Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Taman Rumah Sakit


__ADS_3

Sudah dua hari Aldi belum sadarkan diri pasca Operasinya, sedangkan Renata ia bekerja seperti biasanya, tapi setelah pulang kerja ia selalu ke rumah sakit dan masih Setia menunggu Aldi sadar.


Seperti sekarang ia sedang duduk di samping tempat tidurnya Aldi bersama Ibu, sedangkan Ayah menunggu diluar sambil merokok. Hari ini Pak Irfan tidak datang mengunjungi Aldi karena sibuk dengan pekerjaannya di kantor.


Saat mereka larut dalam kesedihan masing-masing tiba-tiba, jari Aldi bergerak.


"Rena liat jari Aldi bergerak" Ucap Ibu dengan hati sangat bahagia.


"Ia bu." Ucap Renata yang tak kalah bahagia.


Seiring kebahagian mereka Aldi pun tersadar dari tidurnya. Dan sedikit demi sedikit membuka matanya.


"Ibu, Dia siapa? Ucap Aldi kepada Ibu yang baru sadarkan diri.


Renata pun begitu terkejut mendengar apa yang di ucapkan Suaminya itu, ia pun membenarkan apa yang di takuti nya terjadi.


Ya Allah kenapa kau menghukum hamba. Apa salah ku hingga kau membuat suami ku sendiri tidak mengenalku. batin Renata


"Dia Renata teman kerja mu di kantor bang Irfan, apakah kamu tidak ingat? Ucap Ibu yang sudah mengetahui hal ini akan terjadi, tapi Ibu bersyukur karena anaknya masih mengingat keluarganya.


Aldi pun kembali mengingat-ingat sambil tangannya memegang kepalanya. Tapi tetap saja dia tidak Ingat.


"Maaf Bu tapi Aku tidak ingat" Ucap Aldi yang merasa kepalanya sakit saat terlalu mencoba memaksa mengingat.


"Sudah jangan terlalu memaksakan seiring waktu kamu pasti akan pulih seperti dahulu" Ucap Renata sendu yang tidak menginginkan, suaminya stres karena terlalu memaksa mengingat masa lalunya.


"Rena coba kamu panggilkan Ayahnya, biar kita suruh panggil Dokter untuk melihat kondisi Aldi" Suruh Ibu ke Rena

__ADS_1


"Ia baiklah bu" Dengan hati dan Air matanya berlinang tak bisa ia tahan Rena pun keluar untuk memberi tahu Ayah mertuanya itu.


Renata pun kembali ke tempat Aldi dan Ibu. Tak lama kemudian Ayah dan Dokter pun masuk untuk mengecek kondisi Aldi.


Dokter pun mengecek kondisi Aldi, Ibu, bapak Dan Renata berdiri tegang tak Ada Yang bersuara. Tak lama kemudian Dokter pun siap memeriksa Aldi.


"Gimana Dok keadaan anak saya?" Tanya Ibu Aldi dengan penuh rasa penasaran di hatinya.


"Kondisi Aldi sudah membaik, tapi seperti saya jelasin sebelumnya, ingatannya belum sembuh total, harap semua pihak keluarga bisa sedikit membantu mengembalikan, agar ingatannya cepat kembali, tapi saya harap jangan terlalu di paksakan. Harap pihak keluarga mengerti apa yang saya maksudkan agar lebih bersabar dalam menghadapinya" Dokter tersebut menjelaskan kondisi Aldi dengan panjang lebar.


Semua keluarga Aldi hanya terdiam sedih saja, mendengar apa yang dikatakan Dokter tersebut termasuk Renata.


"Lalu Dok kapan anak saya bisa pulang" Ucap Ayah dengan ramah


"Insyaallah dua atau tiga hari lagi Aldi sudah bisa pulang. setelah jahitan di kepalanya sedikit mengering. Tapi setiap sebulan sekali dia harus di bawa kemari untuk melalukan check up kesehatannya." Dokter menjelaskan dengan semua penuh pertimbangan.


Semua keluarga Aldi menjadi lega, setelah mendengar apa yang Dokter barusan kata. Tapi berbeda dengan Renata air matanya terus jatuh mengenai pipinya, setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aldi, bahwa dia tak mengenalnya.


"Renata pun mengiakan ucapan mertuanya tersebut seraya memeluknya dengan penuh kasih sayang."


.....


Hari telah berganti, Kondisi Aldi semakin membaik saja, tapi seperti yang Dokter katakan, bahwa dua hari atau tiga hari lagi baru bisa pulang. Sedangkan ini hari pertama. Berarti Aldi masih akan berada disini sehari atau dua lagi.


"Ibu, bolehkan aku minta keluar jalan-jalan sebentar, Aldi bosan di tidur terus." Aldi meminta ke Ibunya


"Baiklah Al" Ibunya pun menyetujuinya.

__ADS_1


Saat Aldi akan berangkat.


"Biar saya aja bu yang mengantarnya atau kita bisa jalan bertiga." Berhubung hari ini hari minggu jadi Renata tidak bekerja dan Setia menemani Aldi.


"Yasudah kalau begitu" Ucap Ibu tersenyum


Kami pun bertiga keluar dari ruang inap rumah sakit. Aldi di dorong oleh Renata dengan kursi Roda, sedangkan Ibu memegang selang infus. Karena Aldi masih belum bisa berjalan Pasca Operasi, kepalanya masih pening dan sesekali merasakan mual. Tak lama kemudian mereka pun sampai di Taman Rumah Sakit, dimana terlihat banyak pasien yang menghabiskan waktu di sana, saat mereka bosan di kamar hanya tidur saja. Aldi melihat ada beberapa pasien yang kondisinya lebih mengenaskan darinya, tapi tetap saja mereka sabar menghadapinya.


Aku kira cuma aku yang mengalami hal naas seperti ini ternyata masih banyak diluar sini yang lebih dari aku. Batin Aldi


"Buk itu ada kursi panjang lebih baik kita ke sana aja biar Ibu sama mbak Renata bisa duduk" Ucap Aldi yang melihat Ibu dan Renata pasti lelah jika hanya berdiri saja untuk menemaninya.


Ibu pun menoleh melihat ke arah yang di tunjukkan Aldi, benar saja di sana ada kursi panjang yang bisa mereka gunakan.


"Oh yasudah ayok kita ke sana" Ucap Ibu


Mereka pun berjalan menuju kursi tersebut. Sampai di sana mereka duduk bersama, Aldi pun ikut duduk di kursi tersebut.


"Bu bagaimana jika ingatan ku tidak bisa kembali pulih, karena saat ini aku cuma ingat keluarga ku saja" Ucap Aldi dengan nada sendu yang takut, akan melupakan Identitasnya dulu sebelum ia mengalami kecelakaan.


"Hufft,, Sayang kamu tidak bole berbicara seperti itu, kamu pasti akan sembuh kembali. Kamu harus tetap semangat, kamu masih punya kami semua" Ucap Ibu sendu


"Ia kamu jangan sedih aku juga akan selalu membantumu, setelah kamu keluar dari sini, jika kamu kembali bekerja, aku juga selalu akan mendampingi mu" Ucap Renata yang air matanya tak bisa ia tahan dan mengalir ke pipi. Tapi Ibu dan Aldi tidak merasa bahwa ia Adalah istri dari Aldi. Dipikiran Ibu sebab hanya mengutamakan kesembuhan Aldi.


"Mbak, kenapa mbak menangis? Apakah dulu kita terlalu akrab" Ucap Aldi yang merasa aneh jika ada seseorang yang mau membantunya seperti ini.


"Ia kita sangat akrab, dulu di saat ada tugas kita selalu pergi bersama." Ucap Renata yang ingin membantu sedikit demi sedikit kesembuhan Aldi.

__ADS_1


"Rena,, Ibu titip Aldi sebentar ia, Ibu mau ke toilet sebentar" Ibu yang melihat Rena ingin membantu Aldi, beralasan dan membiarkan mereka berdua.


Mereka pun mengiakan permintaan Ibu. Ibu pun berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2