Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Pertemuan Aldi dan Orang Tua Renata


__ADS_3

***


"Awas saja kau Irfan telah berani mengusirku, dan menyeret ku seperti sampah seperti ini." Gerutu Karisa yang baru di usir keluar oleh satpam. Ia tidak menyangka jika Irfan akan sebenci itu padanya.


Di dalam Irfan sudah duduk kembali di kursi panasnya itu. Rasanya ingin sekali ia menampar Karisa. karena sudah tidak tahu diri dan masih berani datang menemuinya.


Ia pun segera membereskan peralatannya dengan buru-buru dan hendak pulang ke rumah karena pikirannya sudah kacau. Biar gimana pun sebenarnya ia juga masih mencintai Karisa. Tapi akibat pengkhianatannya itu yang membuat Irfan jijik terhadapnya.


Irfan pun segera pergi meninggalkan kantornya tersebut bersama mobilnya.


Di sisi lain Aldi dan Renata pun sampai di rumah Renata.


"Aldi kamu mampir dulu ya biar aku kenalin sama orang tua ku. Karena dulu selama kamu sakit ia selalu bertanya tentang kabar mu" Ujar Renata yang sudah berada di depan rumahnya, sambil kedua tangannya memegang tangan aldi yang masih duduk di motor.


"Benarkah begitu, Apa aku dulu juga mengenal mereka" Ucap Aldi sambil menoleh ke arah Renata.


"Tentu saja kamu kenal, karena dulu kamu pernah kesini mengantarku." Ucap Renata lagi menyakinkan Aldi.


"Baiklah kalau begitu"


Aldi pun segera turun dan memarkirkan motornya, kemudian ia langsung menghampiri Renata kembali untuk ikut masuk bersamanya.


"Assalamualaikum..." Ucap Renata mengetuk pintu Rumahnya.


"Waa'laikum salam,, Masuk aja rena pintu gak ke kunci" Ujar Ibu dari dalam.


Mereka pun langsung masuk bersamaan.


"Al kamu duduk disini dulu" Suruh Renata sambil mengarah ke sofa Ruang tamu.


Aldi pun langsung duduk tanpa menjawab perkataan dari Renata. Matanya melihat kesana-kemari, mencari sosok ayah dari Renata tapi ia tak kunjung melihat pria di rumah tersebut.


Tak lama Renata pun keluar dari kamarnya menggunakan Daster hijau yang sangat cocok di tubuhnya.


"Al,, Aku ke dapur dulu ya nyiapin minum buat kamu, sambil ku tanyai sama ibu Ayah ke mana?" Ucap Renata datar.

__ADS_1


"Ia baiklah" Jawab Aldi yang hanya duduk termenung tanpa teman.


"Buk, Ayah kemana, kenapa aku tak melihatnya malam ini" Tanya Rena ke sang Ibu yang sedang masak di dapur.


"Tadi Ayahmu ke mesjid, tapi belum pulang sampai sekarang" Jawab Ibu jujur.


"Oh yasudah, Bu aku siapin minuman dulu buat Aldi." Jawab Renata lagi


Ibu Renata langsung lanjut kembali memasak setelah tadi sempat tertunda sedikit, karena ngobrol bersama anaknya. Ia tidak sedikitpun bertanya bagaimana keadaan Aldi. sebab selama ini Renata selalu berbicara tentang Aldi kepada kedua orang tuanya itu. Bukan karena Ibunya tak suka ke Aldi melainkan ia malas mengurusi urusan orang lain. Tidak seperti Emak-emak pada umumnya yang suka gosip.


Kini Renata telah siap membuat minuman buat Aldi, ia langsung berjalan kembali menghampiri Aldi dengan membawa minuman tersebut di atas nampan.


"Ini Al,,kamu minum dulu" Suruh Renata sambil menaruh nampan di atas meja yang berada di depan Aldi.


"Gak kamu kasih guna-guna nikan?" Tanya Aldi sambil sedikit tertawa


"Astagfirullah Al,, Emang mau kamu aku kasih guna-guna?" Tanya Renata kembali dengan memasang wajah sedikit menakutkan.


"Hehehe gak Mbak,, Ampun" Ucap Aldi sambil tertawa kecil.


Tok tok tok


Assalamualaikum, Terdengar suara dari luar.


"Bentar ya Al, Aku liat dulu siapa." Ujar Renata


"Ia Mbak" Jawab Aldi


Renata pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.


"Ayah, masuk yah" Suruh Renata yang melihat Ayahnya baru pulang dari mesjid, ia pun langsung manyalim Ayahnya itu.


Ayahnya pun langsung masuk kedalam. Saat baru berjalan beberapa langkah, ia menoleh ke sofa yang berada sedikit ke samping dari pintu masuknya itu.


"Eh Ada tamu,, Ini Aldi kan yang pernah kemari dan juga yang pernah kamu ceritain selama ini?" Tanya Ayah ke Renata yang melihat Ke arah Aldi.

__ADS_1


"Ia Ayah, aku Aldi, Tapi maaf aku amnesia dan tidak mengingatmu" Ucap Aldi sendu dan langsung berdiri menyalim Ayahnya Renata tersebut.


"Sudah tidak masalah Bapak sudah tahu, Renata sudah menceritakan semuanya tentang mu ke kami" Ujar Ayah ke Aldi dan menyuruhnya kembali duduk.


"Rena kamu bikin Air ya satu lain buat Ayah?" Suruh Ayah ke Rena.


"Ia Ayah" Ia pun segera pergi ke dapur lagi.


***


Ari dan Dina, hubungan mereka semakin jauh aja. Ia bahkan malam ia sudah menjemput Dina untuk makan malam di rumahnya dan sekaligus ingin mengenalinya ke orang tuanya.


Mereka sudah duduk di kursi meja makan. Terlihat banyak makanan enak-enak yang telah di dihidangkan oleh ibu Ari. Dina terlihat malu-malu karena ia baru kali ini bertemu sama orang tua Ari. Dan ini juga yang pertama baginya. sebab sebelumnya ia tak pernah menjalin hubungan dengan seseorang sejauh ini.


"Sudah jangan malu-malu anggap aja rumah sendiri" Ucap Ibu Ari yang melihat tingkah Dina yang malu-malu.


"Ia tan." Ujar Dina datar.


"Yasudah ayok kita makan" Ajak Ibu lagi.


Ibu Ari pun langsung menaruh nasi ke suaminya, tak lupa ia menaruh sayur dan ikan.


Ari juga langsung menghidangkan Dina seperti permaisuri. Yang membuat Dina tambah kikuk. Dina memperhatikan setiap gerak gerik yang di lakukan Ari, ia merasa sangat kagum diperlakukan seperti itu sama kekasihnya itu.


Aku kira ini cuma ada di sinetron-sinetron aja, tapi ternyata sekarang aku juga merasakannya di dunia nyata, seperti mimpi saja oh Tuhan. Gumam Dina dalam hati.


"Dulu Ayah juga sepertimu Ari saat mengenali mamamu ke orang tua Ayah, Ibu mu juga awalnya tidak mau karena ia merasa sangat malu. Tapi dengan rayuan maut Ayah akhirnya ia luluh" Ujar Ayah ikut nimbrung, yang membuat wajah Ibunya menjadi merah merona.


"Benarkah, seperti itu buk" Tanya Ari yang menoleh ke arah Ibunya, Dan Dina pun ikut menoleh ke arah Ibu, membuat sang Ibu menjadi kikuk.


"Sudah kalian jangan percaya sama Ayahmu itu. Dia sedang berbohong, boro-boro Ibu di rayu. Dulu dia langsung memaksa Ibu agar mau mengikutinya" Gumam Ibu mengelak dari apa yang Suaminya katakan.


Sontak membuat Ari dan Dina menjadi tertawa, melihat tingkah Ayah dan Ibunya itu. Tapi Ayahnya langsung mencium mesra kening Ibunya. Yang membuat Ari dan Dina ikut kagum, karena biarpun mereka sudah tua tapi cintanya masih menggelegar.


***

__ADS_1


Kini Aldi sudah di kamarnya, yang telah pulang dari Rumah Renata di malam yang sudah memasuki jam 11:00 wib. Ia termenung sambil menatap langit-langit kamarnya.


__ADS_2