Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Menikah


__ADS_3

Aku pun terbangun dari tidur malam ku yang panjang. Aku yang sudah mandi dan sudah berkemas, lalu keluar kamar, ikut makan pagi terlebih dahulu, dengan keluarga ku sebelum akan berangkat ke kampus.


"Kemana saja kamu semalam Al kenapa pulangnya larut malam?" tanya ibuku, mengintrogasi ku


"Tidak Bu,, Aku hanya ke rumah teman" jawabku berbohong karena aku tidak berani menceritakan masalah perempuan kepada ibuku.


"Yasudah Bu aku berangkat dulu" pintaku yang ku yang buru-buru, agar ibu tidak bertanya lebih jauh lagi.


"Yasudah hati-hati dijalan" Seru ibuku yang melihat ku, seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.


"Ya Allah lindungilah Anak hamba dari segala masala. karena hamba melihatnya seperti orang yang sedang bermasalah," batin ibuku


Brem brem brem


Bunyi suara motorku. Aku pun berlalu pergi meninggalkan rumahku, menuju ke kampus untuk belajar seperti biasanya...


.


.


.


Jam belajar pun telah selesai. Aku langsung pulang ke rumahku karena pikiran ku terus saja berpikiran, tentang apa yang di ucapkan Renata kepadaku, setelah menempuh jarak beberapa kilometer akhirnya aku sampai di rumahku.


T**ok tok tok**


Assalamualaikum.. Aku mengetuk pintu dan memberi salam ke orang rumahku..


"Waa'laikum salam" sahut ibuku yang sedang masak di dapur.


Aku pun segera masuk, dan menuju ke kamar untuk merebahkan badanku ke kasur karena lelah habis pulang dari kampus.


Aku yang terus saja kepikiran, tentang apa yang Renata ucapkan kepadaku, Akhirnya mengambil keputusan akan Menikahinya. Aku juga berpikir pasti orang tua ku tidak akan setuju dengan keputusan ku karena aku juga sedang kuliah dan umurku masih terlalu muda. Ada baiknya aku menikah diam-diam saja. Ya menikah diam-diam.

__ADS_1


Sore itu pun aku segera menelpon Renata dan membicarakan apa yang telah aku pikirkan.


"Halo mbak,," sapa ku


"Ia Halo Al,, ada apa menelpon mbak sore? " tanya renata


"Ada yang ingin aku bicarakan mbak, soal apa yang mbak minta kepadaku saat di jembatan layang itu, Aku menyetujui permintaan mbak, akan menikahkan mbak, tapi aku bole satu permintaan? " tanyaku serius ke Renata


"Apa benar yang kamu katakan, tapi apa permintaanmu?" Tanya Renata kaget tapi dalam hati senang dan bahagia.


"Aku mau pernikahan kita di rahasiakan, karena aku nyakin orang tuaku pasti tidak akan setuju dengan semua ini karena usiaku yang terlalu muda dan masih kuliah." mintaku pada renata serius.


Akhirnya Renata berpikir sejenak, mungkin benar apa yang di katakan nya, ada baiknya aku setuju saja karena memang aku menyukainya. yang penting kita sudah halal terlebih dahulu.


"Aku setuju kalo begitu besok kita segera melangsungkan pernikahan kita, aku akan meminta adik dari ayahku untuk menjadi wali berhubung ayahku tidak ada di tempat karena lagi berlibur ke malaysia dengan ibuku. mungkin sepekan lagi akan kembali" ucap renata yang hatinya lagi bahagia.


Akhirnya aku pun memutus kan panggilanku dengannya. Berhubung waktu sudah azan magrib akhirnya. Aku segera ke kamar mandi mengambil wudhu lalu melaksanakan shalat magrib. setelah itu aku pun berdoa.


***


Hari pun telah tiba, akhirnya aku bangun dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu, setelah itu aku langsung menggunakan pakaian ku dengan rapi tidak lupa menyisir rambut ku..


kring kring


HP ku berbunyi dan aku melihat Renata menelpon ku, aku pun segera mengangkatnya. Dia mengasih tahu kepadaku tempat di mana kami akan menikah. tapi sebelum ke sana dia menyuruhku untuk menjemputnya terlebih dahulu dan pergi bareng dengannya. Aku pun mengiakan semua ucapannya padaku.


*RENATA POV


Semalam aku langsung meminta paman ku untuk menjadi wali karena ayahku sedang berada di luar negeri. Tak lupa aku mengatakan pada pamanku untuk tidak menceritakan pada siapa pun tentang pernikahan, karena aku telah berjanji pada calon suami ku. untung saja paman aku langsung menyetujuinya.


"Tapi kenapa harus dirahasiakan? "tanya pamanku heran


"calon suami masih takut keluarganya tidak mengizinkan rencana kami, karena usianya masih muda dan berstatus pelajar"jawabku menyakinkan pamanku

__ADS_1


"Oh yasudah kalo begitu ada baiknya memang menikah saja dulu agar terhindar dari zina" ucap pamanku.


Hatiku jadi lega karena paman ku mengerti dengan maksud ku. akhirnya pun memberi tahu alamat dimana kami akan melangsungkan pernikahan*.


Aku pun telah sampai di depan rumahnya, dan melihat dia sudah menunggu ku di teras. Akhirnya dia pun menghampiri ku lalu naik ke atas motorku. dan kami pun berlalu pergi ke tempat tujuan kami yang jauhnya sekitar sejam perjalanan.


Akhirnya kami pun sampai di sana dengan selamat. Renata langsung turun dari motorku, lalu pergi menemui pamannya yang sudah menunggu kami bersama saksi dan pak penghulu. Aku pun juga ikut menghampiri mereka dengan rasa acuh tak acuh.


"Apa sudah siap semua?,, Apa acaranya bisa kita mulai?" Tanya pak penghulu


"Sudah pak kita mulai saja, berhubung semua sudah hadir. " ucap paman Renata


Aku pun menjabat tangan pamannya Renata lalu melakukan, Ijab kabul.


"Saya nikahkan Renata binti bla bla bla... denganmu. dengan mas kawin bla bla bla.."


"Saya terima nikahnya Renata binti bla bla bla.. dengan mas kawin tersebut tunai."


"Bagaimana saksi?,, sah? "


"Sah,, " jawab saksi tersebut.


Acara pun selesai Renata pun segera mencium tanganku, dan kami pun pergi dengan tujuan masing-masing. Akhirnya kami pun sah menjadi sepasang suami istri di mata agama. Biarpun di mata negara belom resmi yang penting secara agama aku sudah halal dengannya. Saat dalam perjalanan Renata bertanya padaku.


"Kenapa kamu mau menikah dengan ku bukankah kita baru saling kenal dan umurku juga lebih tua darimu?" tanya renata, karena takut aku mempermainkan pernikahannya.


"Maaf ya mbak,, mungkin keputusan ku terlalu buru-buru, tapi bagiku pernikahan tetap pernikahan yang aku lakukan cuma sekali di dalam hidupku biarpun aku belom mencintai mu, tapi aki percaya lama-kelamaan Cinta itu pasti datang sendiri..


Renata pun menangis terharu mendengar ucapan ku. karena dia tidak percaya bisa menikah dengan ku. Di dalam hidupnya,, selama ini dia selalu gagal dalam urusan percintaan, biarpun di bidang lain dia terlihat pinter.


Terima kasih ya Allah engkau telah menghadirkan ku suami yang baik dan aku sangat menyukai. batin Renata


Aku pun terasa sangat lega setelah menikah dengannya, pikiranku yang tadinya selalu kacau, akhirnya mendadak hilang begitu saja. Setelah jalan-jalan sebentar akhirnya aku pun mengantarkannya ke rumah. Biarpun kami sudah menikah tapi kami tidak tinggal bareng. karena aku yg menyuruhnya untuk merahasiakan semua ini. sampai waktunya tiba aku akan memberi tahu kan sendiri kebenarannya semua ini. Akhirnya kami sampai di rumah Renata, aku pun segera menurunkannya dan berlalu pulang ke rumahku.

__ADS_1


__ADS_2