
Kini Renata dan Dina sudah akan mau pulang, setelah semua yang di ceritakan Dina. Dina merasa lega setelah menceritakan semua tentang rencananya akan menikah dengan Ari kekasihnya, dan sahabatnya itu juga mendukung hubungannya dengan Ari.
Baru saja mereka akan keluar dari pintu sebuah cafe ternama di kota itu, tiba-tiba mereka melihat Karisa yang akan mau masuk ke tempat tersebut. Awaknya Renata tidak peduli dengan kehadirannya di sana tapi tak tahu kenapa Karisa langsung saja mendekatinya dan bukan langsung masuk ke Cafe tersebut.
"Wah ternyata ada pelakor disini!!! " Ucap Karisa dengan sinis sambil bibirnya sedikit tersenyum yang terlihat mengejek.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Karisa darah Renata langsung naik 90 derajat celcius. Mukanya langsung merah, ingin sekali ia menamparnya tapi ia juga tidak mau bertengkar di tempat umum. Karena merasa malu jika diliat orang apalagi sampai di abadikan ke sosial media.
"Apa kamu bilang?" Tanya Renata sambil matanya memelototi ke arah Karisa. "Dasar wanita bodoh sudah dihina-hina dan di usir sama Pak Irfan masih saja berharap lebih" Jawab Renata lagi yang lebih sinis. Membuat Karisa menelan ludahnya sendiri.
"Apa kamu bilang, aku wanita bodoh awas saja kau, akan ku buat hidupmu menyesal" Ancam Karisa dan berlalu pergi meninggalkan Renata dan Dina. Karisa merasa sangat kesal karena Renata telah berani menjawabnya seperti itu.
"Huh dasar wanita bodoh!!" Ejek Renata lagi sambil menatap kepergian Karisa
Kini Renata dan Dina kembali tertawa menatap kepergian Karisa. Mereka merasa telah menang dari gadis galak tersebut.
"Dia kira Din cuma dia yang bisa menghina-hina orang, tapi aku heran kenapa dia masih saja mengejar Pak Irfan. Padahal Pak Irfan sendiri dulu bilang kepadaku, kalau dia yang meninggalkan Pak Irfan dan pergi bersama pria lain. Apa mungkin sekarang pria lain itu juga sudah meninggalkannya ia" Tanya Renata yang merasa bingung terhadap kelakuan si Karisa.
"Benarkah begitu Ren apa yang kamu katakan" Tanya Dina yang juga merasa heran.
"Mana mungkin aku berbohong, lagian itu juga tidak penting bagiku" Jawab Renata lagi.
"Kalau begitu aku ngerasa apa yang kamu katakan itu benar, mungkin saja sekarang dia telah di tinggal sama selingkuhannya itu" Ucap Dina Antusias, tapi kalau gitu syukuri deh biar dia tahu rasa.
"Yasudah kalau gitu kita pulang sekarang ayok, ini juga sudah malam." Ujar Renata
__ADS_1
"Yasudah ayok!!" Jawab Dina dan langsung saja menarik tangan Renata agar cepat berjalan untuk mengambil kendaraan nya.
Karisa yang tadi sudah masuk ke Cafe dengan perasaan yang sangat gusar terhadap Renata. Ternyata dia duduk bersama dengan seorang pria. Pria tersebut bernama Antoni dipanggil Anton. Antoni adalah anak dari seorang pengusaha kaya Raya yang tidak lain adalah sahabat dari Ayahnya Karisa.
Karena Ayahnya Karisa sudah bersahabat terlalu lama dengan Ayahnya Anton, maka dari itu Ayahnya dari Karisa setuju akan menjodohkan mereka berdua. Karena mereka mengetahui jika Anton menyukai Karisa, tapi berbeda dengan Karisa yang awalnya sama sekali tidak mengenali Anton. Bahkan saat Karisa mengetahui awalnya ia akan di jodohkan dengan Anton, ia ingin sekali menolaknya tapi orang tuanya terus memaksanya dan membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebenarnya Karisa dari awal sudah ingin menceritakan semuanya ke Irfan, saat Irfan mengetahui jika dirinya akan bertunangan dengan Anton. Tapi tetap saja Irfan sudah tidak mau mendengarkannya lagi, karena menurut Irfan dia telah berkhianat.
"Kamu kenapa, kenapa mukamu seperti orang kesal seperti itu" Tanya Anton ke Karisa, yang melihat wajah tunangannya itu cemberut seperti cabe keriting.
"Aku baru sa,," Saat Karisa ingin mengucapkan sesuatu ia langsung menghentikan ucapannya tersebut. Karena Karisa tidak ingin jika dirinya di ketahui baru saja bertengkar dengan Renata. Bisa-bisa Anton mengetahui jika dirinya masih mencintai mantannya.
"Baru apa, kenapa tidak lanjut" Tanya Anton kembali seraya menatap lekat wajah Karisa.
"Kenapa bisa kesal sama tukang Parkir apakah dia bikin masalah sama kamu" Tanya Anton tegas, yang tidak mau jika ada seseorang berani membuat masalah dengan kekasihnya tersebut.
"Tidak hanya masalah kecil, Sudah jangan di ingat lagi. Ayok kita lanjut makan" Karisa langsung menyuapkan makanan ke mulut kekasihnya ia, agar Anton tidak menanyainya lebih jauh lagi.
***
Kini Irfan sudah berada di bengkel dimana mobilnya dulu di derek oleh seorang montir. Berhubung mobilnya telah siap kini Irfan sudah di hubungi oleh pemilik bengkel tersebut. Mendengar mobilnya telah siap Irfan langsung naik Taksi menuju ke tempat dimana mobilnya itu di perbaiki.
"Pagi Pak,, Ini saya Irfan yang tadi Bapak telpon dan memberi tahu kalau mobil saya sudah siap" Ucap Irfan ke pemilik bengkel
"Oh ia,, Benar saja mobil Bapak telah siap, bapak bisa urus administrasi nya terlebih dahulu" Jawabnya Ramah.
__ADS_1
"Baiklah Pak" Jawab Irfan lagi dan langsung menuju ke tempat yang akan ia bayar.
Irfan yang sudah mengurus semuanya, kini langsung mengendarai mobilnya keluar dari bengkel tersebut. Ia merasa puas dengan pelayanan bengkel tersebut, karena bisa ia rasakan saat mengendarai mobilnya itu sudah jauh lebih enak.
Irfan langsung saja pergi menuju ke kantor. Mobilnya terus melaju dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian ia sampai juga di Kantornya sendiri. Tak membuang-buang waktu lagi Irfan langsung masuk ke ruangannya. Ada hal yang perlu ia kerjakan hari ini. Tapu sebelum itu Irfan terlebih dahulu menjumpai karyawannya dan berbagi tugas.
"Aldi, Renata, Ari dan Dina. Kalian ke ruangan saya sebentar iya." Ucap Irfan yang sudah berdiri di depan ruangan mereka masing-masing.
Setelah mendengar apa yang di perintahkan Irfan barusan, Aldi, Renata, Ari dan Dina. Langsung segera bersiap-siap menuju ke Ruangan Pak bosnya itu, tanpa bertanya apapun terlebih dulu.
Sesampainya di Ruangan Irfan barulah mereka bertanya, kenapa mereka di suruh ke sana.
"Pak, Ada apa memanggil kami semua kemari?" Tanya Aldi mewakili teman-temannya itu.
"Ohia, Ada tugas yang harus kita kerjakan bersama, makanya saya memanggil kalian kemari" Jawab Irfan santai.
'Yasudah kalau begitu silahkan saja Bapak kasih tahu tugas apa yang akan kita kerjakan? Tanya Aldi lagi.
Irfan langsung menjelaskan tentang tugas yang akan mereka kerjakan bersama, dengan sedetil mungkin agar semua karyawannya itu dapat memahaminya dengan mudah.
"Gimana kalian sudah paham kan?" Tanya Irfan setelah menjelaskan semuanya.
"Sudah Pak." Jawab mereka serentak.
"Yasudah kalau gitu kalian kembali ke ruangan kalian masing-masing terlebih dahulu, untuk mempersiapkan keperluan yang akan kita gunakan." Suruh Irfan, yang membuat mereka langsung menuju ke ruangan mereka terlebih dahulu.
__ADS_1