Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Setangkai Mawar Merah


__ADS_3

Aku pun segera mengambil nota dan pulpen, terus aku menulis semua apa yang di pesan. Aan aku kira satu persatu.


Setelah semuanya tertulis, aku pun memperlihatkan ke mereka.


"Bu ini sudah saya tulis semua, Ibu bisa bayar ke orang tua saya." suruh ku. kepada ketua rombongan tersebut.


Ibu itu pun hanya mengangguk. Dan mengambil nota lalu membayar semua dan berlalu pergi.


Aku pun merasa hari ini udah sore segera berpamitan kepada ibuku.


"Ibu aku pulang dulu ya. Aku lelah sekali. lagian ini juga sudah sore." Ucapku.


"Baiklah, kamu hati-hati di jalan." Ucap ibuku


Aku pun segera keluar dari warung Ibuku, untuk mengambil motor, dan bergegas, segera pulang ke rumah.


Saat di perjalanan gak tahu kenapa, aku membuka HP ku. Begitu terkejutnya aku saat melihat berapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Renata.


Mampus aku, ini pasti dia akan marah besar karena aku lupa mengabarinya seharian ini. ucapku dalam hati


Aku pun segera menghubungi nya kembali untuk meminta maaf,


Kring kring


Aku menelponnya beberapa kali. Tapi tak ada jawaban darinya. Hati ku mulai gelisah. Tapi aku biarkan sebentar, karena aku harus pulang terlebih dahulu barulah nanti sampai di rumah aku pikir jalan keluarnya.


Sesampai di rumah, aku pun menghubungi nya kembali. Tapi sama saja tidak ada jawaban darinya.


Hati ku mulai gelisah, dikamar aku hanya berjalan mondar-mandir, memikirkan bagaimana ini. akhirnya aku coba kirim pesan kepadanya.


"Sayang maafin aku, aku tahu kamu marah karena aku tidak memberi kabar hari ini. Tapi itu semua aku punya alasan Sayang." tulis ku di pesan singkat.


Aku menunggu jawaban dari Renata, tapi tak satu pun dia balas, pikiranku mulai kacau sendiri, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.


Aku pun masih saja mondar-mandir di kamar sendiri dengan pikiran agak karuan. Sampai akhirnya aku berniat keluar untuk jalan-jalan sebentar sambil menenangkan pikiran.


Akhirnya aku pun jalan-jalan dengan motorku tak tahu arah. Dipikiran ku hanya terlintas untuk menenangkan pikiran saja.

__ADS_1


Tak terasa aku telah melewati jarak yang lumayan jauh. Hingga tiba-tiba aku melihat di pinggir jalan, ada yang menjual bunga. Aku pun bergegas menghampirinya,


Aku melihat-lihat terlebih dahulu bunga apa yang akan ku pilih. Sampai akhirnya terlihat setangkai Mawar merah, yang menurutku sangat cantik.


"Mbak coba ambil Mawar merah itu, sepertinya saya tertarik dengannya," Pintaku ke si penjual


"Baik mas, tunggu sebentar" Ucap si penjual tersebut.


Lalu dia pun mengambil bunga Mawar tersebut, dan di berikan kepadaku,


"Ini mas" ucap si penjual sambil tangannya memberikan bunga Mawar tersebut.


Aku pun segera mengambilnya dan mencium terlebih dahulu. Barulah setelah itu aku membelinya.


Aku pun segera pulang berhubung malam pun sudah semakin larut. Di perjalanan hatiku sudah semakin lega. Aku berniat memberi Mawar ini besok kepadanya.


Aku berharap dengan Mawar ini dia bisa memaafkan ku. ucapku dalam hati


Aku pun sampai di rumah. Aku segera memasukkan motorku ke garasi dan pergi menuju ke kamar. Di kamar aku asyik memperhatikan Mawar tersebut. Biarpun hati ku masih belum sepenuhnya bisa tenang, tapi dengan Mawar itu aku merasa sedikit lega. Sampai aku terlelap dalam tidurku.


Tak terasa malam telah berganti dengan pagi yang cerah, Aku segera ke kamar mandi, untuk mandi terlebih dahulu, setelah itu aku keluar dari kamarku, untuk sarapan terlebih dahulu. Baru setelah itu aku berangkat kerja.


Di perjalanan aku hanya terdiam saja sambil merenungi, bagaimana jika renata tidak mau memaafkan ku. Hati ku merasa takut tapi aku juga harus menyelesaikan masalahku. karena bagiku tidak bole juga bertengkar lama-lama.


Tak terasa setelah melewati beberapa kilometer, aku pun sampai di kantor. Aku segera masuk dengan membawa setangkai Mawar merah. yang akan ku berikan kepada istri, sebagai tanda maaf ku, tanpa permisi aku pun segera membuka pintu ruang istriku.


Aku melihatnya lagi duduk di depan layar monitor, yang tidak menghiraukan keberadaan ku dengan wajah cemberut.


Aku pun segera menghampirinya dari belakang,,


Tara...


Aku langsung memberikan setangkai Mawar yang telah aku beli semalam. dan mengucapkan.


"Sayang maaf ya kemarin aku lupa ngabarin kamu, karena sehabis aku kuliah, aku singgah sebentar di warung ibu, dan saat aku di sana kebetulan pengunjung rame jadi aku bantu-bantu di sana. Maaf ya sayang sekali lagi" ucapku sambil meminta di kasihani.


Renata yang melihat kelakuan ku, dia seperti terhipnotis tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia hanya mengangguk saja, sambil mencium Mawar yang aku berikan.

__ADS_1


"Makasih ya sayang, aku janji tidak akan mengulanginya" ucapku dengan hati yang gembira.


Aku pun segera memeluknya, dan mencium sekilas bibirnya,


Aku merasa tidak puas akhirnya mengunci pintu ruangan renata, agar tidak ada yang masuk seperti kemarin mbak Dina dan kembali mencium bibir istriku sambil tangan nakal ku menjelajah kemana-mana.


"Sayang cukup ini kantor gimana kalo nanti ada yang melihatnya" Ucap renata


Aku pun yang merasa apa yang dikatakan istri ku benar, akhirnya melepaskan pangutan kami.


"Yasudah sayang aku keluar ya" Ucapku ke renata sambil mencium kening istriku dan berlalu pergi.


Aku pun bergegas keluar untuk menyambut konsumen yang masuk seperti biasanya,


Di tempat lain..


Renata lagi duduk di ruangannya, sambil memegang dan mencium setangkai Mawar yang di berikan suaminya, dia hanya termenung sambil memikirkan sesuatu.


Tadinya aku tidak ingin memaafkan nya terlebih dulu. Tapi aku seakan terhipnotis dengan apa yang di lakukan nya, aku jadi semakin mencintainya. bicaranya dalam hati


Dia merasa kangen dengan suaminya itu setelah apa yang dilakukan Aldi terhadap. Dia berniat untuk mengajak Aldi makan malam dan menghabiskan waktu dengan.


"Al,, Nanti malam kita keluar mau, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap renata yang baru keluar dari ruangannya, dan sudah berada di depan Aldi.


Aldi pun hanya mengiakan apa yang dikatakan istrinya itu, Renata pun bergegas kembali lagi ke ruangannya. Karena dia tidak ingin hubungannya ada yang mencurigai, jika ia sering-sering dekat dengan suami brondongnya itu.


-


-


"Al,,coba kamu liat, itu sepertinya konsumen ingin kemari" ucap Mbak Dina kepadaku


Aku pum segera melihatnya, dan benar saja itu konsumen yang akan ketempat kami.


"Dek, coba kamu liat saja ingin memesan ini, Apakah disini bisa?" ucap pelanggan tersebut sambil memberi sebuah kertas yang telah di gambar,seperti model cetakan


Aku pun segera melihatnya terlebih dahulu setelah itu. Aku pun berbicara.

__ADS_1


__ADS_2