
Aku yang sudah kembali ke rumah Renata langsung menghubunginya,
"Halo sayang, aku udah sampai di rumahmu ini, coba kamu cek kondisi dulu biar aku bisa masuk"
"Baiklah bang"
Akhirnya Renata pun mematikan telpon dari ku. lalu dia bergegas keluar untuk melihat kondisi di sekitar rumahnya, Akhirnya aku pun mendapatkan telpon kembali darinya,
"Bang kamu masuk aja cepat berhubung kondisi aman," ucap renata dengan nada pelan
"Baiklah."
Aku langsung masuk berjalan ke samping rumahnya. dan masuk menyelinap lewat jendela seperti biasa.
Saat sudah di dalam aku pun menarik nafas lega terlebih dahulu. barulah aku memeluk istri ku sebentar. melepaskan rindu kami.
"Bang kamu tidur-tiduran sebentar ya aku ke kamar mandi dulu" ucap renata
Aku pun hanya mengiakan saja dan membiarkan istri ke kamar mandi terlebih dahulu. Saat istriku keluar aku begitu terkejut melihat penampilannya yang begitu sexy aduhai. Dengan menggunakan lingerie transparan. Aku yang sudah mengerti apa yang dilakukan istriku langsung mendekatinya.
Kami pun saling bercumbu dengan begitu bergairah. sampai akhirnya kami merasakan nafas kami sudah habis. barulah kami melanjutkan aktifitas selanjut di atas kasur.
Istriku sangat menikmati permainan kami, begitu pula dengan ku. Sampai akhirnya kami melepaskan pelepasan secara bersama.
Setelah kami melakukan aktivitas malam kami. aku merangkul istriku duduk di pangkuanku, dan saling mengobrol untuk lebih mendekatkan diri kami satu sama lain.
"Sayang terima kasih ya kamu telah menjadi suami yang baik untukku selama ini. Kamu janji ya kita akan selalu bersama, apapun yang terjadi" ucap istri ku yang ingin aku ikut berjanji.
" Aku pun janji sayang, aku tidak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi, kedepannya semoga kita bisa lewati.
Aku pun melayangkan beberapa ciuman terhadap istriku. dan merangkulnya kembali ke pelukanku. kami pun akhirnya tertidur.
***
Tak terasa kuliah ku sudah memasuki ujian semester. Aku pun segera berangkat ke kampus untuk mengikutinya. Hari ini ada tiga mata kuliah yang harus aku ikuti.
Ruangan kami di acak. berhubung ujian mau dimulai aku segera melihat ruangan mana yang harus aku tempati untuk mengikuti ujian tersebut.
__ADS_1
Akhirnya aku pun menemui ruangan ku. Aku segera masuk dan mengikuti ujian ku dengan jangka waktu sekitar 90 menit.
Aku ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan kuliah ku. agar bisa mencari pekerjaan yang layak.agar aku bisa hidup mandiri baru setelah itu aku akan memperkenalkan istriku ke semua orang yang sudah tidak lagi terhalang dengan jadwal kuliah.
Akhirnya semua ujian telah aku lewati. Aku cuma berharap hasilnya tidak mengecewakan.
Hari ini aku merasa bosan pulang ke rumah terus. Berhubung hari masih siang, ada baiknya aku ke warung orang tua ku saja. celetukku dalam hati
Akhirnya aku pun mengambil motor di parkiran dan bergegas pergi ke warung orang tua ku.
Brem brem brem
Suara motorku bunyi. aku pun segera tancap gas meninggalkan perkalangan kampus.
***
Di sisi lain Renata kerja seperti biasanya, dia merasa sepi jika tidak ada aku di sampingnya.Padahal kami baru sehari tidak bersama. di depan layar monitor dia hanya diam saja. cuma tangannya saja yang bergerak di atas keyboard.
"Mbak kamu kenapa. Kok aku liat kamu seperti tidak konsen hari ini kerja?" tanya Mbak Dina yang melihat Renata hanya termenung saja
Bruak..
"Ih mbak Dina,,bikin jantung orang copot saja" ucap renata yang terkaget dengan kehadirannya.
"Lagian kamu asik melamun dari tadi. Aku tanya malah kamu tidak menjawab. Pasti lagi mikirin brondong kan!!!" goda Mbak Dina sambil senyum-senyum
"Ia mbak hari-hari ku sepi tanpa kehadirannya"ucap renata sendu
" Yasudah kamu yang sabar. besok juga dia sudah masuk kerja. Lagian mbak heran kenapa hubungan kalian jadi seperti ini, sudah seperti di sinetron saja." Ucap mbak dina dan berlalu pergi untuk melayani tamu.
Di tempat lain..
Aldi sudah tiba di warung orang tuanya. Aku segera mencium tangan Ibu dan Bapakku.
"Bu hari ini aku mau bantu-bantu Ibu saja disini. aku bosan di rumah sendirian" ucapku padamu
Ibu yang melihatku lelah,
__ADS_1
"Kamu duduk-duduk saja dulu berhubung baru sampai. Nanti setelah lelahnya hilang, kamu bantu cuci kan piring sama gelas yang kotor." suruh ibuku
Aku pun duduk sebentar untuk menghilangkan capek ku. dengan meminum satu botol Lasegar dalam kemasan.
Aku melihat badanku sudah segar. akhirnya aku ke belakang menuntaskan apa yang di suruh ibu ku. Setelah semuanya beres aku cuci. Aku juga menyusunnya kembali ke rak piring. dan pergi ke depan. untuk menyambut pelanggan yang datang.
Hati ku selalu gelisah saat berjumpa dengan ibuku. Aku takut mereka akan kecewa dengan ku nanti, jika mereka tahu aku sudah menikah dan tidak memberi tahu mereka.
Tapi aku selalu bersikap sewajarnya agar Ibu, dan Bapakku tidak mencurigai ku.
Tiba-tiba berhenti segerombolan pengunjung. Aku pun segera melayani dengan ramah.
"Mampir buk,, silahkan masuk. Ibu mau pesan apa? " tanya pada sekelompok Ibu-ibu yang berhenti di warung kami.
Akhirnya Ibu-ibu tersebut pun memberitahuku semua pesanan mereka. karena banyak aku pun menulisnya. agar tidak lupa.
Setelah itu aku segera ke belakang, untuk menyiapkan apa yang di pesan ibu-ibu tadi.
Sedangkan orang tua ku, aku suruh untuk mengobrol saja, dengan mereka sambil menunggu pesanannya siap.
Tak lama kemudian aku pun telah menyiapkan pesan mereka. aku segera menghidangkan ke meja mereka satu persatu. Setelah itu aku juga ikut mengobrol bersama mereka.
"Kamu masih kuliah? " tanya salah satu dari mereka
"Ia bu,,saya masih kuliah, kenapa ya bu?" tanya ku kembali
"Ohia kamu kuliah di mana, keponakan Ibu juga sedang kuliah di universitas a?" ucap ibu itu lagi kepadaku.
Kebetulan keponakannya kuliah satu universitas denganku, aku pun hanya mengia kan saja.
"Ia bu saya juga kuliah di situ tapi saya tidak kenal dengan keponakan ibu," ucapku ramah sama orang lebih tua
"Yasudah tidak apa-apa nanti kamu sesekali mampir ke rumah ibu. Biar ibu kenalin." ucapnya lagi sambil memberikan alamat rumahnya.
Tak lama kemudian mereka pun telah siap, menyantap makanan pesanan mereka. Dan ingin segera pergi ke tujuan mereka yang belum sampai. Aku tidak tahu tujuan mereka kemana, karena aku tidak sempat tanya.
"Dek coba kamu kira berapa habis semuanya"? tanya salah satu ketua rombongan mereka.
__ADS_1