Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Sikap Aldi Sudah Kembali


__ADS_3

"Benar-benar ya mereka berani sekali mereka mengerjai suamiku!.Bagaimana jika kita mengerjai mereka balik?" Usul Renata. Sebenarnya Renata senang dengan apa yang di lakukan Dina. tapi tetap saja tidak adil rasanya jika dia tida membalasnya.


"Tapi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Aldi lagi.


"Ya juga ya, apa ya yang harus kita lakukan,tapi sebentar aku coba pikirkan dulu." Gumam Renata.


Kini Renata langsung mencoba memikirkan suatu ide untuk membalas Dina. Tangan ia lipat di dada sedangkan matanya melirik ke bawah juga di ikuti dengan langkahnya yang berputar di situ-situ saja. Aldi yang melihatnya menjadi heran dengan tingkah istrinya itu. Ingin sekali ia mengejutinya tapi, ia juga tidak mau menganggu konsentrasi istrinya itu.


"Sayang Gimana, apa kamu sudah menemukannya?" Tanya Aldi yang sudah sedikit lama menunggu jawaban dari Renata. Tapi sampai sekarang Renata belum menemukan ide yang cemerlang.


"Belum Bang." Jawan Renata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Akhirnya Aldi ikut memikirkan ide bersama dengan Renata. Sampai hampir 15 menit mereka termenung sambil memikirkan ide. Akhirnya Aldi menyarankan idenya kepada Renata.


"Sayang sepertinya, aku tahu ide apa yang cocok itu kita membalas mereka." Ujar Aldi sambil sedikit melebarkan senyumannya.


" Benarkah?" Tanya Renata lagi dengan summeringah.


"Ia." Angguk Aldi, kemudian ia juga mengusulkan sarannya ke Renata. Renata yang sudah tidak sabar untuk mendengarnya langsung saja ia, mendekatkan dirinya ke Aldi. Merasa Renata sudah dekat dengannya, sehingga ia tidak perlu untuk berbicara besar karena ini rahasia. Aldi langsung mengutarakan Idenya itu. "Bagaimana kalau kita berpura-pura saja tidak mau menghadiri pesta pernikahan mereka nanti. Kurasa. mereka juga akan panik dan bersedih mendengar sahabatnya tidak datang ke hari bahagianya itu.?"


"Ide yang Bagus, kurasa kita bisa melakukan hal itu, biar mereka juga ngerasa apa yang kamu rasa" Seru Renata dengan wajah sedikit menjengkelkan.


"Yasudah kalau gitu aku keluar dulu ya, sudah cukup lama juga aku di sini." Pamit Aldi sambil mencium kening Renata dengan lembut.


Renata hanya mengangguk, kemudian Aldi langsung keluar dari ruangan tersebut dengan wajah polos, ia juga tidak ingin menampilkan wajah yang mencurigakan kepada karyawan-karyawan lainnya, apalagi jika sampai di ketahui sama Dina dan Ari sudah pasti ia di maluin.


Irfan baru saja datang ke kantor, karena dia Bosnya jadi tidak ada seorangpun yang berani menegurnya. Tapi walau begitu tetap saja perusahaannya berkembang pesat.

__ADS_1


Ari dan Dina yang melihat Irfan sudah datang ke kantor, mereka mencoba mengikuti nya ke ruangan. Sampai di sana Ari dan Dina menjadi kikuk, rasanya mereka terlalu segan untuk meminta cuti sekarang karena Renata baru saja kembali.


"Kenapa kalian mengikutiku?" Tanya Irfan tegas


Gi-gini Pak, seb-sebenarnya...?" Ari tidak melanjutkan omongannya karena sudah duluan di potong Irfan.


"Sebenarnya apa, kalau ngomong itu yang jelas?" Tanya Irfan lagi dengan nada serius.


"Kami ingin minta cuti Pak, untuk besok sehari, karena kami berdua akan berminta restu ke pada orang tua ku di kampung." Jelas Dina dengan cepat, sedangkan Ari hanya termenung dan gugup saja di sebelahnya.


"Tapi, tidak bisa ditunda buat lusa, jangan besok sebab Renata kan juga tadi baru masuk, masak baru dia masuk sudah kalian yang minta cuti." Jawab Irfan karena pas tadi ia datang, Dia melihat Renata sudah ada di ruangannya.


"Maaf Pak, bukannya kami tidak mau, tapi kami sudah memberi tahu ke keluarga ku yang ada di sana, jika kami besok pulang dan mereka juga sudah siap menunggu kami, aku takutnya jika kami tidak hadir nanti mereka sangat kecewa." Jelas Dina lagi.


Mendengar apa yang di katakan Dina sangat jelas, dan dia juga akan merasakan hal yang sama jika sudah berjanji tidak di tepati maka ia sangat kecewa dan marah. Oleh karena itu Irfan akhirnya dengan lemas mengatakan. "Yasudah, tapi cuma sehari ya?"


"Yasudah kalau gitu, kalian boleh keluar untuk bekerja." Suruh Irfan. kemudian ia langsung membalikkan badannya kembali ke tempat duduknya.


Ada-ada saja baru saja kemarin Renata sekarang sudah Ari dan Dina, besok siapa lagi. Batin Irfan menggerutu.


Ari dan Dina pun langsung meninggalkan Ruangan Irfan dengan hati yang senang.


"Hebat kamu Din, aku kira tadi kamu tidak berani mengatakan itu." Puji Ari


"Kami sih jadi laki sudah seperti perempuan saja, masak cuma minta izin buat cuti saja kamu sampai ketakutan begitu." Ketus Dina karena merasa kesal dengan kekasihnya itu.


"Ya maaf deh sayang, kamu jangan marah-marah gitu dong, nanti cantiknya hilang." Puji Ari lagi yang ingin meredakan kekesalan Dina.

__ADS_1


"Kamu pikir, aku bisa kamu sogok dengan rayuanmu seperti itu. Aku tidak mau tahu pokonya nanti kamu harus traktirin aku Sate Padang. Jika tidak jangan harap aku akan memaafkan kamu." Gumam Dina


Rugi lagi deh aku kalau sudah begini. Tapi yasudah lah cuma Sate Padang pun. Gumam Ari dalam hati.


"Ya ya, deh buat kamu apa sih yang enggak." Goda Ari lagi dengan manja.


"Nah gitu dong, itu baru impas." Ucap Dina dengan senang yang merasa menang


Dengan hati yang senang Dina langsung masuk ke ruangannya, sedangkan Ari hanya menatap saja kepergian kekasihnya tersebut dan merasa telah tidak habis pikir. Tapi tetap saja ia juga ikutan senang karena kekasihnya itu senang. Kemudian ia pun kembali ke Ruang kerjanya mengelola mesin.


***


Kini Aldi langsung ke ruangan Renata lagi, untuk mengajaknya pulang bersama. Aldi juga sudah tidak mau jauh-jauh lagi dengan Renata setelah ingatannya sembuh.


Kini mereka sudah berada di sebuah parkiran, Aldi langsung memakaikan helmnya ke Renata, biarpun banyak yang memperhatikan sikapnya ke Renata yang begitu perhatian, tapi tetap saja ia tidak mau menghiraukannya. Baginya mereka hanyalah angin berlalu saja.


Saat Aldi memasangkan helmnya ke Renata. Renata sangat senang dan terharu dengan perlakuan Aldi terhadapnya, ia terus menatap Aldi yang sedang serius memakaikan helmnya.


Terima kasih ya Allah kau telah mengembalikan kebahagiaan ku dan juga mengembalikan ingatan suamiku. Batin Renata berdoa sangking terharunya dengan sikap Aldi yang sekarang.


Kini Aldi langsung melajukan motornya setelah memasangkan helm kepada Renata dan tak lupa ia juga mempersilahkan Renata naik ke motornya terlebih dulu. Barulah ia tancap gas.


Saat di perjalanan Aldi mengajak Renata terlebih dahulu ke suatu tempat di mana ia bisa menghabiskan waktu bersama sang istrinya itu. Tapi ia juga tidak tahu harus mengajak Renata kemana, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya ke Renata.


"Sayang, sebaiknya kita jangan pulang dulu, kamu mau?. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat terlebih dahulu, tapi aku juga belum tahu kita harus kemana?" Seru Aldi dan dia juga ingin meminta Renata untuk memutuskan pergi kemana.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2