Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Malam Pertama Irfan


__ADS_3

Setelah ia merasa puas di leher, kini mulutnya turun ke bukit kembar sang istrinya, karisa terlihat sangat geli dan tersenyum merem melek, ia juga menekan kepala Irfan supaya tidak melepasnya dengan begitu cepat.


Ternyata begini rasanya malam pertama kenapa aku tidak nikah dari dulu. Batin Karisa yang merasa sangat bahagia.


Malam ini benar-benar malam yang sangat berbahagia buat pasangan ini, seakan mereka tidak ingin cepat-cepat siang.


Irfan pun langsung mendekatkan dirinya dengan Karisa, ia tidak perduli dengan sikap istrinya yang sedang malu, melewati hutan yang lebat kini burung Irfan langsung menancapkan dirinya ke Goa milik Karisa.


"Auww!!!" Karisa sedikit berteriak kesakitan karena ini awal percintaannya dengan lelaki.


"Sabar ya sayang, hanya sakit sebentar." Ucap Irfan menenangkan istrinya sambil mencium kening milik Karisa dengan lembut.


Sedikit demi sedikit akhirnya burung milik Irfan pun menerobos pagar betis milik Karisa yang membuat Karisa semakin sakit dan juga di ikuti dengan suara desahannya, walaupun ia sedikit sakit tapi ia tetap mencoba untuk menguatkan dirinya, karena nikmat dengan kesakitanya tidak sebanding.


Karisa pun kini mulai menekan punggung Irfan untuk mempercepat ritme permainannya karena rasa sakitnya semakin lama semakin berkurang dan membuatnya candu dengan permainan percintaannya.


Melihat tingkah Karisa Irfan pun paham apa yang harus ia lakukan. Kini Irfan langsung mempercepat ritme permainannya yang membuat suara ******* Karisa tak terkendali kan untuk saja kamar tersebut di lengkapi dengan penyadap suara sehingga tidak akan terdengar keluar.


Dengan kecepatan yang sudah tinggi, mereka pun merasakan hal yang baru pertama kali mereka rasakan yaitu mendapatkan pelepasan bersama, di sana lah mereka langsung terkulai lemas. Mereka pun langsung berpelukan dengan badan yang sudah penuh dengan keringat.


"Terimakasih ya sayang, malam ini kau telah memberikan segalanya untukku." Ucap Irfan sambil memeluk dan mencium kening Karisa.

__ADS_1


Karisa yang malu-malu ia pun hanya mengangguk saja sambil tersenyum mendengar apa yang di ucapkan suaminya tersebut.


***


Aldi dan Renata kini sudah berada di kantor seperti biasanya juga di sana sudah terdapat satu pasangan kekasih lagi yaitu Ari dan Dina, karena hari ini Irfan belum masuk ke kantornya setelah pernikahannya kemarin, mereka bisa sedikit bersenang-senang di kantor karena tidak ada atasannya tersebut.


"Sayang kita ke kantin dulu ayok, aku lapar sekali karena tadi sebelum berangkat aku tidak sarapan di rumah." Minta Aldi ke Renata.


"Ayo, aku juga lapar." Jawab Renata, yang sengaja tidak mengajak Ari dan Dina ke sana biarpun Ari dan Dina lagi bersama mereka. Tapi tetap saja Renata tidak perduli karena ingin berduaan sama istrinya itu.


Mereka pun memesan dua nasi gurih di sana, karena masih pagi jadi tidak ada nasi putih biasa di kantin tersebut kecuali sudah siang. Tak lama nasi pun sampai ke meja mereka.


Biarpun para karyawan kantor tidak mengetahui bahwa mereka sudah bersuami istri tetap saja mereka tidak memperdulikan itu lagi, mereka tetap saja bermesraan di depan umum. yang membuat pengunjung lain kantin tersebut menatap heran dengan tingkah mereka.


Dina dan Ari yang tadi tidak mengikuti mereka ke kantin kini mereka malah bermesraan di pantry yang di temani dengan secangkir kopi dan teh, begitulah enaknya kalau lagi tidak ada Pak Irfan, kantor ini menjadi riuh tak terkendali kan.


"Din, nanti pesta pernikahan kita kamu mau nya seperti apa?" Tanya Ari


"Sebenarnya sih aku ingin seperti Pak Irfan yang mewah seperti kemarin, tapi tetap saja itu tidak mungkin karena aku tahu keluarga kamu dan aku bukan orang berada seperti Pak Irfan." Jawab Dina sedikit sendu.


Sudah sayang kamu jangan sedih, biarpun pesta pernikahan kita nanti tidak semewah itu, yang penting pernikahan kita bisa bahagia sampai nenek-kakek." Seru Ari yang tidak ingin melihat kekasihnya bersedih karena hal itu.

__ADS_1


"Ya juga ya, lagian dalam pernikahan itu tidak dilihat dari pesta yang mewahnya tapi yang dilihat kan dari ijab kabulnya, dan bagaimana pasangan suami-istri kedepannya membina rumah tangga mereka." Unggah Dina yang sudah semangat.


"Ya benar kamu Dina, lihat aja itu seperti si Aldi sama Renata, biarpun mereka menikah diam-diam tetap saja mereka terlihat romantis dan bahagia, aku menjadi cemburu kepada mereka." Sahut Ari lagi.


"Ya benar kamu Mas, aku juga tidak tahu sampai kapan mereka akan seperti itu terus. Tapi kita doa saja yang terbaik buat mereka."


"Amin.." Jawab mereka kembali dengan serentak.


Aldi dan Renata yang sudah kembali dari kantin kini mereka masuk dan ingin bekerja, biarpun hari ini mungkin bisa bekerja dengan sedikit santai karena tidak ada Pak Bosnya. Mereka juga ingat jika begini terus lama kelamaan perusahaan ini akan mengalami penurunan dan bisa saja mengakibatkan kebangkrutan.


Mereka tidak mau itu sampai terjadi, karena bukan berimbas kepada Pak Irfan saja melainkan juga kepada karyawan-karyawannya yang nanti akan kena PHK.


"Semuanya dengar ya, biarpun Pak Irfan tidak masuk dalam beberapa hari ini, kita tidak boleh juga meninggalkan pekerjaan terus-menerus, kuharap kalian mengerti dengan apa yang aku ucapkan. Aku tidak mau jika nanti seperti ini terus perusahaan ini akan mengalami kerugian besar karena kita bermalas-malasan. Sebab itu juga akan berefek kepada kita semua bukan cuma pemilik perusahaan, kalian mengerti?" Ucap Aldi yang sudah mengumpulkan semua karyawan ke depannya. Bagaimana pun ini perusahaan milik Abangnya ia juga berhak untuk berbicara sepatah dua patah kata di sini.


"Ngerti Pak." Jawab Mereka semua sambil memberikan tepuk tangan yang meriah.


"Yasudah sekarang kalian boleh ketempat kalian masing-masing. Kalian boleh bekerja dengan santai tapi tidak bermalas-malasan. Apalagi sampai meninggalkan pekerjaan kalian." Aldi memperingati lagi.


Semua karyawan pun kembali ke tempat mereka masing-masing, baru setelah itu Aldi juga ikut kembali bekerja ke tempatnya. Renata hanya tersenyum melihat Aldi yang sudah seperti Bos besar saja.


Kemudian Renata pun mendekati Aldi dan memberikan Applause kepada Aldi, dia sangat kagum dengan sikap Aldi yang seperti itu. Sudah tampan terus berwibawa lagi. Renata benar-benar beruntung bisa berjodoh dengan Aldi. Biarpun umur Aldi jauh di bawah Renata tapi tetap saja terlihat Aldi lebih dewasa dari pada Renata. Kini mereka pun langsung kembali berdua ke ruang mereka masing-masing

__ADS_1


__ADS_2