
Beberapa hari telah berlalu, hari ini iyalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Dina dan Ari, mereka melakukan pernikahan di kampungnya Dina. Aldi dan juga Renata datang ke sana tetapi Irfan tidak bisa hadir karena selama ini ia telah terlalu banyak mengambil cuti selama berbulan madu dengan istrinya.
Aldi dan Renata setibanya di sana mereka langsung mengambil makanan terlebih dahulu.
"Sayang ayok kita duduk di sana." Ajak Aldi kepada Renata, yang sudah mengambil sepiring nasi di tangannya.
Renata tidak menjawab dia hanya mengangguk dan mengikuti ke mana arah Aldi akan pergi. Setibanya di meja para tamu barulah mereka duduk dan menghabiskan makanan mereka.
Ari dan Dina kini sedang berada di atas pelaminan yang sederhana di dalam rumah Dina, mereka terlihat malu-malu. Biarpun mereka sudah menjalin hubungan sudah lama tapi tetap saja saat ini mereka terlihat canggung.
Setelah tadi pagi mereka melakukan akad nikah di sebuah mesjid yang berada di kampung halamannya, mereka langsung kembali ke rumah untuk acara selanjutnya.
Kini mereka sedang mengambil pemotretan dengan keluarga, setelah itu Aldi dan juga Renata ikut gabung untuk mengambil pose bersama mereka.
"Selamat ya Din," Ucap Renata sambil berjabat tangan dan berpelukan.
Kemudian ikuti oleh Aldi di belakangnya yang juga memberi selamat kepada Ari dan Dina, Aldi hanya berpelukan sama Ari sedangkan dengan Dina ia hanya berjabat tangan.
Setelah memberikan ucapan selamat kini mereka ikut mengambil beberapa pose bersama pengantin. Ari dan Dina merasa bahagia sekali apalagi Aldi dan Renata juga ikut datang walau tempatnya yang sedikit lumayan jauh.
"Kalian cepat bikin resepsi biar nanti kami juga akan ke sana dan bisa foto bareng." Ucap Dina.
"Sabar dong, dia harus satu-satu dulu tertuntaskan baru nanti yang terkahir ke kami. Kemarin kan sudah di acara Pak Irfan, sekarang giliran kalian, nanti setelah itu baru kami, ya kan sayang?" Ucap Aldi dengan girang dan juga menoleh ke arah Renata mempertanyakan omongannya tersebut.
Renata hanya mengangguk mengiyakan apa yang di katakan Aldi, karena dia juga tidak tahu kapan mereka akan bisa melakukan resepsi seperti ini.
"Liat itu Renata aja setuju," Ucap Aldi lagi sambil tersenyum.
"Ya,, ya,, deh, kita tunggu saja." Jawab Dina juga ikut tersenyum.
Kini pengantin tersebut ikut foto bersama tamu-tamu yang lain sedangkan Aldi dan Renata sudah kembali ke tempat duduk mereka untuk kembali menyantap beberapa hidangan yang lainnya.
__ADS_1
"Sayang setelah ini kita pamit ya? karena kita dari jauh, besok juga harus kembali bekerja." Tanya Aldi.
"Baiklah Bang," Sahut Renata
Di dalam Ari dan Dina merasa lelah sekali setelah melakukan beberapa pemotretan bersama keluarga dan juga dengan tamu-tamu undangannya. Mereka benar-benar seperti Raja dan Ratu hari ini.
Ternyata gini rasanya jadi pengantin baru, benar-benar hal yang sangat istimewa. Batin Dina.
"Kamu kenapa termenung?" Tanya Ari
"Aku terharu Mas, aku sangat bahagia hari ini. Apakah kau juga bahagia?" Ucap Dina kembali kepada Ari.
"Tentu aku bahagia karena aku bisa menikahi wanita yang kucintai." Jelas Ari.
Tak lama Aldi dan Renata masuk kembali ke tempat mereka, mereka tercengang ke arah Aldi dan Renata karena tidak tahu apa yang akan di bicarakan mereka.
"Ari, Dina, kami pamit izin pulang dulu ya, maaf ya kami tidak bisa menghadiri acara kalian sampai selesai." Tungkas Aldi.
"Sudah kalian jangan sedih, yang penting kan kami sudah hadir, kalian kan tahu sendiri kami hanya boleh cuti satu hari dan besok harus kembali masuk kerja." Jelas Renata kembali.
"Yasudah, terimakasih ya kalian sudah mau datang, kalian juga hati-hati di jalan." Jawab Dina, dengan nada sendu yang tidak bisa menahan kepergian sahabatnya itu.
Aldi dan Renata pun akhirnya berpelukan terlebih dahulu baru setelah itu mereka pergi untuk pulang. Hari ini bukan pasangan pengantin saja yang lelah mereka juga lelah, apalagi mereka pergi dari jauh, butuh beberapa jam buat sampai ke tempat Dina.
Di hari yang telah sore Aldi dan Renata sangat menikmati perjalanan mereka, walaupun sedang terlihat sangat lelah tetap saja mereka senang kalau lagi sedang berdua.
"Peluk dong sayang, biar romantis." Goda Aldi sambil tersenyum malu-malu
"Ih,, kamu ini gatal banget minta peluk selalu." Sewot Renata.
"Kan tidak apa-apa gatal sama istri sendiri." Jawab Aldi lagi yang membuat Renata tak bisa berkutik.
__ADS_1
"Yasuda, ni aku peluk." Ucap Renata yang langsung memeluk Aldi seerat mungkin, membuat Aldi tak bisa bernafas.
"Ih,, kamu ini peluknya gitu amat, bisa-bisa kurus kering aku selalu kamu gituin." Ucap Aldi sedikit kesal dan menyemberutkan wajahnya.
"hahahahaha,, !!!" Bukan nya kasian ia malah tertawa melihat Aldi yang cemberut seperti itu. "Kamu tambah gemas deh Bang kalau gitu,," Rayunya lagi
"Oh jadi kamu sudah pandai merayu ku sekarang, awas saja nanti sampai di rumah aku akan menghukum mu lagi." Ucap Aldi.
Ginilah kalau kalau sudah kita kerjain nya sudah pasti hukuman di kamar yang di berikan. Batin Renata.
"Ya, ya, deh aku minta maaf, Sini aku beri hadiah." Jawab Renata.
"Emang kamu mau beri hadiah apa?" Tanya Aldi bingung dan kini sudah meminggirkan motornya ke samping dan menoleh ke arah Renata.
Renata langsung membungkam bibir Aldi dengan bibirnya membuat Aldi terdiam dan tak berkutik.
Katanya kasih hadiah, tau-taunya ia menciumku dasar istri mesum. Batin Aldi.
Renata langsung menerobos lidahnya ke dalam rongga mulut milik Aldi, untuk melepaskan rasa kangennya tersebut. Aldi hanya diam dan menahan saja permainan bibir istrinya itu, sampai ia tak bisa menahan lagi, barulah ia membalasnya sampai nafas mereka benar-benar habis barulah mereka melepaskannya.
Untung saja di jalan yang lagi mereka lewati tidak banyak kendaraan yang lewat sehingga tak ada yang melihat aksi mereka tersebut, biarpun mereka sudah menikah tapi tetap saja terlihat seperti masih berpacaran.
"Gimana enak kan hadiahnya?" Tanya Renata lagi.
"Ih, istri mesum, masak tega mencabuli suaminya sendiri." Ucap Aldi.
Renata tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di katakan Aldi, karena sesekali sifat Aldi yang kekanakan keluar. Tapi walau begitu tetap saja ia selalu menghargai Aldi sebagai suaminya.
"Yasudah Ayok, kita jalan kembali." Ucap Aldi.
Renata mengangguk dan langsung ikut naik kembali ke motor milik suaminya tersebut.
__ADS_1