Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Telah Sadar


__ADS_3

Kini Karisa dan Irfan langsung melangkah kan kakinya meninggalkan Anton yang berada di sana, untuk menuju ke parkiran mengambil mobil dan berangkat pulang. Karisa benar-benar marah karena hampir saja bisa di bodohin sama lelaki hidung belang seperti Anton.


Sedangkan Anton yang berada di sana ia mendecak kasar. Merasakan penyesalan yang cukup amat dalam.


"Sial!!! Sial!! Ini benar-benar sial!!" Ketus Anton sambil mengacak-acak Rambutnya sendiri, lalu ia pun kembali lagi ke kamar hotelnya.


Ia langsung membayar perempuan sewaannya dan bergegas siap-siap untuk meninggal tempat tersebut.


Di sisi lain Irfan dan Karisa kini sudah berada di rumah Karisa. Irfan di suruh makan malam terlebih dahulu di rumah Karisa. Merasa ini ada hal yang tepat untuk mengatakan semuanya ke pada orang tua Karisa. Irfan dan Karisa pun menyetujui akan ikut makan malam bersama dengan keluarganya.


Irfan pun ikut duduk di meja makan bersama Ibu dan Ayahnya Karisa, juga ada Karisa di sebelahnya. Ibunya Karisa langsung menaruh nasi ke piring mereka masing-masing, sedangkan lauknya. Ibu menyuruh untuk menaruh sendiri semaunya. Irfan kagum dengan perlakuan Ibu Karisa teryata dia sangat ramah.


Saat sedang makan tidak ada yang bersuara, hanya suara sendok dan piring saja yang bersentuhan.


"Pak, Aku ingin bicara sesuatu boleh?" Tanya Karisa sedikit hati-hati.


"Emang kamu mau bicara apa? Kenapa harus minta segala" Tanya Bapaknya kembali.


Awal nya Karisa tidak berani untuk mengatakan yang sebenarnya, tapi berkat Irfan yang menyemangatinya dari samping, ia pun mencoba untuk memberanikan diri.


"Pak, sebenarnya aku tidak ingin menikah dengan Anton, aku tidak mencintainya Pak" Ucap Karisa.


Mendengar hal itu Bapaknya Karisa menjadi tersendak, akibat syok mendengar jika putrinya akan berbicara seperti itu. Ibu yang berada di sampingnya langsung sigap memberikan air ke sang Bapak.


"Kamu ini bicara apa, kamu jangan bikin malu keluarga, kamu kan tahu Bapak berhutang Budi sama Bapaknya Anton dan juga semua undangannya telah di cetak, begitu pula dengan tempat resepsinya telah si booking?" Ucap sang Ayah dengan nada sedikit keras. Karena merasa kesal tentang apa yang di ucapkan putrinya.


"Tapi Pak, Anton selingkuh di belakang ku, dia membawa seorang perempuan ke kamar hotel dan menidurinya. Ini Bapak lihat aku punya buktinya." Ucap Karisa lagi sambil menunjukkan beberapa foto dan video yang telah di ambil tadi.

__ADS_1


Bapaknya langsung menoleh dan mengambil handphone dari Karisa. Bapaknya begitu terkejut saat melihat di dalam handphone tersebut dan ternyata benar apa yang di katakan Karisa.


"Tapi bagaimana dengan undangannya ini, jika kita membatalkan kita akan rugi besar?" Tanya Bapaknya lagi.


"Tenang saja Pak, biar saya yang akan menikahi Karisa dan kita ganti saja nama di undangan tersebut." Ucap Irfan di sebelahnya. Dan Karisa pun ikut menoleh ke arah Irfan, karena saking senang nya Irfan ingin menikahinya.


"Benarkah, kamu ingin mengantikan posisi sebagai mempelai prianya. Apakah kau mencintai anakku?" Tanya Bapaknya Karisa lagi yang tidak ingin anaknya di sakiti sama pria lagi seperti Anton.


Irfan menoleh sebentar ke arah Karisa baru setelah itu menjawab. "Benar Pak saya mencintai Karisa, dan sebenarnya kami sudah mengenal lama."


"Terima kasih banyak Nak kamu mau membantu keluarga saya. Saya tidak tahu jika tidak ada kamu keluarga saya akan seperti apa. Yasudah kalau begitu saya akan menelpon orang tuanya Anton untuk membatalkan ini semua." Ucap Bapak Karisa lagi.


***


Kini Aldi telah sadar dari komanya setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit. Ia bangun dan duduk di ranjang Rumah Sakit sambil matanya melirik ke sana ke mari, melihat siapa saja yang datang.


"Sayang kamu telah sadar Nak, tapi kenapa kamu langsung duduk?" Tanya Ibu dengan penuh perhatian.


Aldi tidak langsung menjawab, karena pikirannya sedang lari kemana-mana, setelah sedikit lama merenung ia pun menjawab. "Aku hanya ingin duduk sebentar Bu."


Ibunya menjadi senang melihat Aldi kembali lagi. Ia langsung memeluk anaknya tersebut. Matanya memerah dan mengeluarkan cairan karena tidak bisa menahan rasa bahagianya, karena Aldi telah sadar.


Tak lama kemudian Dokter pun masuk untuk memeriksa Aldi, barulah Ibu melepaskan pelukannya dari Aldi. Dokter langsung memeriksa Aldi dengan telaten, setelah itu wajahnya tersenyum bahagia karena mengetahui jika Aldi telah sembuh dari Amnesianya.


"Alhamdulillah Buk, Pak, selamat sekarang Aldi sudah pulih kembali dari ingatan nya" Ucap Dokter tersebut dengan bahagia karena pasien yang ia tangani telah sembuh total.


"Benarkah Aldi?" Tanya Ibu untuk memastikan.

__ADS_1


Aldi pun mengangguk yang bertanda "Benar". Ibunya langsung kembali memeluk anaknya itu karena merasa sangat bahagia, sebab Aldi telah kembali lagi seperti Aldi yang dulu.


Di tempat lain.


Renata yang sudah meminta izin cuti selama seminggu kepada Pak Irfan. Di pagi ini juga ,ia dan keluarga akan berangkat ke Malaysia(negeri sebrang).


Flashback on


Di saat jam pulang kerja kemarin, Renata masuk ke ruangan Pak Irfan ingin meminta cuti. Dia terkejut melihat ada Karisa di sana. Dia juga heran kenapa ini orang tiba-tiba ada di sini.


Karisa yang melihat Renata masuk, langsung menoleh dan menghampirinya. Ia langsung meminta maaf tentang apa yang telah ia lakukan kepada Renata. Ia juga bilang semua itu karena dia cemburu dan salah paham kepada Renata.


Melihat Karisa yang meminta maaf dengan sungguh-sungguh, Renata pun memaafkannya dan berbaikan dengan Karisa. Setelah itu ia segera menghampiri Pak Irfan.


"Pak maaf, saya datang ke sini karena saya ingin meminta cuti selama seminggu, karena saya dan keluarga saya akan pergi ke negeri seberang" Ucap Renata jujur.


Mendengar hal itu sontak Irfan terkejut karena sekarang juga Aldi belum kembali bekerja ditambah Renata ingin ambil cuti. Tapi ia juga tidak bisa menolaknya karena selama ini Renata tidak pernah mengambil cuti.


"Yasudah saya izinin, tapi jangan lebih dari seminggu ya." Tegas Irfan.


"Ia makasih Pak"


Flashback off.


Kini Renata dan keluarga memesan sebuah Taksi online yang akan mengantarkan mereka ke bandara. Tak lama Taksi tersebut pun datang dan mereka segera naik dan berangkat.


Kembali lagi ke Aldi, setelah Dokter mengatakan itu semua, Aldi juga di izinkan untuk pulang dan bisa urus segera administrasinya.

__ADS_1


Bapak Aldi langsung segera mengurus administrasi ke lobi Rumah sakit. Setelah semuanya beres ia langsung kembali ke ruang Aldi untuk bersiap-siap akan pulang ke rumah.


__ADS_2