Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Lupa Ingatan


__ADS_3

Sesampainya Renata sama Dina di Rumah sakit. Ia segera menghampiri Pak Irfan yang berdiri di depan ruang IGD.


"Pak bagaimana kabar Al" tanya Renata yang matanya masih merah akibat tangisan


"Belum tahu Re, Ibu dan Bapaknya lagi di dalam berbicara sama Dokter yang menanganinya. Sebaiknya kita berdoa saja semoga dia tidak kenapa-kenapa." Ucap Pak Irfan dengan raut wajah sedih.


Renata, Dina dan Pak Irfan pun mereka hanya terdiam aja, menunggu keluarga Aldi keluar dari ruangan dokter.


Tak lama kemudian Ibu dan bapak Aldi keluar dari ruangan IGD dengan situasi yang begitu memprihatinkan. Air matanya terus mengalir.


"Om, Tante, kalian kenapa, kenapa kalian menangis begitu histeris?" Tanya Irfan kaget melihat pamannya dan Tantenya menangis sesenggukan


"Aldi, Irfan, Aldi harus segera di Operasi karena mengalami pendarahan di Otaknya, jika itu tidak di lakukan segera maka besar kemungkinan dia akan mengalami hilang ingatan, lalu Ibu bingung bagaimana caranya Operasi sedangkan Ibu gak ada biaya" Ucap Ibu Aldi yang air matanya tidak bisa berhenti, karena tidak menyangka putra semata wayangnya akan terjadi seperti ini.


Irfan yang melihatnya pun merasa sangat sedih, bagaimana pun itu juga Adiknya walau bukan Adik kandung.


"Yasudah Ibu tenang saja, masalah biaya biar saya yang urus, kita kan keluarga" Ucap Irfan yang membuat hati Paman dan Tantenya sedikit lega.


"Ia Bu saya juga akan membantu sedikit biayanya nanti sebisa saya," Ucap Renata yang tidak tega melihat Aldi dan keluarganya dalam masalah.


"Kamu siapa, kenapa ingin membantu Aldi?" Ucap Ibu dengan wajah sendu dan penasaran. Karena baru melihat Renata tapi sudah berbaik hati ingin membantunya.


"Saya Renata Buk teman kerja Aldi, saya begitu syok saat mendengar kabar Aldi kecelakaan. Saya sudah menganggapnya seperti keluarga saya sendiri." Ucap Renata berbohong karena dia tidak ingin identitasnya sama Aldi di ketahui.


"Yasudah terima kasih nak, semoga kebaikan mu di balas Allah" Ucap ibu dengan raut wajah sedih


"Amin." Jawab mereka kompak semua.

__ADS_1


Irfan dan Pamannya pun segera ke Ruang Administrasi untuk mengurus biaya Operasi Aldi. Karena Aldi tidak boleh telat untuk di Operasi.


"Dok saya yang akan bertanggung jawab semua biaya Operasi Aldi, Dokter silahkan segera melakukan Operasinya, saya tidak mau dia kenapa-napa. Ucap Irfan


"Baiklah Pak" Ucap dokter tersebut


Aldi pun segera di bawa ke ruang Operasi dan segera di tangani. Saat dalam perjalanan menuju ke ruang Operasi, Renata yang melihat kondisi Aldi terbaring di ranjang dan sedang di dorong itu, tidak bisa menahan air matanya lagi. Ingin sekali ia memeluknya tapi karena statusnya hanya istri diam-diam (Simpanan). Hanya bisa pasrah aja.


Ibu Aldi dan Ayah Aldi, segera dan yang lainnya segera mengikuti ke ruang Operasi Aldi sampai, Pintu di tutup Oleh perawat dan mereka di suruh menunggu di luar sampai Operasi selesai.


Renata mengajak Dina ke mushollah untuk melaksanakan Ibadah Sunat dan sekalian juga mau masuk waktu magrib.


Setelah melaksanakan salat Renata dan Dina pun berdoa kepada Allah untuk Aldi.


Ya Allah selamatkan Suami hamba, hamba tidak ingin sesuatu yang dikata dokter itu benar, hamba sangat menyanyangi nya. lancar kanlah Operasinya sembuhkanlah ia seperti semula ya Allah. Hamba tidak ingin dia melupakan hamba ya Allah. Hamba mohon mudahkanlah dan lancar kanlah Operasinya Amin.


"Baiklah" Ucap Dina yang memahami saat ini kondisi Renata seperti apa


Mereka berdua pun kembali ke depan ruang Operasi menunggu Operasi Aldi selesai. Sedangkan Dina berhubung sudah malam ia langsung pamit pulang.


Renata pun duduk di samping Ibu mertuanya itu. Ia melihat Mertuanya begitu sedih. Ingin sekali ia memeluknya tapi ia segan. Tapi karena akhirnya ia pun segera memeluk Ibu aldi, yang terlihat sangat sedih. Renata pun membawa mertuanya itu ke pangkuannya, membuat ia terharu biarpun mereka belum tahu bahwa ia sebenarnya menantunya.


Ibu Aldi hanya diam saja saat Renata memperlakukan nya seperti itu. Mungkin ia berpikir gadis itu baik kepadanya karena sudah dekat dan seperti keluarga sama Aldi.


Tiba-tiba lampu operasi mati bertanda operasi telah selesai. Salah seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Pak saya minta salah satu keluarga pasien untuk mengikuti saya ke ruangan saya." ucap dokter tersebut kepada keluarga pasien.

__ADS_1


"Baiklah pak saya ayahnya" jawab Ayah Aldi


Mereka jalan beriringan menuju ke sebuah ruangan. Sampai di sana Ayah Aldi yang dari tadi penasaran langsung bertanya.


"Dok gimana keadaan Anak saya?" Tanya Ayah Aldi cemas


"Alhamdulillah operasi anak bapak lancar, tapi setengah ingatannya untuk saat ini belum benar-benar pulih. Tapi itu hanya sementara, seiring waktu berjalan pasti akan pulih kembali" Dokter tersebut menjelaskan dengan detail.


Bapak Aldi langsung permisi sama dokter tersebut menuju ke tempat istrinya setelah mendengar semua yang di jelaskan Dokter tadi.


Aldi yang telah di di Operasi langsung di bawa ke ruang penginapan. Seluruh orang yang ada di sana, Ibu, Renata dan Irfan langsung mengikutinya.


Tak lama kemudian Bapak juga sampai di ruang penginapan Aldi.


"Bapak, Apa yang dikatakan Dokter tentang Anak kita"Tanya ibu Aldi panik


Bapak pun menjelaskan semuanya di depan mereka. Renata yang mendengar bahwa Aldi hilang ingatan sementara begitu kaget dan air matanya jatuh.


Ya Allah bagaimana ini, apakah dia juga tidak bakal mengingatku lagi. Ya Allah tolong jangan pisahkan kami batin renata


Suana menjadi pilu setelah bapak menjelaskan semuanya. Saat melihat Aldi yang belum sadarkan diri, Renata merasa sangat bersalah karena pas kejadian itu Aldi baru saja tidur bersamanya. Tapi Renata pun tidak ingin meninggalkan Ruangan tersebut, ia tetap Setia menunggu sampai Aldi sadar. Renata juga berharap semoga Aldi tidak akan pernah melupakannya.


Sedangkan Ayah Dan Irfan sudah keluar untuk mencari makanan, karena dari mereka semua belum ada yang makan.


Tak lama kemudian Ayah dan Irfan pun kembali dengan membawa beberapa bungkus nasi yang telah ia beli. dan beberapa botol minuman.


"Buk ayok kita makan dulu ini bapak sudah bawa makanan, kamu juga ikut makan" Ucap bapak ke Ibu dan Renata

__ADS_1


Karena mereka pun sudah lapar dan lelah. mereka pun mengiakan ajakan Ayah aldi tersebut. Nasi pun mereka ambil satu persatu dan memakannya, biarpun sebenarnya dari mereka lagi tidak nafsu makan.


__ADS_2