Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Makan malam


__ADS_3

Tok tok tok


Assalamualaikum, aku mengetok pintu dan memberi salam.


"Waa'laikum salam" jawab ibuku yang sedang berada di dapur.


Aku pun segera masuk dan menuju ke kamar, saat tiba di kabar tiba" hp ku berbunyi.


Kring kring


Bunyi HP ku.


Aku pun segera melihat ternyata, nomor baru yang pernah mengirimiku pesan Ubur ubur sawah.


"*A*ngkat gak ya angkat gak ya batinku"


Akhirnya aku pun mengangkatnya.


"Halo, ini siapa" tanyaku penasaran


"Ia halo, ini aku Renata" jawabnya


"Oh jadi ternyata kemarin mbak yang mengirim pesan kepada ku" tanyaku..


"Ia hehehe. Malam ini kamu ada waktu gak? mbak mau ajak kamu makan malam sambil jalan-jalan, kalo kamu mau langsung aja kamu jemput mbak di rumah!!" pinta Renata.


Aku pun tidak menjawab, dan langsung menuju keluar mengambil motorku, terus tancap gas menuju ke rumah Renata.


"Ah tidak sopan anak ini main matiin begitu saja. batin"Renata kesal.


Tak lama setelah itu, aku pun sampai di depan rumah Renata. aku segera mengeluarkan ponselku dalam saku celana dan menelponnya.


"Halo mbak!!..Coba deh keluar. pintaku sambil tersenyum terkekeh dan langsung mematikan telpon.


Akhirnya Renata pun keluar dan kaget saat melihat ku sudah di depan rumahnya.


"Aku kira kamu tadi tidak mau? " ketus Renata


"Mana mungkin aku menolak kalau ada cewek yang mengajakku" jawabku sambil senyum-senyum.


"Kita pergi ke mana mbak" tanyaku

__ADS_1


"Kemana saja yang penting bersamamu" goda mbak renata kepadaku


"Yasudah kita ke pasar malam saja" ucapku


"Baiklah" ucap Renata


Akhirnya kami pun berangkat menuju ke suatu pasar malam. saat di perjalanan aku melihat mbak Renata kayak kedinginan, lalu aku mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku langsung mengambil tangannya dan aku lingkarkan di pinggang ku. Renata hanya diam saja dengan perlakuanku dia juga merebahkan kepalanya ke punggung ku, seperti pasangan muda mudi yang sedang berpacaran saja. Aku tidak tahu kenapa badanku gemetaran saat di peluk Renata. Aku terasa begitu gugup tapi aku coba untuk bersikap biasa saja.


Ternyata dia romantis juga, aku tidak menyangka dia akan memperlakukanku semanis ini. yang aku heran dia bisa tahu jika aku lagi kedinginan.batin Renata.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan, yang kurang lebih memakan waktu sekitar satu jam, kami pun sampai di tempat tujuan. Aku pun segera memarkirkan motorku di parkiran yang tersedia. kami pun beranjak masuk ke pasar malam tersebut, dan menuju ke tempat orang jualan nasi goreng.


"Kamu mau nasi goreng? "tanyaku kepada renata


"Boleh aku juga belum makan tadi di rumah." jawab renata datar


Aku pun segera memesan nya. "Mbak nasi goreng dua?" ucapku pada penjual


"Baik dek. Minumnya apa dek biar sekalian,?" tanyanya


"Teh dingin saja" jawabku


Kami pun segera mengambil tempat duduk, lalu kami pun duduk bersama sambil menunggu nasi goreng. Tak lama kemudian nasi goreng pun tiba


beserta dengan minuman yang kami pesan tadi. kami pun segera memakannya sambil bercanda dan sesekali menyuapi satu sama lain.


Di sisi lain banyak orang yang memperhatikan kami dengan heran. karena kami terlihat seperti kakak dan adik tapi terlihat romantis. Ada yang iri dengan kami dan ada juga yang tidak suka.


Kami yang merasa ada yang memperhatiin kami, akhirnya merasa tidak nyaman.


"mbak liat deh? kayaknya banyak sekali dari tadi aku liat orang yang melihat kita" ucapku sendu yang merasa tidak nyaman lagi berada di tempat tersebut.


Renata yang dari tadi tidak terlalu peduli dengan suasana akhirnya dia melihat.


"Oh Ia Al benar apa yang kamu bilang, kita pulang saja yok. ucap Renata yang juga merasa tidak nyaman lagi berada di tempat tersebut.


Akhirnya kami pun bangun dari tempat duduk kami, aku segera membayar apa yang telah aku pesan tadi,


"Berapa mbak? "


"50 ribu saja dek jawabnya ramah"

__ADS_1


Aku pun segera membayarnya dan menuju ke parkiran mengambil motorku. "Ayok mbak naik" pintaku. Renata pun segera naik.


B**rem brem brem**


Suara motorku. kami pun segera pergi meninggalkan tempat itu, dalam perjalanan Renata berpegangan memelukku, aku pun merasa senang, saat di persimpangan aku tidak langsung belok menuju ke rumah melainkan menuju ke tempat lain.


"Eh Al,, kamu mau kemana, bukankah ini bukan jalan ke rumah ku?" ucap renata seperti orang ketakutan


"Sudah mbak duduk saja kita ke sana dulu, lagian besok hari libur jadi tidak masalah, kalau pulang terlambat sedikit, tenang saja aku tidak akan menyakitimu" ucapku menyakinkan nya.


Akhirnya Renata pun diam saja dan menuruti apa kemauanku.


Aku penasaran ni anak mau bawa aku kemana ya tapi yasudah gapapa sesekali dibikin penasaran sama brondong tampan. batin Renata


Aku terus saja melajukan kendaraan ku sampai tiba di suatu tempat. Ya tempat itu ia lah Jembatan Layang. Aku pun segera mematikan motorku dan berhenti. kami pun berdua turun dan duduk sambil mengobrol di trotoar jembatan tersebut. saat larut dalam obrolan aku pun segera melihat renata dengan pandangan sendu dan mendekatkan wajahku dengan wajahnya. Aku pun meraup bibirnya yang terlihat merah muda yang begitu gemas. Aku melihat dia tidak menolak saat aku menciumnya, maka aku langsung memperdalam ciumanku hingga Indra pengecap ku menerobos ke mulutnya. sampai akhirnya nafas kami habis, baru aku melepaskannya dan aku melihat dia cuma memegang bibirnya tanpa berkata apapun. Aku pun segera memeluknya dari belakang dengan mesra.


Aku tidak tahu mengapa dia tidak menolak atau memberontak, saat aku melakukan hal itu padanya karena yang aku liat dia hanya diam saja. Aku merasa malam ini tidak ingin pulang, rasanya dunia hanya milik kami berdua.


Kenapa aku begitu menikmati apa yang dilakukan padaku, kenapa aku tidak bisa menolaknya batin Renata.


Aku yang melihatnya hanya termenung saja saat memeluknya, nafsuku mulai muncul lagi dan pikiranku pun jadi aneh. Aku pun membalikkan badannya menghadap ku lagi dan langsung menyosornya lagi dengan begitu bergairah, diapun menikmati apa yg aku lakukan sehingga tanganku merayap ke bukit kembarnya yang begitu kenyal seperti jelly. tidak puas sampai disitu tangan nakal ku pun merayap ke bawah menuju lobang surganya, saat tanganku mau masuk. Aku terkejut karena dia menyangkalnya.


"Aku tidak mau melakukan itu, jika kamu memang mau melakukan hal itu maka segera nikahkan aku" bisik nya di telingaku


Aku pun segera melepaskan bibirku, tidak menjawab apa yang dikatakan dan termenung sendiri.


"Kenapa kamu diam dan terkejut begitu. Aku sudah tahu jika laki-laki cuma mau enaknya saja dan setelah itu melepaskannya begitu saja" Ucap Renata


Aku pun menjawab" jika itu memang kemauan kamu, beri aku waktu beberapa hari, agar aku tidak salah mengambil keputusan.


"Yasudah ini sudah larut malam tidak enak disini cuma berdua aja. Ayok kita pulang? ucapku. dia pun mengangguk.


Aku segera menghidupkan lagi motorku dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu. dalam perjalanan aku dan dia hanya diam saja, tidak ada satu patah kata pun yg keluar dari mulut kami berdua. Setelah menempuh waktu kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai di rumah Renata. Dia pun segera turun masuk ke rumahnya tanpa berkata apapun. Aku pun hanya berdiam diri sambil melihat punggungnya yg berjalan di depanku. akhirnya aku juga pergi meninggalkan rumahnya.


Aku harap dia akan segera menikahi ku, karena aku tidak mau terlihat rendah dimatanya dengan apa yang telah dia lakukan padaku semalam. biarpun dia tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman batin Renata.


Setelah menempuh jarak beberapa kilometer dari rumah Renata, Akhirnya aku pun sampai di rumah. Aku pun segera masuk karena pintu rumahku tidak terkunci, aku yang sudah tahu orang tua ku sudah tertidur jam segini tidak memberi salam lagi, nanti takut menganggu mereka. Aku pun segera masuk ke kamar. sampai di kamar aku langsung membuang semua pikiranku yg aku pendam dari perjalanan tadi. Agar aku bisa tidur dengan enak. Tapi tetap saja perkataan Renata itu selalu menghantui pikiran. Sampai akhirnya aku bangun dan mengambil wudhu lalu salat tahajud dua rakaat dan aku berdoa.


"Ya Allah apa yang hamba harus lakukan kenapa hamba selalu teringat dengan perkataan itu, berikanlah aku petunjuk mu ya Allah agar aku tidak salah melangkah"


Setelah itu pikiran ku pun menjadi tenang dan langsung bisa tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2