
Renata yang telah kembali bersama Dina ke tempat kerjanya, ia langsung bekerja, walau dia sedikit pusing tapi dia tetap bersikeras untuk bekerja.
"Apa kau sudah sehat? sehingga kau langsung bekerja?" Tanya Aldi yang melihatnya ke ruangan Renata.
"Sudah Bang, aku tidak boleh manja hanya karena sakit sedikit, aku sudah minta libur." Jawab Alexa.
"Baiklah kalau begitu, aku keluar ke ruangan ku dulu, nanti jika terjadi apa-apa langsung kabarin aku." Aldi langsung pergi meninggalkan Renata dan kembali ke ruangan nya.
Renata langsung kembali bekerja seperti biasanya, tapi tetap saja rasa peningnya susah sekali untuk dihilangkan walaupun ia sudah mencoba menahan sebisanya.
Di tempat lain Irfan yang sedang berada di ruangannya, tiba-tiba datang Karisa yang membawakan sarapan siang untuk dirinya.
"Karisa!!!" Irfan langsung terbelengak melihat Karisa yang sudah tiba berdiri di depannya.
"Iya Mas, ini aku datang kemari untuk mengantar kan sarapan untukmu, tadi aku di rumah masak bersama Ibu, ayo kita makan terlebih dahulu." Jawabnya.
Irfan tersenyum dan senang mendapat perhatian dari istrinya itu. "Terima kasih ya sayang, kau telah mau masak untukku."
Irfan langsung menghadiahi sebuah kecupan di kening milik istrinya itu, karena terlalu bahagia memiliki Karisa. Sedangkan Karisa hanya terdiam dan juga bahagia mendapatkan perlakuan hangat dari suaminya.
Kini Karisa langsung membukakan Rantang yang telah ia bawakan, ia langsung menghidang nasi ke suaminya itu dan juga untuk dirinya, mereka langsung melahap semua makanan yang telah ada, dengan sesekali saling menyuapi satu sama lain.
"Tolong,, tolong,," Teriak Dina yang melihat Renata terjatuh pingsan di Ruangannya. Dina juga baru saja datang ke ruang tersebut.
Semua karyawan kantor langsung menjadi panik dan ikut berlari ke ruangan Renata.
Aldi begitu terkejut saat sampai di sana dia melihat Renata sudah terjatuh pingsan tak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi kenapa kamu minta tolong?" Tanya Irfan yang juga sudah berada di sana.
"Ini Pak, Renata pingsan." Jawab Dina.
"Yasudah, Aldi kamu cepat pesankan taksi untuk mengantar kan Renata ke rumah sakit, karena aku tidak bisa mengantar nya sendiri." Suruh Irfan.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang lagi dengan rasa penuh kepanikan dan kekhawatiran terhadap Renata, ia langsung berlari ke depan untuk memanggil taksi yang markir di depan kantor mereka.
Kebetulan di depan kantor mereka banyak taksi yang mangkir, menunggu penumpang yang datang di sana.
"Pak, tolong masukkan mobil Bapak, ke kantor di sana ada karyawan yang harus di bawa ke rumah sakit." Pinta Aldi ke sopir Taksi yang berada di sana.
"Baik Pak." Jawab sopir tersebut, yang kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya untuk melajukan mobilnya ke dalam kantor mereka.
Setelah Taksi sampai di lobi, Renata sudah di bantu angkat oleh beberapa karyawan perempuan yang ada di situ, mereka pun langsung menaikkan nya ke dalam mobil.
Apa yang terjadi denganmu sayang, kenapa kau seperti ini. Ucap Aldi dalam hati saat melihat Renata di masukkan ke dalam Taksi tersebut.
"Sudah Aldi, Dina kalian temani saja Renata terlebih dulu ke sana." Suruh Irfan.
Aldi dan Dina pun langsung ikut masuk ke dalam taksi tersebut. Aldi langsung memangku kepala Renata ke pangkuannya, sedangkan Dina duduk di bagian kaki Renata.
"Bangun sayang, kamu jangan bikin aku khawatir." Gumam Aldi sambil mengusap lembut wajah istrinya.
Kini mereka sampai di rumah sakit, Renata langsung di bawa ke ruang IGD. Sedangkan Aldi dan Dina di suruh menunggu di luar karena Renata akan di periksa terlebih dulu oleh Dokter.
Aldi langsung duduk di kursi yang tersedia di depan ruang IGD, wajahnya sangat sendu karena takut akan terjadi apa-apa sama Renata. Dina yang juga duduk di sampingnya hanya terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun, karena ia takut menganggu Aldi.
Hingga pada saat salah satu Dokter perempuan keluar dari ruang tersebut barulah mereka terbangun dan menghampiri Dokter tersebut.
"Apa kalian keluarga pasien?" Tanya Dokter tersebut yang bernama Rini.
"Iya Dok, saya keluarga nya." Jawab Aldi.
"Baiklah kalau begitu kamu ikut saya ke ruangan ya," Ucap Dokter itu lagi.
"Kamu tunggu di sini ya Din," Ucap Aldi kepada Dina, yang kemudian dia langsung mengikuti Dokter Rini ke ruangannya.
Dina hanya mengangguk dan memperhatikan saja kepergian mereka, lalu kemudian dia juga masuk untuk menjumpai Renata ke dalam. Aldi yang sudah sampai dia langsung duduk di kursi di depan Dokter tersebut.
__ADS_1
"Ada apa Dok, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Aldi
"Selamat ya, sekarang Renata sedang mengandung, tapi saya ingin tahu dulu kamu siapanya Renata?" Tanya Dokter tersebut yang penasaran kepada Aldi.
"Alhamdulillah terimakasih Dok, informasinya." Ucap Aldi yang sangat bahagia. "Saya suaminya Dok." Serunya lagi.
Dokter tersebut tersenyum ke arah Aldi, karena mengira Aldi adiknya dari Renata, padahal tau-tau nya sudah suami dari Renata.
"Selamat ya Mas, sekali lagi saya ucap kan." Dokter tersebut kembali memberi selamat sambil berjabat tangan kepada Aldi.
"Iya, terimakasih Dok." Aldi juga ikut membalas menjabat tangan Dokter tersebut.
"Ingat ya, istrinya di jaga dan jangan sampai terlalu lelah karena ini baru awal dari kehamilannya," Ucap Dokter.
Aldi mengangguk karena sudah paham dengan apa yang di maksud oleh dokter Rini tersebut. Kemudian ia langsung pergi menjumpai Renata dan Dina ke Ruang IGD.
Karena kondisinya tidak ada yang parah, Renata pun sore ini langsung di bolehkan pulang oleh Dokter yang ada di sana.
"Gimana Bang, apa yang di katakan Dokter barusan?" Tanya Renata.
"Selamat sayang, kau sedang mengandung anakku." Jawab Aldi spontan.
Dina yang berada di sampingnya menjadi kaget dan langsung mengucapkan "selamat ya Ren, Al"
"Ya sama" Balas mereka.
Renata dan Aldi sangat bahagia mendengar kabar ini, Aldi langsung menghadiahi sebuah kecupan kasih sayangnya ke pada Renata di keningnya tersebut. Renata pun hanya menerima saja kecupan tersebut karena dia ikut bahagia.
"Yasudah ayo kita pulang, tadi juga kata dokter kau boleh pulang juga sore ini," Ajak Aldi.
Renata dan Dina pun mengangguk menyetujui apa yang di ajak Aldi, Dina langsung membereskan semua nya baru setelah itu mereka, membopong Renata keluar dan menaikki Taksi yang sudah berada di sana.
Kali ini mereka tidak lagi pulang ke kantor, mereka langsung pulang ke rumah Renata, karena dalam keadaan seperti ini sudah pasti Renata tidak bisa bekerja langsung, apalagi saat mengetahui kalau dia hamil, sudah pasti Aldi juga tidak mengizinkan lagi Renata kembali ke kantor, biar nanti dia saja yang mengambil semua peralatan Renata di sana.
__ADS_1