Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Irfan Akan Menikah


__ADS_3

Setelah berbasa-basi yang menurut mereka sudah terlalu lama, akhirnya Irfan mengutarakan apa yang ingin ia katakan,


"Bu, saya sebentar lagi akan menikah, apakah Ibu tidak mau dan Ayah tidak mau pulang untuk menyaksikannya. Aku ingin sekali melihat kalian nanti hadir di sana."


"Maaf Nak tapi Ibu dan Bapak benar-benar tidak bisa pulang ke sana, karena banyak pekerjaan di sini yang tidak bisa di tinggal." Ucap Ibu Irfan yang sebenarnya juga merasa bersedih karena tidak bisa menghadiri pernikahan anaknya itu.


Mendengar itu Irfan menjadi sangat sedih ia tidak tahu apa yang harus di lakukan, ia juga tidak bisa marah kepada orang tuanya itu. Karena dari nada dan perkataan orang tuannya itu juga ia bisa menilai kalau Ibunya tidak berbohong.


"Apakah tidak ada carakah Bu buat kalian agar bisa pulang?" Tanyanya kembali dengan raut wajah yang sudah bersedih.


"Ibu, benar-benar minta maaf Nak, memang tidak ada cara untuk kami bisa meninggalkan pekerjaan ini. Kalau tidak begini saja, nanti kamu video call saja biar Ibu bisa menyaksikan pernikahan kalian walau tidak langsung." Ibu mencoba memberi saran ke Irfan. Karena bukan niatnya yang memang tidak ingin pulang. Jujur di hatinya ia juga sudah sangat merindukan Irfan.


"Yasudah deh Bu." Jawab Irfan sekilas karena ia sangat bersedih. Kemudian ia langsung mengakhiri telponan mereka.


Kini Irfan keluar dari ruangan untuk menjumpai Aldi di ruangnya.


"Al.." Panggil Irfan yang sudah berada di depan pintu ruangan Aldi.


"Iya, kenapa Pak, memanggil saya." Tanya Aldi kebingungan yang tiba-tiba di datangi Pak Irfan.


Kenapa bang Irfan kemari, apa aku ada bikin kesalahan. Gumamnya dalam hati


"Tidak, Aku hanya ada perlu sebentar denganmu. Abang hanya ingin menyampaikan kalau minggu depan Abang akan menikah."


Sontak Aldi begitu terkejut, kenapa tiba-tiba dan seburu ini ia akan menikah dan memberinya pertanyaan. "Emang nya abang akan menikah dengan siapa, bukankah sekarang abang tidak memiliki pasangan setelah putus dari Karisa?"

__ADS_1


"Abang akan menikah dengan Karisa, karena dulu Abang putus dari Karisa ternyata hanya kesalahpahaman Abang saja. Terus juga Renata tidak mau menerima Abang karena ia tidak mencintaiku. Jadi Abang pikir memang seharusnya Abang kembali dengan Karisa." Jawab Irfan datar.


"Baiklah Bang aku menyetujuinya." Mendengar apa yang di katakan Irfan, Aldi mau tidak mau harus menyetujuinya, karena tidak mungkin juga jika nanti Bang Irfan akan mengejar Renata lagi. Dan itu yang tidak mau Aldi sampai kejadian karena Renata istrinya walau sekarang Bang Irfan belum tahu.


"Yasudah kalau gitu balik ke ruangan dulu, nanti Abang juga akan ke rumahmu untuk memberitahu Om dan Tante." Irfan langsung kembali ke ruangannya setelah menyampaikan itu.


Aldi pun hanya mengangguk dan menatap saja kepergian Pak Bosnya itu. Sesampainya di pintu Irfan langsung di bukain sama asisten itu, memang setelah ia memiliki asisten sekarang hidupnya menjadi lebih mudah.


Melihat Irfan tadi yang masuk ke ruangan Aldi, Renata langsung bergegas ingin menemui Aldi setelah Irfan keluar dari sana, ia penasaran dengan apa yang terjadi sehingga ingin mencari tahu.


"Sayang kenapa tadi Pak Irfan ke ruangan mu, emang apa yang salah denganmu, karena tidak biasanya dia masuk ke ruangan karyawan." Tanya Renata dengan panik, yang takut suaminya di apa-apain oleh Pak Bosnya itu.


"Udah kamu jangan panik gitu, dia kan Abang sepupu ku wajarlah jika dia ketempat ku." Melihat Renata panik seperti itu Aldi langsung menenangkan.


"Tapi kenapa dia ingin ketempat mu?" Tanyanya lagi yang masih penasaran


"Oh,, aku kira kenapa." Jawab Renata singkat yang sebelumnya Irfan sudah menceritakan padanya, dari awal mereka balikan saat Karisa ingin bunuh diri.


"Karena kamu sudah kesini tanpa permisi, kamu harus menerima hukuman dariku." Ucap Aldi


"Emang hukuman apa yang ingin kau berikan, dan apakah aku salah jika masuk ke tempatmu?" Renata menjadi bingung dengan apa yang akan di lakukan Aldi, ingin rasanya dia cepat-cepat keluar.


Aldi langsung saja mendekatinya dan menempelkan bibirnya ke bibir manis istrinya itu. Membuat Renata terdiam membisu.


Tadi katanya mau menghukumku tapi kok dia malah menciumku, apakah ini hukumannya, kalau ini mah aku juga mau setiap hari di hukum olehnya. Batin Renata.

__ADS_1


Aldi terus saja melahap bibir ranum Renata dengan gesit, awalnya Renata hanya terdiam tapi lama-kelamaan ia juga membalasnya dengan begitu bergairah, yang tak kalah dari yang Aldi lakukan.


Aldi yang merasa istrinya itu sudah terbakar gairah, kini langsung membuka kancing baju milik istrinya itu, ia langsung melahap satu persatu gunung berapi milik istrinya itu.


Untung saja di kantor itu tidak terpasang CCTV di ruangan karyawan, jadi tidak akan ada yang tahu apa yang karyawan lakukan di dalamnya. Aldi sekarang sudah benar-benar candu dengan istrinya itu. Ingin rasanya ia melakukan lebih dari itu, tapi mereka juga takut jika nanti ada yang melihat mereka atau mengetuk pintu ruangan mereka.


Jadi aktivitas itu hanya berlangsung sampai di dada saja tidak lebih. Setelah itu Aldi langsung membereskan kembali baju milik istrinya yang ia bukakan tadi.


"Ih kamu ini, pakai bilang hukuman bilang saja mau cabuli aku." Ucap Renata sambil menyemberutkan wajahnya.


"Makanya siapa suruh ke ruangan ku kalau tidak mau di gituin," Balas Aldi


"Yasudah ayok kita keluar."


***


Kini Irfan sudah berada di rumah Aldi, dia ikut makan malam bersama keluarga Aldi. Irfan langsung mengatakan apa yang mau di sampaikan kepada Om sama Tantenya itu.


"Om, Tante, Irfan minggu depan akan menikah, kuharap Om sama Tante hadir ya, menggantikan orang tuaku yang tidak bisa pulang."


"Tapi kenapa mendadak seperti ini, dan kenapa kamu baru bilang sekarang?" Tanya Ibu Aldi yang kaget, dengan pernikahan Irfan.


"Maaf Om, Tante, bukannya aku tidak mau bilangnya dari dulu, tapi aku juga baru memutuskan baru beberapa hari ini. Ini semua terjadi di luar kendali aku, dan aku tidak bisa menolaknya." Jelas Irfan.


"Tapi apa yang terjadi kenapa bisa mendadak seperti ini, coba kamu jelaskan sama Om dan Tante?" Mereka masih penasaran jangan-jangan nanti Irfan telah melakukan hal-hal yang aneh sehingga dia di nikah secepat ini.

__ADS_1


Akhirnya Irfan pun menjelaskan sama Om dan Tantenya itu, kenapa ia bisa menikah secepat ini, ia pun memulai cerita dari awal Karisa yang ingin bunuh diri, sampai ke pada mereka memergoki calon suaminya itu, dan hingga dia yang menggantikan menjadi calon suaminya Karisa.


__ADS_2