Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Cemburu


__ADS_3

Aku pun segera berangkat untuk mengantarkan istriku. Berhubung waktu sudah telat aku pun tidak sempat mandi lagi, tak lama setelah menempuh jarak beberapa kilometer, akhirnya aku sampai di depan dan istri ku. Aku melihat istriku malam ini sangat cantik dengan menggunakan tunik, yang cocok di badannya.


"Ayok sayang kita berangkat sekarang biar gak telat. " ucapku


Dia pun hanya tersenyum dan mengangguk, lalu segera menaiki motorku.


Kami pun segera pergi meninggal tempat tersebut.


Hening sebentar...


Saat dalam perjalanan tiba-tiba istri ku merasa risih. Lalu mencium kepalaku dari belakang.


"Bang Rambutmu kenapa bau sekali"ucap istriku sambil menggaruk hidung..


" Heheehe,, maaf sayang tadi aku Buru-buru jadi gak sempat mandi!!" ucapku tersenyum


"Ih abang ini ganteng-ganteng tapi" ketus renata


"Bau-Bau gini kan suami mbak juga" ucapku sambil terkekeh.


"Yaya,,deh terserah abang aja.." jawab istriku kesal.


Saat sedang larut dalam obrolan tiba-tiba motorku ngerem mendadak..


"Au,,," teriak istriku


"Maaf sayang ada kucing lewat tapi untung saja tak tertabrak" Ucapku


Akhirnya kami pun bisa bernafas dengan lega dan melanjutkan perjalanan kami.


"Sayang kamu kenapa bisa suka denganku dan memintaku begitu cepat untuk menikahi mu? " Tanyaku kepo kepada istriku


"Kenapa kamu nanyain begitu? " jawab istriku yang menanyak balik kepadaku


"Gak papa Abang hanya ingin tahu saja" ucapku.

__ADS_1


Akhirnya istriku pun menceritakan semuanya padaku.


"Ni dengar ya bang. Gak tahu kenapa saat aku melihat abang aku langsung tertarik dengan abang. dan pas tahu kamu akan bekerja di tempat bang irfan. Aku sangat senang, makanya dulu aku sering ngerjain kamu" ucap istriku menjelaskan semuanya.


Gak tahu kenapa, aku merasa senang saat mendengarkan istriku menjelaskan semua. Tapi aku merasa bersalah karena saat ini aku belum bisa menafkahinya. ya seperti kalian tahu saat ini aku hanya bekerja sembilan Yang gajinya tak seberapa.


"Sayang maafin aku ya karena untuk saat ini aku belum bisa memberi nafkah kepada mu, seperti suami-suami pada umumnya" ucapku dengan nada sedih


"Gak papa bang kamu jangan sedih begitu, aku ngerti kok posisi kamu sekarang. Aku cuma berharap agar kamu ada selalu untukku


"Makasih ya sayang kamu udah ngertiin aku.."


Aku pun menghentikan motorku sejenak, lalu mencium kening istriku, sebagai tanda terima kasih dariku.


Aku juga berharap semoga kedepannya kehidupan kami jadi lebih baik. Dan bisa menjadi keluarga yang utuh. Seperti keluarga pada umumnya. Tidak seperti sekarang yang semuanya harus di rahasiakan.


"Sayang Orang tua mu kapan pulang dari luar negeri, rasanya aku ingin sekali jumpa sama calon mertuaku. Biarpun hubungan kita seperti ini(dirahasiakan) tapi aku juga ingin kenal mereka."


"Mungkin seminggu lagi bang" ucap renata sendu


Setelah perjalanan ku tempuh lumayan jauh, akhirnya kami sampai di suatu supermarket langganan istriku. Aku pun segera memarkirkan motorku. Sedangkan istriku langsung masuk. Aku yang awalnya hanya nunggu di luar, akhirnya juga ikut masuk menjumpai istriku yang sedang mengambil troli. Saat aku hendak masuk, tiba-tiba aku melihat istriku yang sedang mengobrol dengan salah satu karyawan disitu. Pembicaraan mereka begitu asik seperti sudah sangat akrab.


"Mbak,,kamu kesini mau belanja apa mau mengobrol?" ucapku dengan nada agak meninggi


Mereka yang melihatku seperti orang yang lagi kesal pun mengatakan.


"Maaf mas,, aku hanya bicara sebentar" ucap karyawan tersebut.


"Saya tidak tanya dengan mu tapi saya tanya ke dia, emang kamu siapanya dia sih ?" ucapku kesal.


Karyawan tersebut pun akhirnya pergi untuk melanjutkan pekerjaannya, meninggalkan kami berdua. Istriku yang melihat ku marah langsung meminta maaf dengan ku.


"Maaf ya sayang,, dia itu kawanku kami juga hanya mengobrol sebentar karena jarang ketemu" ucap istriku


"Tapi aku tidak suka jika milikku dekat-dekat dengan lelaki lain yang bukan muhrimnya" ucapku datar

__ADS_1


"Ia ia bang aku minta maaf,, tapi kami ganteng deh kalo lagi marah" gitu" seru istriku menggodaku sambil terkekeh.


"Sudah kamu jangan merayu ku, aku tidak mempan di gombalin seperti itu." ucapku yang tidak menampakkan rasa senang. Biarpun di dalam hati ku sebenarnya sangat senang


Akhirnya aku pun mendorong troli dan mengikuti kemana arah istriku pergi, Kami pun pergi ke arah bahan dapur. Lalu istriku mengambil beberapa bahan dapur yang dibutuhkannya. setelah itu kami pergi ke arah tempat tersedianya cemilan. Istriku pun mengambil beberapa cemilan yang di inginkan nya. Dan tidak lupa kebiasaannya setiap belanja membeli es krim. dia pun mengambil dua buah es krim. Setelah belanjanya penuh. Akhirnya kami pun menuju meja kasir untuk membayarnya.


Kasir tersebut pun mengambil dan mengecek semua harga barang yang kami belanjakan. lalu istriku membayarnya setelah, kasir tersebut memasukkan barang kami ke dalam plastik dan memberikan nominalnya. Setelah membayar kami pun segera keluarga dari supermarket tersebut.


Aku yang merasa masih ingin bersama istriku memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu.


"Sayang kita jalan-jalan dulu mau tidak, soalnya aku masih ingin bersamamu" ucapku


"Bole bang aku juga masih kangen ingin di dekatmu" ucap istriku dengan hati gembira


Akhirnya kami pun jalan-jalan terlebih dahulu. Sehingga sampai di suatu taman yang menurutku sangat indah, karena bisa menikmati pemandangan malam yang sangat Indah. Dimana malam yang dihiasi dengan ribuan Bintang yg kelap kelip, dan satu bulan yang menerangi malam tersebut menjadi lebih berwarna.


Aku pun memeluk istriku dari belakang dengan begitu mesra dan Kami pun larut dalam pemandangan Indah tersebut. Istriku yang merasa sangat nyaman dengan pelukanku, rasanya tidak ingin aku melepaskannya. Tapi berhubung malam semakin larut. Akhirnya aku pun melepaskan pelukanku dan bergegas untuk pulang.


"Sayang ini sudah larut malam kita pulang yuk" ucapku sambil mengajak istriku


"Ayok tapi aku mau dicium dulu" ucap istriku senyum-senyum


"Ih Tante-Tante mesum" seru ku sambil terkekeh dan langsung mencium kening istriku..


Akhirnya kami pun bersiap untuk pulang. Saat dalam perjalanan istriku bertanya padaku.


"Bang kamu tidur dimana malam ini"


"Di rumah sayang karena kemarin juga aku tidak tidur di rumah, emangnya kenapa"


"Gak papa bang"


"Tenang saja besok aku jemput kamu biar kita bisa pergi kerja bareng, besok kan aku masuk kerja karena gak ada jadwal ke kampus"


"Baiklah bang aku juga tidak mau jauh" denganmu."

__ADS_1


Tak lama menempuh jarak beberapa kilo meter, akhirnya kami pun sampai di rumah renata. Aku pun segera menurunkannya dan bergegas untuk pulang ke rumah.


Aku pun melihat terlebih dahulu istriku masuk ke rumahnya barulah aku yang ikut berlalu pergi.


__ADS_2