukkan ke dalam satu gelas yang berada di rak kecil Pantry.
Setelah memasukkan bubuk tehnya ia segera melangkah kan kakinya sedikit kesamping untuk menghampiri dispenser, yang akan di pakai untuk mengambil air panas. Tak lupa ia juga menabur gula secukupnya, biar teh tersebut tidak terasa pahit dan pekat.
Kini ia pun kembali lagi melangkahkan kakinya ke ruangan tempat ia bekerja. dengan membawa segelas teh yang telah ia bikin. Tak lupa juga saat di perjalanan ia mencicipi sesekali tehnya itu.
Aldi yang tadi menghindar saat mengetahui kedatangan Renata, kini ia sudah duduk dan bekerja, depan meja yang disertai layar monitor di atasnya. Pandangan lurus menatap sebuah sketsa percetakan yang lagi ia rancang. Ia memang selama ini suka kegiatan yang berhubungan dengan seni, kebetulan sekali juga Pak Irfan menjadikannya seorang karyawan di bidang yang sangat ia gemari. Biarpun sesekali terkadang ia merasa bosan dengan pekerjaan yang itu-itu terus.
Saat sedang larut dalam lamunan tiba-tiba suara ponselnya berdering. Ia langsung menoleh ke arah sakunya dan melihat ternyata ada pesan masuk dari Bang Irfan. Ia segera membacanya, bulu matanya berkedip kebawah dan ke atas menatap layar ponsel tersebut.
"Al, kamu bisa kesini sebentar, mobil abang mogok di pinggir jalan, nanti aku share lokasinya" Tanya Irfan dalam pesan Singkat nya itu
__ADS_1
"Iya bang share aja lokasinya, aku akan segera ke sana" Suruh Aldi membalas pesan Bang Irfan.
Tak lama setelah ia menerima lokasinya, Aldi langsung segera berangkat dengan sepmornya. Wajahnya terlihat cemas, dan jalannya juga sedikit terburu-buru. Ia tidak mau jika bang Irfan menunggunya terlalu lama.
Aldi pun sampai. Ia melihat bang Irfan sedang mengecek mesin mobilnya, yang telah di buka kap depannya.
"Bang kenapa gak panggil montir aja biar di derek ke Bengkel dulu. Kalo gini mah aku juga bingung karena aku tidak mengerti mesin." Ujar Aldi yang baru sampai di tempat mobil Irfan mogok.
"Benar juga ya, kenapa aku bisa gak kepikiran" Jawab Irfan datar.
Kemudian ia tidak menunggu waktu lama lagi, langsung saja dirinya mengeluarkan handphone di saku celana. Bola mata langsung mencari kontak montar yang ada di ponselnya tersbut. Tak butuh waktu lama Irfan pun mendapat kan kontak montir yang berada di handphonenya tersebut. Dengan wajah sedikit lega ia langsung menekan tombol panggil.
tut tut tut.
Suara panggilan tersambung. Kemudian ponsel pun tersambung. "Hallo Pak. benarkah ini montir di Bengkel A?" Tanya Irfan
"Iya Pak saya butuh bantuan ini, mobil saya mogok, bisa bapak ke sini" Ucap Irfan
"Baiklah saya akan ke sana sekarang, silahkan Bapak Share lokasinya" Pinta Montir tersebut
"Baik Pak"
Mereka langsung memutuskan panggilannya, dan Irfan langsung saja mengirim Denah lokasinya melalai whatshapp.
"Al, kamu tunggu disini ya, tunggu sampai si montir datang. Abang harus ke kantor secepatnya karena ada yang perlu abang urus. Abang pinjam motormu iya?" Ujar Irfan ke Aldi seraya meminta pinjam motor Aldi. Kemudian ia langsung buru-buru pergi meninggalkan Aldi.
Belum juga sempat Aldi menjawab tapi Irfan sudah langsung mengambil motor Aldi dan berlalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Kini Aldi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kepergian Irfan. Tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Irfan, yang sudah terlalu baik dengannya, dan juga sebagai Bos di tempat ia bekerja.
Kini Aldi pun sabar menunggu Montir yang lagi di perjalanan menuju ke tempatnya. Ia berdiri dan merebahkan punggung di kabin depan mobil Civic milik Pak Bosnya itu. Sambil menyanyikan lagu milik Tri Suaka. Aku bukan Jodohnya
Aku titipkan dia.. lanjutkan perjuanganku tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia sepertiku menyanyanginya,
dan kan ku iklaskan dia.
Tak pantas ku bersanding dengannya.
Akan ku terima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya.
Belum juga lagunya habis di nyanyikan Aldi, tapi montir tersebut sudah datang dengan motor maticnya. Dan juga tak lupa ia bawakan peralatan-peralatan yang akan di gunakan nanti, Dalam koper.
"Pak benar ini tadi yang menelpon saya" Tanya montir tersebut terlebih dahulu sebelum ia memeriksa mobilnya.
"Benar bang, tapi itu tadi yang menelpon mu abang saya, sekarang ia sudah kekantor karena ada keperluan yang membuat ia terburu-buru dan menyuruh saya yang menunggu" Jawab Aldi
"Baiklah kalau begitu, sekarang juga saya akan periksa mobil ini." Jawab montir kembali setelah mendengar jawaban dari Aldi.
montir tersebut pun langsung mengambil koper yang ia bawakan, lalu mengambil beberapa kunci yang akan dia pakai...
Bersabung
__ADS_1