Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Bulan Madu Irfan


__ADS_3

Hari telah sore, Renata dan Aldi pun kini berada di sebuah pantai sedang menyaksikan pemandangan sunset yang Indah. sambil punggung mereka menyender di atas motor dan Aldi merangkul bahu istrinya itu sehingga terkesan sangat mesra.


Hari-hari mereka terus saja terlewati dengan begitu banyak kesan, walau orang tua Aldi belum mengetahui yang sebenarnya tapi tetap saja mereka selama ini hidup dengan bahagia.


"Apakah kau bahagia selama ini menjalankan hubungan ini?" Tanya Aldi sambil menoleh ke arah istrinya,


"Kenapa kau bertanya seperti itu, sudah pasti aku bahagia, jika tidak sudah pasti aku pergi dari dulu." Ucap Renata santai.


Aldi tersenyum dan langsung mencium kening istrinya itu, kini ia benar-benar terharu sama sikap istrinya itu.


"Sayang jika aku melamar pekerjaan di tempat lain apakah kau setuju?" Tanya Aldi lagi


"Tapi kenapa kau ingin kerja di tempat lain, bukankah di tempat Pak Irfan sudah enak." Jawab Renata


"Di tempat Pak Irfan memang sudah nyaman, tapi aku tidak nyakin kita bisa hidup bersama jika aku terus bekerja di sana." Ucap Aldi lagi yang membuat Renata semakin tidak paham dengan pembicaraannya.


"Maksud kamu gimana aku gak ngerti." Tanya Renata lagi penuh tanda tanya.


"Bagaimana jika nanti Irfan tahu kalo kita sudah menikah atau orang tua ku tahu, kalau mereka tidak setuju dengan hubungan kita sudah pasti aku tidak bisa bekerja di sana lagi. Sedangkan aku tidak punya modal kaukan tahu sendiri." Jelas Aldi.


"Ya aku paham sekarang, tapi kamu jangan pikirkan itu dulu, kita lihat saja dulu kedepannya nanti bagaimana, kamu jangan dulu memutuskan untuk pergi bekerja di tempat lain, apalagi sampai harus meninggalkanku, saat ini aku belum bisa jauh-jauh dari mu." Jawab Renata dengan nada sendu.


"Baiklah kalau begitu, yasudah ayok kita pulang, malam ini aku juga ingin mengulang kembali membuat si juniornya." Ucap Rangga lagi sambil tersenyum.


"Ih,, kamu ini pikirannya mesum terus." Jawab Renata kesal sambil tersenyum terkekeh.

__ADS_1


"Lagian kalai tidak mesum, kapan punya si junior." Jawab Aldi kembali.


Akhirnya mereka pun meninggalkan tempat tersebut setelah matahari terbenam, dan hari pun telah gelap. Aldi langsung melajukan motornya menuju ke rumah istrinya itu. Sedangkan Renata di belakang hanya duduk diam sambil memeluk pinggang suami brondong nya tersebut.


Sesampainya di rumah seperti biasa Aldi di suruh untuk menikmati makan malam terlebih dahulu oleh Ibu mertuanya itu, sebenarnya Aldi malu karena masih menumpang di tempat mertua tapi karena ia juga baru-baru menikah dengan Renata ya jadi masih bisa di maklumi.


Mereka langsung duduk di depan meja makan tersebut, Aldi dan Renata langsung duduk bersebelahan sedangkan Ibu dan Ayahnya duduk di depan meja mereka berhadapan.


"kamu jangan sungkan makannya, makan aja, Yang banyak toh sekarang kamu juga sudah menjadi bagian dari rumah ini." Ucap Ibu Renata.


"Baiklah Tan," Jawab Aldi.


"Kok masih panggil Tan sih, kan sekarang kamu udah jadi menantu kami, jadi panggilnya Ibu saja." Ujar Ibu dengan ramah.


"Iya baiklah Bu." Aldi pun mengangguk mengiyakan permintaan mertuanya tersebut.


Mereka langsung memakan, hanya suara piring dan sendok saja yang bersentuhan, sedangkan mereka hanya hening saja sambil melahap semua makanan mereka.


Setelah makan mereka pun mengobrol sebentar, terlihat mereka sangat bahagia, karena terdapat senyuman dari wajah mereka semua.


Kini Aldi dan Renata sudah masuk ke kamar untuk beristirahat setelah tadi mengobrol panjang bersama orang tuanya itu. Orang tua Renata juga sama mereka juga langsung masuk ke kamarnya lagi untuk beristirahat karena besok juga harus kembali lagi bertugas masing-masing.


Seperti biasa Aldi yang sudah masuk ke kamar bukannya langsung istirahat melainkan mereka memilih untuk beraktivitas terlebih dahulu di ranjang mereka.


Tapi sebelum itu mereka terlebih dahulu berdoa agar segala sesuatu di lancarkan. Baru setelah itu mereka langsung melakukan aktivitas nya di bawah selimut.

__ADS_1


Hingga mereka terlelah barulah mereka berhenti dan tidur sambil berpelukan. Aldi mencium beberapa kali pipi dan juga kening istrinya baru setelah itu mereka memejamkan mata mereka dan berharap mendapatkan mimpi Indah.


Di tempat lain Irfan dan Karisa sudah berada di sebuah pulau, mereka memilih langsung pergi berbulan madu ke sana, dan berharap pulang dari sana mereka mendapatkan kado yang istimewa yaitu kehamilan istrinya.


Di dalam sebuah Villa di pulai tersebut kini mereka sedang memadu kasih bersama. Mereka pun melakukan aktivitas nya tersebut berulang-ulang kali di sana, maklumlah pengantin baru.


Hingga mereka mengeluarkan banyak keringat dan terlalu lelah dari aktivitas nya tersebut barulah mereka memilih untuk tidur beristirahat. Irfan langsung memeluk tubuh Karisa begitu juga sebaliknya dengan Karisa, sampai mata mereka pun terpejam bersama.


Tak terasa pagi pun telah tiba, Mentari telah terbit dari ufuk timur ke ufuk barat, sedangkan pasangan yang sedang bermadu kasih di dalam sebuah Villa belum juga terbangun, sehingga jam 10 pagi barulah mereka terbangun dari tidurnya.


Mereka langsung ke kamar mandi dan mandi bersama untuk membersihkan diri mereka dari aktivitasnya semalam. Baru setelah itu mereka keluar dari Villa tersebut mencari makanan di warung dekat pantai.


Irfan dan Karisa langsung duduk di sana sambil menyantap makanan dan menghabiskan hari mereka di sana.


"Semoga kau cepat ada di dunia ini sayang." Ucap Irfan sambil memegang perut istrinya itu.


"Amin." Ucap Karisa istrinya sambil tersenyum. Ia juga berharap setelah semalam Irfan menaburkan benih-benihnya ia langsung akan mendapatkan keturunan.


"Mas, abis ini kita jalan-jalan sebentar di pinggir pantai iya?" Ajak Karisa


"Baiklah," Jawab Irfan kembali, kemudian mereka langsung menghabiskan makanan mereka dan pergi ke pinggir laut.


Di sana juga terlihat banyak turis-turis asing yang berkunjung ke tempat tersebut. Mereka menghabiskan waktu mereka hanya untuk berjemur di pinggir pantai.


"Mas mata mu di jaga, jangan suka ngeliatin Bule yang hanya menggunakan bikini." Karisa menegur keras Irfan karena di sana terlihat banyak sekali Bule-bule sedang berjemur dan hanya menggunakan bikini saja.

__ADS_1


"Tenang sayang, cuma kamu yang ada di hatiku, jadi kamu jangan takut aku akan di rebut sama bule-bule itu." Gombal Irfan.


"Kamu mah bisa aja ngegombalnya. Tapi coba saja kalau kau berani bermain di belakang ku, sudah ku pastikan burung mu akan ku cincang-cincang seperti sosis." Ancam Karisa lagi sambil keningnya sedikit ia kerutkan.


__ADS_2