
Akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan kami, yaitu Pantai Cemara, aku dan anak-anak lainya segera turun dan menurunkan barang-barang belanja kami.
Aku pun segera menuju ke warung untuk membeli minuman terlebih dahulu, setelah itu aku langsung kembali lagi ke tempat mereka, mereka yang sudah berkumpul akhirnya di bagi tugaskan,
"Hari ini kita akan bakar Ayam disini untuk kita sarapan, berhubung kita rame, kita bagi tugas aja ya," Tanya bang Irfan
Kami pun hanya mengiakan saja apa yang di katakan bang Irfan.
" Kamu Ari dan Dina, tugas kalian mencuci ayam, kamu Aldi dan Renata, tugas kalian pergi mencari kayu bakar, dan yang lain siapkan Api." Perintah bang Irfan
"Ia pak" Jawab kami serentak lagi
Setelah itu aku pun dan Renata berangkat mencari kayu bakar di sekitar semak-semak dekat pantai tersebut, Sedangkan Ari dan Mbak Dina langsung ke sumur untuk mencuci ayam terlebih dahulu. Dan yang lain langsung menghidupkan Api.
Tak lama kemudian kami pun selesai dengan tugas kami masing-masing.
"Kalo semua sudah siap, saatnya kita mulai bakar-bakar nya" Ucap salah satu karyawan
Kami pun memulai acara bakar-bakar tersebut sambil bercanda ria.
Pak Irfan yang dulunya di kantor terkesan tegas dan menakutkan. Tapi hari ini dia tidak terkesan begitu. Mungkin karena ini acara liburan makanya dia bersikap ramah dan berbaur dengan yang lainya, kami pun menjadi tidak canggung saat bercanda bersamanya, sudah seperti bukan atasan melainkan, seperti teman biasa.
Kami pun mengipas-ngipas ayamnya, dan yang sudah masak langsung di asing kan, sampai semua masak barulah nanti di bidang.
Siang ini begitu cerah, kami pun akhirnya siap membakar semua ayamnya.
"Bang ini ayamnya sudah siap" tanyaku ke bang Irfan, karena diluar kantor aku memanggilnya bang
"Baik di bidang kan saja biar segera kita makan, mumpung semua pasti sudah lapar, tapi kamu segera pesan minuman dulu." sahut bang Irfan
__ADS_1
"Yasudah kalian tulis saja minuman pa yang akan kalian pesan" suruh ku ke semua karyawan
Mereka pun langsung menuliskan pesanan mereka masing-masing termasuk aku, siap itu semua aku langsung ke warung dekat pantai tersebut, berhubung di pantai ini memang ada beberapa warung penjual. Aku pun segera ke sana dan memesankan minuman kami.
"Bu pesan ini minuman sudah saya tulis semua ya" ucapku ke si penjual
" Baiklah Dek silahkan di tunggu nanti saya anterin" Ucap Ibu penjual tersebut kepadaku
Aku pun segera kembali menghampiri teman-teman kantor ku.
"Sudah Al? " tanya mereka
"Sudah kita tunggu saja" ujar ku
Kami pun menunggu sambil mengambil masakan yang telah di bidang oleh karyawan perempuan. Dan pergi untuk mengambil tempat duduk masing-masing.
"Sayang liat Ari sama Mbak Dina mereka makin akrab saja ya" ucapku ke Renata
"Ia bang, kalau begitu kita tak perlu repot-repot lagi buat dekatin mereka ya" sahut Renata yang melihat ke akraban mereka
"Ia sayang, aku jadi ikut senang, karena dengan begitu Ari tidak akan ganggu-ganggu kamu lagi. Dan aku sudah tidak perlu merasa akan kehilangan kamu lagi" godaku sambil senyum-senyum, padahal aku juga tahu kalau Renata tidak akan mau jika ada yang lain yang mendekatinya.
"Ia bang tenang aja aku hanya milikmu, jadi kamu jangan takut akan kehilangan aku" Ucapnya lagi menyakinkan aku
Kami pun larut dalam obrolan kami sambil menyantap ayam bakar.
"Sayang enak ya ayamnya, apa karena aku makan sama istriku ya" goda ku terkekeh
"Ah abang ini bisa aja, tapi memang enak ini bang ayamnya, kamu mau aku suapin" tanya Renata
__ADS_1
Aku pun langsung mengiakannya sambil mengangguk. Renata pun langsung menyuapi ku. Aku pun juga membalasnya.
"Sayang malam ini aku tidur di rumahmu ya, sebab hari ini capek. Aku mau ada yang mijit plus-plus ya" Ucapku sambil memasang muka yg diminta belas kasih
"Ia tersera kamu saja, asal kamu bisa masuk gak papa tiap hari pun gak masalah, aku akan melayani mu, sebagai istri yang akan selalu taat pada suaminya" ucap Renata menyakinkan aku
Aku pun terharu mendengarnya dan melayangkan satu ciuman di keningnya saat semua karyawan lain sedang sibuk dengan makanan mereka.
"Ih nanti diliat yang lain gimana?" Ucap Renata yang terkejut dan malu-malu
"Ah tenang saja aku sudah memperkirakannya, gak ada yang liat kok" Ucapku percaya diri karena memang tidak ada yang melihatnya.
Akhirnya kamu pun sudah selesai dengan ayam bakar kami, dan segera berkumpul kembali.
"Jika kalian ada yang ingin mandi atau kemana silahkan tapi sekitar sejam lagi kita akan pulang" Ucap bang Irfan
"Baiklah pak" ucap kami kompak semua
Akhirnya kami pun bersenang-senang sebentar, ada yang mandi kelaut, ada yang cuma jalan-jalan melihat pemandangan di sekitar, ada yang pacaran dan lain-lain.
Tapi aku dan Renata lebih memilih untuk jalan-jalan di pinggir pantai untuk menikmati pemandangan di sekitar. Biarpun hari sudah sore tapi tetap saja cuacanya masih cerah.
Kami pun sesekali menendang air untuk kami bercanda kan, dan berlari-lari. Hari ini benar-benar membuat kami semua begitu senang sampai tak terasa telah sejam waktu kami untuk bermain-main. Kami pun akhirnya semua kembali untuk menaiki bus kami yang akan segera berangkat. seperti pada awalnya tadi kami duduk di tempat duduk kami masing-masing tidak ada yang berubah. Bus pun berangkat di hari yang sudah mau malam.
Karena semua sudah lelah aku melihat para karyawan lain telah menidurkan badannya semua ke kursi bus. Lalu aku dan Renata juga seperti itu.
Tak terasa kami sudah sampai di tengah perjalanan dan hari pun sudah malam dan gelap. Aku dan Renata pun memanfaatkan keadaan yang ada. Kami berdua saling bercumbu dalam gelap tersebut. Aku pun memainkan gunung kembarnya dan sesekali tangan nakal ku masuk ke area intinya. Tapi kami tidak sampai melakukan hubungan lebih jauh lagi. Renata pun menikmati apa yang kulakukan dan membiarkannya karena kami pun sudah halal.
Mobil pun terus melaju tak terasa sudah berada di area kantor. Aku dan Renata pun segera turun dan mengambil motor untuk kembali ke rumah. Begitu pula Ari dan Dina mereka pulang bareng berhubung sudah malam. tidak baik juga cewek pulang sendirian. Dan semua karyawan lainya juga mengikutinya.
__ADS_1