Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Masih Galau


__ADS_3

"yang benar saja kamu Renata, itu karena kamu baru berkunjung ke sini. Aku nyakin di Indonesia juga tak kalah Bagus dari sini." Jawab Mona dengan bahasa Indonesia, karena dia bisa berbahasa malaysia dan Indonesia juga.


"Yasih, memang di sana juga tempatnya gak kalah jauh sama di sini, tapi kan bedanya aku sudah terbiasa di sana." Jawab Renata lagi


"Iya, iya, Aku jadi kepengen ke sana ni" Seru mona


"Yasudah, kalau gitu nanti kamu pergi aja berbulan madu ke sana, gimana?" Usul Renata


"Iya juga ya, kenapa aku gak kepikiran seperti itu." Jawab Mona sambil sambil menumpang dagunya.


Karena sudah terlalu lama dan sudah ke beberapa tempat, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Renata dan Mona juga sudah merasakan kelelahannya.


***


Aldi, kini ia telah menemukan ide yang keluar dari kepalanya setelah beberapa saat memikirkan. Ia ingin menabung dalam sebulan ini, setelah uangnya terkumpul, Aldi akan segera menyusul Renata ke sana.


Karena Malaysia tidak jauh dari Indonesia, mungkin ia pikir jika menabung dalam sebulan sudah akan bisa berangkat ke sana, sebab gajinya di perusahaan Bang Irfan juga lumayan.


Hatinya sedikit lega setelah memikirkan itu, tapi tetap saja dia masih khawatir jika nanti dia tidak bisa menemukan Renata di sana, sebab ia tidak tahu harus bertanya kepada siapa, tentang tempat tinggal Renata di sana.


Air matanya pun kini mulai terjatuh, ia terlihat sangat cengeng semenjak mendengar dari Dina jika Renata meninggalkannya. Tapi jika di depan orang lain sekarang ia mencoba untuk menutupi kesedihannya itu.


Di tempat lain.


Irfan yang akan beristirahat jam siang, dia mengajak Karisa untuk menemaninya makan di restoran ternama. Irfan langsung menjemput Karisa di rumahnya. Tak lama mengendarai mobilnya, Irfan pun sampai di rumah Karisa.

__ADS_1


Irfan segera meminta izin ke orang tuanya Karisa, untuk mengajaknya menemaninya makan siang. Orang tuanya Karisa senang melihat anaknya yang ikut senang, karena di jemput oleh lelaki yang dicintainya.


Setelah semuanya beres Irfan langsung segera melajukan mobilnya ke sebuah Restoran tempat biasa ia berkunjung. Tak lama mereka pun sampai di sana. Irfan dan Karisa langsung masuk ke restoran tersebut dengan bergandengan tangan.


Saat hendak masuk ke dalam resto tersebut. Tiba-tiba ada tangan seseorang yang menarik bahunya, sehingga badannya membalikkan arah, dan langsung saja bogem mentah mendarat di rahangnya.


Irfan begitu terkejut saat melihat ternyata Anton, saat ia akan membalasnya, Karisa langsung sigap menarik tangannya, sehingga ia mengundurkan niatnya.


"Berani sekali kau merebut Karisa dariku, dan mengambil kesempatan dalam kesempatan." Ucap Anton sambil tangannya menunjuk ke wajah Irfan.


"Apa, aku merebut Karisa darimu, tidak salah itu, bukankah kau yang ingin merebutnya dariku. Tapi aku heran dengan kenapa kau bisa bersikap bodoh yang masih ingin bermain dengan perempuan lain, jika memang kau mencintai Karisa?" Jawab Irfan mengembalikan pertanyaan tersebut dengan santai, tapi membuat Anton sangat marah.


"Kurang ajar kau!! berani sekali kau berkata seperti itu kepada ku!!" Ketus Anton dan langsung melayangkan lagi pukulannya ke Irfan. Tapi dengan sigap Irfan menahannya dan memutar tangan Anton sehingga ia kesakitan sehingga mengeluarkan suara. "Auow"


"Kuperingatkan sekali lagi kepadamu, jangan berani-berani lagi menganggu ku dan Karisa. Ingat Itu." Ucap Irfan dengan nada sedikit ia tekan.


Setelah mereka duduk di sana, Karisa langsung melihat dan memegang wajah Irfan yang sedikit memar, akibat ulah Anton.


"Sakit, gak sayang?" Tanya Karisa penuh perhatian


"Sedikit, tapi aku nyakin nanti juga bakalan sembuh sendiri." Jawab Irfan lagi.


Mereka langsung memesan makanan untuk mereka, biarpun mata pengunjung di sana banyak yang melihatnya saat tadi bertengkar dengan Anton di luar, tapi tetap saja ia tidak ingin memperdulikan karena baginya dia tidak salah.


"Mas, aku takut jika Anton nanti kembali mencelakai kamu?" Gumam Karisa, karena ia tidak nyakin jika Anton mengalah begitu saja.

__ADS_1


"Benar katamu, tapi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Irfan lagi.


"Sebaiknya kamu mencari bodyguard saja untuk menjagamu, berhubung sekarang kamu juga kemana-mana sendirian." Saran Karisa


Sejenak Irfan terdiam dan memikirkan apa yang di katakan Karisa.


"Bagus sih, jika aku memiliki bodyguard mungkin aku sedikit lebih mudah untuk menjalani hidupku. Batin Irfan.


Setelah itu Irfan menjawab. "Baik lah"


Setelah itu mereka pun langsung menyantap makanan yang telah di datangkan oleh pelayan resto tersebut. Kini Karisa sudah tidak sungkan-sungkan lagi untuk bermesraan, karena mereka sudah kembali seperti dulu sebagai sepasang kekasih. Karisa dan Irfan pun langsung saling menyuapi satu sama lain.


Karisa merasa benar-benar bahagia, karena Irfannya yang dulu telah kembali kepadanya. Dia juga masih mengingat kalau dulu ia pernah di usir oleh Irfan dari kantornya. Tapi kini dia sudah anggap itu menjadi suatu kenangan terburuknya.


Kembali lagi ke Aldi, kini Aldi yang baru saja habis ke kantin dengan pikiran dan hati yang masih kalut. Ia berjalan menuju ke pantry untuk membuat teh, seperti biasanya untuk menemaninya bekerja.


Semangatnya untuk bekerja masih belum kembali karena ia selalu memikirkan Renata. Tapi ia juga tetap harus bekerja dengan giat, agar cepat bisa mengumpulkan uang, yang akan dia pakai untuk menyusul Renata.


Ari dan Dina yang melihat Aldi masih saja seperti itu, mereka hanya membiarkan saja dan merasa senang juga sesekali tertawa di belakang Aldi.


Aldi sebenarnya ingin mencoba untuk menghubungi Renata, tapi sampai saat ini nomor nya tidak aktif. Bagaimana mau aktif karena di negeri seberang tidak berlaku nomor disini, sudah pasti Renata menggunakan nomor ponsel di sana.


Setelah selesai dari pantry, kini Aldi masuk ke ruangan untuk kembali bekerja. Ia kembali menyelesaikan kembali sketsa yang dia kerjakan dari pagi, tapi sampai saat ini ia masih belum menemukan ide yang cemerlang. Sehingga bisa menghasilkan sketsa gambar yang Bagus.


Setelah bekerja kini Aldi akan berangkat pulang, tapi saat sudah berada di parkiran tiba-tiba ia memikirkan untuk pergi ke suatu tempat. ia tidak ingin pulang terlebih dahulu. Kini Aldi langsung melajukan motornya yang hendak pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


Tempat tersebut iyalah, jembatan layang. Di mana dulu tempat tersebut menjadi saksi cintanya dengan Renata, berhubung ingatan nya sudah kembali pulih ingin sekali rasanya ia ke sana, untuk menghilangkan rasa sedihnya selama ini karena di tinggal pergi Renata, dan juga sekalian ingin mengenang kembali kisahnya dengan Renata.


Setelah menempuh beberapa jarak, akhirnya Aldi sampai juga di sana.


__ADS_2