
"Kamu ini tahu aja, tapi memang benar sih. Yasudah kamu pegangan gih, biar aku ngebut sedikit, sebab aku udah gak sabar pengen cepat-cepat masuk kamar!!" Ujar Aldi.
"Ih kamu ini otak mesum, tapi gak papa lah, biar cepat punya si kecil. Gak papa kan kalau sekarang aku gak minum obat lagi?" Tanya Renata lagi kepadaku dengan wajah sedikit gugup karena takut aku menolaknya.
"Nah itu kamu tahu, aku juga kepingin sih punya si junior nanti biar kita jadi rame dan tambah seru" ujar Aldi
"Jadi gak papa ni aku gak minum obat KB lagi, sebab selama ini aku minum itu tanpa sepengetahuan kamu. Karena aku kurang nyakin untuk punya si junior jika hubungan kita masih seperti kemaren yang hanya diam-diam saja, tidak seperti sekarang." Tanya Renata lagi.
"Benar sayang,"
Renata langsung memeluk Aldi setelah mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut suaminya itu. Dia tidak menyangka jika Aldi setuju dengan usulannya yang ingin memiliki junior, agar hubungan mereka menjadi lebih sempurna dengan kehadiran seorang anak di tengahnya.
Aldi yang melihat Renata sudah memeluknya dengan erat, Dia tidak membuang-buang waktu lagi, terus saja ia menancap gasnya dengan kecepatan tinggi, sehingga hanya butuh waktu beberapa menit sudah sampai di rumah Renata.
Kini Aldi dan Renata sudah di dalam kamar setelah semua urusannya selesai. Hari ini Aldi kembali membohongi orang tuanya yang mengatakan, bahwa ia tidur di rumah teman cowoknya. Sebenarnya Aldi tahu kalau itu dosa tapi ya mau bagaimana lagi, kalau tidak dia tidak akan bisa tidur dengan istrinya.
Aldi langsung melepaskan semua pakaiannya saat sudah berada di kamar berdua dengan istrinya itu. Renata merasa heran dengan sikap Aldi yang seperti itu, tapi ia juga membiarkan saja dan mau melihat apa yang akan Aldi selanjutnya lakukan.
Aldi yang sudah tidak berbusana, bukannya langsung menyerang Renata melainkan ia memutar-mutar balikkan badannya di hadapan Renata sambil mengedip-ngedipkan matanya, seraya ingin memamerkan si otongnya yang besar itu terlebih dahulu kepada istrinya.
__ADS_1
Renata bukannya tertarik sama apa yang dilihatnya sekarang melainkan ia tertawa melihat tingkah suaminya itu yang begitu lucu.
"Kamu kenapa ketawa seperti itu melihatku?" Tanya Aldi sedikit cemberut yang tertawa kepadanya.
"Habis. Ni Bang ya aku jelasin, mungkin bukan aku saja yang tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti itu, mungkin semua wanita di dunia ini juga akan tertawa jika melihat suaminya yang bertingkah lucu seperti itu!!" Seru Renata.
"Tapi gimana kamu tertarik tidak sama si otongku? Tanya Aldi lagi sambil menggodanya
Renata mengangguk kikuk malu, karena dia juga sangat menyukai si otong suaminya itu. Apalagi bentuknya yang besar seperti itu, membuat ia tidak akan bisa melupakannya.
Kini Aldi mulai mendekati istrinya sehingga tidak ada lagi jarak di antara mereka, tanpa basa-basi ia langsung mencium leher isterinya yang di belakang telinga, Renata langsung merem melek saat merasakan apa yang di lakukan suaminya itu, tapi ia juga merasa ke tagihan.
Renata yang merasakan kegelikan yang luar biasa, ia hanya bisa pasrah karena ia juga menginginkan hal yang seperti itu. Renata langsung memegang kepala Aldi seraya menyuruhnya untuk tidak melepaskan pangutannya itu. Tapi bukan Renata menyuruhnya dengan kata-kata melainkan menggunakan bahasa tubuh.
Aldi yang merasa paham dengan ke inginan istrinya itu langsung memperdalam lagi ciumannya, sehingga sekarang sudah nampak terlihat jelas beberapa tanda merah terbentuk di leher istrinya itu.
Aldi yang sudah puas bermain di leher kini, terlebih dulu mengambil pernapasan dengan meranum bibir merah menggoda istrinya itu, sampai istrinya bungkam tak bersuara. Renata yang juga merasakan ke hangantan di bibir nya, langsung kembali membalas perlakuan Aldi, sehingga mereka melakukan nya dengan benar-benar bergairah, sambil tangan Aldi yang tidak pernah lepas dari gunung berapi milik Renata, juga tangan Renata yang memainkan si otongnya Aldi.
Merasa nafasnya sudah mulai habis barulah mereka melepasnya melepasnya. Aldi langsung membuka satu persatu pakaian yang istrinya gunakan itu, sehingga kini terlihat mereka berdua sudah sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
Mulut Aldi kini sudah berpindah ke gunung merapi milik Renata yang membuat Renata tidak bisa mengedipkan matanya, ia begitu merasakan sensasi yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, sebab baru kali ini Aldi melakukan ini dengan begitu gesit. Mungkin karena Aldi sudah merasakan kebebasan yang tidak harus lagi bersembunyi-sembunyi seperti dulu.
Aldi terus saja melahap gunung merapi milik Renata itu dengan sangat rakus, sehingga terlihat gunung tersebut mulai mengeras. Tak puas sampai di situ saja, kini Aldi mengecup semua badan istrinya dari leher, dada hingga sampai ke perutnya, yang membuat semua badan mulus istrinya itu menjadi kemerahan.
Sebenarnya Renata sudah tidak tahan lagi ingin cepat-cepat menyuruh Aldi untuk memasukkan si otongnya ke lubang surganya, karena punyanya sudah mengeluarkan beberapa cairan kental yang membasahi area intimnya itu. Tapi seperti Aldi tidak akan memulainya secepat itu, karena punya Aldi juga belum sepenuhnya mengeras.
"Sayang kita pindah ke kasur ayuk?" pinta Aldi
Renata hanya mengangguk saja, kini Aldi langsung mengangkat tubuh istri nya itu ke kasur, sedangkan Renata hanya pasrah saja dan memang Renata juga sangat menginginkan gendongan seperti itu dari suaminya. Biarpun badan Aldi sedikit lebih kurus dari Renata tapi, tetap saja tidak membuat Aldi keberatan untuk mengendong tubuh sexy milik istrinya itu.
Kini Renata yang masih melihat si otong Aldi belum sepenuhnya mengeras, ia langsung membelainya dengan penuh kenikmatan, sehingga terlihat wajah Aldi yang kini mulai merem melek, karena sangat menikmati permainan tangan istrinya itu.
Kemudian Renata langsung mengulum kepala si otong yang botak, sedangkan satu tangannya memegang Batang si otong. Renata mengulum secara perlahan, tubuh Aldi menggelinjang dan si otongnya bergerak-gerak di mulut Renata sedikit demi sedikit sehingga membuatnya terlihat menggeras tak tertandingi. Beberapa saat lamanya terlihat juga mulut Aldi yang mengeluarkan suara *******.
Merasa sudah tidak tahan lagi, kini Aldi langsung kembali menarik siotongnya dan merebahkan badan Renata, sehingga terlihat sekarang Aldi sudah berada di atas Renata. Aldi langsung menusukku si otongnya itu ke dalam lubang surga milik istri.
"Auw.." Jerit Renata
"Kamu kenapa, sakit ya tapi bukankah dulu kita sudah pernah melakukannya?" Tanya Aldi seraya membelai lembut istrinya itu.
__ADS_1