Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Pernikahan Irfan


__ADS_3

Hari telah berlalu. Dan hari yang di tunggu-tunggu oleh Irfan dan Karisa telah tiba, yaitu hari pernikahan mereka.


Pesta pernikahan yang megah itu di gelar di rumah mewah milik keluarga Karisa, semua para tamu hadirin sudah berkumpul di sana termasuk Aldi, Renata dan keluarga Aldi. Dina dan Ari juga datang ke acara tersebut.


Tak lama Irfan pun pulang dari mesjid setelah melakukan ijab kabul di sana, semua mata para tamu tertuju ke padanya, mereka melihat pasangan yang serasi. Irfan yang ganteng dan juga Karisa yang cantik.


Di iringi dengan suara musik, sehingga terlihat heboh sekali para tamu undangan di sana, mereka juga langsung melahap makanan yang telah di siapkan sambil mata mereka semua tertuju ke arah pengantin yang sedang mengambil pemotretan di atas pelaminan.


Kebetulan pelaminannya juga di pasangkan di luar rumah sehingga para tamu bisa menyaksikan dengan jelas pengantin di sana. Tiba-tiba terdengar suara ke gaduhan di luar pagar rumah tersebut. Semua tamu menjadi panik dan ikut melihat apa yang terjadi.


Ayah dari Karisa langsung menelpon petugas ke amanan di luar pagar.


"Hallo, apa yang terjadi Pak?" Tanyanya tegas


"Ini Pak Anton berbuat onar di sini." Jelas satpam tersebut.


Mendengar nama Anton yang di sebut, Ayah dari Karisa langsung turun menuju ke sana untuk melihatnya langsung. Sesampainya di sana ternyata benar adanya Anton.


"Biarkan saya masuk Pak, karena pernikahan ini tidak seharusnya terjadi." Ucap Anton dengan penuh amarah.


"Ada apa lagi kau datang kemari, bukankah sudah jelas saya sudah membatalkan pernikahan anak saya dengan kamu.?" Tanya Ayah Karisa kembali yang membuat Anton menelan ludahnya sendiri, semua para tamu kini sudah mendekati mereka dan menyaksikan perdebatan antara Ayahnya Karisa dan Anton.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak memberiku kesempatan terlebih dulu, kenapa kalian langsung memutuskan nya sepihak." Ucap Anton lagi yang sudah histeris dengan amarahnya, ia juga menodongkan pistol ke arah Bapaknya Karisa tersebut.


Satpam yang melihatnya langsung sigap menarik tangan yang memegang pistol tersebut, sehingga Anton bisa di tangkap ke ke dekapan mereka. Tak lama polisi pun datang yang sudah di hubungi Ayahnya Karisa tadi saat ia turun dari rumahnya.


Anton langsung di tangkap dan tangannya langsung di borgol, kemudian untuk tidak membuat kacau lagi acaranya ia langsung di bawakan ke kantor polisi.


"Awas saja kalian aku tidak akan berhenti sampai di sini." Ancam Anton terakhir kalinya sebelum ia kemudian di seret naik ke mobil polisi.


Melihat Anton sudah di bawa oleh polisi kini suana yang tadinya pecah dan panik, kini mulai tenang kembali, dan acaranya pun kembali di langsung setelah tadi tertunda sebentar.


Setelah pemotretan pertama selesai kini, Aldi dan keluarganya naik ke panggung tersebut untuk menemani Irfan menggantikan keluarganya yang tidak bisa hadir, begitupun sebaliknya kini keluarga dari Karisa pun sudah naik ke panggung tersebut.


Semua mata tertuju ke arah panggung tersebut ingin menyaksikan acara pertukaran cincin dan restu orang tua, tak lupa mereka juga bersorak sambil memberikan tepuk tangan.


Setelah itu Irfan pun datang ke orang tua Aldi terlebih dahulu untuk meminta restunya, dengan berjongkok sambil mencium lutut Om dan Tantenya itu ia juga meneteskan air matanya karena saking bahagianya. Setelah itu barulah ia meminta restu kepada mertuanya itu begitu pula dengan Karisa.


Setelah semua selesai kini mereka langsung melakukan pemotretan keluarga, setelah berpose dengan keluarga lengkap kini Irfan meminta berpose sama keluarganya terlebih dahulu baru setelah itu dengan keluarga bisannya.


Kini tibalah tamu-tamu undangan yang ingin meminta jatahnya untuk berpose dengan pengantin, Renata Dina dan Ari tak mau kalah dari para tamu undangan lain, mereka langsung lari mendekati panggung tersebut dengan heboh dan tak memperdulikan para tamu undangan yang lain. Kali ini Aldi juga ikut dalam pose bersama rekan-rekannya itu.


Tak cukup satu pose mereka pun melakukan hingga beberapa pose bersama dengan pengantin itu. Setelah itu barulah mereka membiarkan para tamu undangan lain mengambil jatahnya.

__ADS_1


Sedangkan mereka langsung kembali ke meja mereka sambil mengambil satu seorang gelas air dingin untuk mendinginkan gerah mereka yang sudah berkeringat.


***


Malam ini Irfan menginap di rumah Karisa untuk pertama kalinya, setelah acaranya yang tadi siang telah usai, mereka benar-benar lelah dengan keseharian menjadi sepasang pengantin baru, tapi ya itulah yang membuat kita menjadi kenangan di masa tua nanti.


Aldi dan teman-teman juga keluarganya langsung pulang tadi sore setelah acara selesai, mereka juga benar-benar lelah, awalnya Aldi ingin menginap di rumah Renata tapi karena mereka terlalu lelah ia menunda untuk membikin si junior terlebih dahulu.


Irfan yang sudah di kamarnya bersama Karisa, mereka menjadi canggung dan tak tahu apa yang harus dia lakukan. Pikiran takut resah dan gelisah menghantui mereka.


Tapi Irfan mencoba mendekati Karisa karena ia juga tidak mau menunda malam pertamanya ini, dengan wajah sedikit gugup ia langsung menempelkan bibir istrinya itu sekilas, yang membuat mereka menjadi malu dan salah tingkah.


Kenapa aku jadi malu seperti ini, bukankan kami sudah sah. Ayok Irfan kamu pasti bisa. Batin Irfan


Karisa yang duduk di sampingnya hanya terdiam membisu sambil memegang bibirnya yang telah bersentuhan dengan bibir milik suaminya itu.


Ternyata begini rasanya di cium sama suami sendiri benar-benar nikmat. Coba saja dia tidak melepaskan secepat itu pasti aku sudah melayang kemana. Batin Karisa.


Melihat hal itu Irfan mencoba lagi mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu. kini Karisa yang sangat gugup langsung menutup kan matanya dan membiarkan apa yang mau di lakukan suaminya itu kepadanya.


Irfan langsung dengan lembut melahap bibir istrinya itu, awalnya Karisa hanya menikmati saja permainan Irfan tapi setelah beberapa saat ia pun membalasnya dan langsung tangannya memeluk badan Irfan.

__ADS_1


Irfan yang merasa gairahnya sudah naik langsung memainkan bukit kembar Karisa yang kenyal itu. Mereka pun melepaskan pangutan bibirnya setelah merasa nafas mereka habis. Kali ini Irfan mencoba mencium leher milik Karisa yang putih tersebut. Ia tidak mau tahu jika nanti orang akan melihatnya setelah itu ia akan meninggalkan bekas atau tanda merah di leher istrinya itu.


__ADS_2