Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Masih Terbaring Di Rumah Sakit


__ADS_3

Kembali lagi ke Aldi, kini dia sudah berada di Rumah Sakit, dan juga sudah di tanggani dengan Dokter yang dulu mengoperasinya. Ibunya masih menunggu di luar sampai Dokter siap memeriksa Aldi.


Tak lama kemudian Ayahnya sampai di sana, dan langsung menghampiri Ibu. Ibu yang melihat suaminya sudah sampai juga langsung menoleh dan memeluk suaminya itu. Kesedihannya tak bisa ia utarakan lagi, mungkin hanya suami nyala tempat ia bersandar untuk saat ini.


"Emang apa yang terjadi Bu sama Aldi, kenapa dia bisa tak sadar kan diri seperti ini?" Tanya Ayah sambil merangkul Ibu.


"Ibu gak tahu Yah, terakhir Ibu hanya mendengar suara Aldi berteriak memanggil Ibu. Mendengar itu Ibu langsung melihat ke kamarnya, saat Ibu sampai dia sudah terbaring di tempat tidur tak sadarkan diri." Jelas Ibu dengan nada sendu


"Yasudah kalau begitu kita berdoa saja, semoga nanti Dokter keluar dan tidak mengatakan hal yang aneh-aneh kepada Aldi" Ucap Ayah lagi.


Kini Ibu dan Ayah sudah duduk di kursi panjang yang berada di depan ruangan Aldi diperiksa. Hati dan pikiran masih saja sangat cemas, tapi mereka juga berharap supaya Aldi tidak kenapa-napa.


Tak lama menunggu, akhirnya Dokter keluar juga yang telah memeriksa kondisi Aldi. Dokter langsung menjelaskan apa yang terjadi dengan Aldi ke Ibu dan Ayah, ia merasa Aldi seperti itu karena merasa ada perubahan dengan ingatannya. Dokter juga bilang kalau Aldi tidak kenapa-napa dan tidak ada hal yang buruk terjadi kepadanya. Tapi dokter juga menyuruh menunggu sampai Aldi tersadar, baru nanti ia bisa memeriksa lagi kondisi Aldi.


Mendengar apa yang di katakan oleh Dokter tersebut, Ayah dan Ibu Aldi menjadi lega, tapi hati mereka tetap saja masih cemas karena Aldi belum sadarkan diri. Ibu dan Ayah langsung masuk ke ruang Aldi ia langsung duduk di bibir ranjang Aldi, sedangkan ayah hanya berdiri di samping ranjang. Ibu langsung mengusap-usap kepala Aldi, dan sesekali menciumnya.


"Pak, apa perlu kita beri tahu Irfan, kalau Aldi masuk lagi Rumah Sakit" Tanya Ibu


"Boleh Bu, tapi jangan sekarang karena hari sudah larut malam, nanti dia jadi panik, ada baiknya besok saja kita beri tahunya. Jelas Ayah, yang tak mau menganggu Irfan malam-malam begini.


"Yasudah kalau gitu" Mendengar yang Ayah katakan ada benarnya, Ibu juga menyetujuinya.

__ADS_1


***


Pagi telah tiba dengan mentari telah terbit dari ufuk timur, Irfan yang akan berangkat ke kantor,


tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Kring kring


Ia langsung menoleh ke arah sakunya, dan mengeluarkan ponselnya tersebut yang ada di dalam sakunya. Ia langsung melihat ke arah layar ponselnya itu, ternyata Ibunya Aldi yang menelpon, tanpa berpikir panjang ia langsung menekan tombol jawab.


"Hallo, Assalamualaikum Bu, ada apa Tante menelpon ku" Tanya Irfan


"Waa'laikum salam, Ini Nak Irfan, Tante ingin bilang sama kamu kalau, Aldi semalam masuk rumah sakit, karena tiba-tiba tak sadarkan diri di kamarnya." Jelas Ibu.


"Bukan Ibu tidak ingin bilang sama kamu, berhubung hari sudah malam, Ibu mengurungkan niat Ibu semalam untuk mengatakan ini, makanya pagi ini Ibu langsung mengabari mu" Jawab Ibu lagi dengan jujur agar Irfan dapat memakluminya.


"Baiklah Bu, saya ke kantor sebentar, baru setelah itu saya ke sana" Jawab Irfan lagi. Lalu ia langsung mengambil mobilnya dan berjalan pergi ke kantor.


Kini Irfan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ia tidak ingin terlambat sampai di kantor, sebab ia juga harus ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Aldi.


Tak lama ia pun sampai di kantor. Setelah memberi tugas kepada semua karyawannya, ia langsung pamit untuk ke Rumah Sakit, karena Aldi masuk Rumah Sakit lagi. Renata yang mendengar Aldi masuk lagi ke Rumah Sakit menjadi syok dan terkejut. Karena kemarin ia baru saja bersama.

__ADS_1


"Pak aku ikut ke Rumah Sakit ya, aku juga khawatir sama kondisi Aldi" Biarpun Aldi membencinya, tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaannya yang karuan seperti ini, setelah mendengar Aldi masuk ke rumah Sakit lagi.


"Yasudah kalau gitu, kita langsung saja ke parkiran ambil mobil." Ucap Irfan


"Baik Pak"


Kini Irfan langsung melangkah kan kakinya menuju ke parkiran, tempat mobilnya ia parkir. Begitu juga dengan Renata yang juga mengikuti langkah kaki Irfan dari belakang. Renata menjadi sangat cemas, di satu sisi dia sangat kesal dengan sikap Aldi, tapi di sisi lain dia juga masih istri sahnya Aldi, yang tidak mungkin akan tega jika mendengar suaminya masuk ke Rumah Sakit.


Hatinya menjadi pilu dan lemah, matanya mulai memerah seakan, air matanya ingin jatuh, tapi ia tetap mempertahankan itu, ia mencoba untuk tetap kuat dengan semua ini.


Sesampainya di parkiran Irfan langsung menekan remote kunci pintu mobilnya, yang membuat mobil tersebut berbunyi. Renata segera masuk ke dalam mobil tersebut, begitu juga dengan Irfan. yang langsung masuk ke kursi mengemudinya.


Ia langsung menghidupkan mesin mobil, dan segera pergi meninggalkan kantornya tersebut. Dengan menjalankan mobilnya yang sedikit cepat, Irfan juga merasa khawatir dengan keadaan Aldi dan ingin segera, cepat-cepat sampai di Rumah Sakit untuk menjenguknya.


"Irfan, Apa kamu tahu, kenapa Aldi bisa masuk Rumah Sakit?" Tanya Renata, jika ia bukan sedang di kantor maka ia tidak memanggil dengan sebutan bapak ke Irfan.


"Tadi Ibunya Aldi, cuma mengatakan kalau Aldi berteriak memanggilnya di kamar, terus Ibu segera berlari menuju ke kamar Aldi, yang mendengar suara teriakan Aldi yang histeris. Saat ia membuka pintu, dia melihat Aldi yang sudah terbaring tak sadar akan diri di tempat tidurnya. Ibunya juga tidak tahu kenapa Aldi bisa tak sadarkan diri(pingsan). Lalu Ibunya meminta tolong ke tetangga terdekat untuk membantunya.Dan salah satu dari tetangga langsung mengambil mobil dan mengantarkan Aldi ke Rumah Sakit." Jelas Irfan yang ia dengar dari Ibunya Aldi


"Oh yasudah kalau gitu." Ucap Renata lagi, lalu ia langsung duduk terdiam di dalam mobilnya Irfan tersebut, ia sangat berharap dan berharap semoga Aldi tidak kenapa-napa.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di Rumah Sakit dimana Aldi di rawat. Irfan dan Renata langsung menghampiri Ibu dan Bapaknya Aldi yang sedang berada di dalam ruangan Aldi.

__ADS_1


Irfan dan Renata langsung menyalim kedua orang tua Aldi yang sudah paruh baya itu.


"Om, Tante. Bagaimana keadaan Aldi sekarang" Tanya Irfan yang baru selesai menyalim mereka.


__ADS_2