Simpanan Brondong Tampan

Simpanan Brondong Tampan
Aldi Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Kini semuanya sudah berada di meja makan termasuk Dina, karena tadi Ibu dari Renata menyuruhnya makan terlebih dahulu baru boleh ia pulang. Tak ada yang bersuara saat sedang makan, hanya suara sendok dan piring saja yang bersentuhan.


"Ren, Ayah ingin bilang sama kamu, jika seminggu lagi kita akan ke Malaysia, Keluarga dari Ibu mu di sana ada yang menikah" Seru Ayah memecahkan kesunyian di antara mereka semua.


"Kalau begitu apakah aku boleh ikut" Tanya Renata


"Tentu saja boleh, tapi bagaimana dengan pekerjaanmu, karena mungkin kita akan berada seminggu di sana?" Tanya Ayahnya lagi.


"Tenang saya Yah,, Aku akan minta cuti sama Pak Irfan, karena aku lelah sekali setiap hari harus bekerja. mungkin kali ini aku bisa istirahat sambil berliburan sesekali" Jawab Renata dengan penuh semangat.


"Yasudah kalau begitu persiapkan dirimu, mulai dari sekarang karena kita tidak lama lagi ke sana" Ucap Ayah


"Baiklah Ayah" Renata menjadi sangat bersemangat, berhubung hatinya lagi sakit dengan sikap Aldi. mungkin inilah salah satu caranya untuk menghilangkan stresnya. Dengan ikut orang tuanya sesekali berliburan. Ia juga berharap semoga setelah pulang dari liburan nanti rasa sakit dan kecewanya dengan Aldi akan Hilang.


Renata juga sudah pasrah dengan hubungannya dengan Aldi. Dia sudah tidak terlalu memikirkan untuk memperbaiki hubungannya, dia juga sudah ikhlas jika nanti dia harus berpisah dengan Aldi. biarpun hatinya sulit untuk menerima, tapi dia sudah serahkan semuanya kepada sang maha kuasa.


"Wah kalau gitu kamu jangan lupa bawa oleh-oleh untukku ya" Ucap Dina dengan summeringah saat mendengar keluarga sahabatnya akan berlibur ke negeri seberang.


"Tenang aku pasti tidak akan melupakan itu, kamu doain aja semoga kita sampai dan kembali dengan selamat" Jawab Renata sambil menoleh ke arah Dina


"Amin,," Jawab kompak semua.


***


Aldi yang baru saja melakukan ibadah salat Maghrib nya, tak tahu kenapa kepalanya pusing, ia terus teringat tentang apa yang di ucapkan Renata. Tangan mencoba memegang kepalanya, agar merasa sedikit ringan. Tapi bukannya ringan yang dia rasakan melainkan ia semakin pusing.

__ADS_1


Kini dia sudah duduk di bibir ranjang, tangannya masih memompang kepalanya yang berputar-putar, entah mengapa. Pandangan sudah sedikit tidak jelas, tapi ia tetap mencoba untuk menahan rasa pusingnya itu.


"Ah, kenapa ini dengan kepalaku," Gerutu Aldi di kamarnya sendiri.


Ia menjadi kesal karena rasa pusingnya tak kunjung hilang. Air matanya juga sekarang mulai terjatuh karena menahan rasa pusing yang tak bisa ia utarakan dengan kata-kata ..


"Ibu!!!" Teriak Aldi yang sudah tidak sanggup menahan rasa pusing dan sakit di kepalanya itu.


Ibu yang mendengar suara Aldi berteriak dari dalam kamar, langsung berlari kecil menuju ke tempat Aldi dengan perasaan yang sangat panik.


Saat Ibu membuka pintu kamar Aldi, Ibu sangat terkejut melihat Aldi yang sudah terbaring tak sadarkan diri, di tempat tidurnya. Ibu segera menghampiri dengan air matanya yang suatu terjatuh dengan tiba-tiba, karena melihat anak semata wayangnya itu sudah tak sadarkan diri.


"Aldi kamu kenapa sayang?" Tanya Ibu yang sudah merangkul kepala Aldi ke pangkuannya. Air matanya terus berjatuhan dengan sesedunya.


Tak lama setelah itu, sudah datang beberapa warga terdekat yang mendengar suara Ibu.


"Ada apa Buk, Kenapa Ibu menangis dan meminta tolong. Emang sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya warga yang sudah berada di sana.


"Pak tolong, beri tahu suami saya sebentar di warung, Aldi tak sadarkan diri di rumah." Ucap Ibu ke warga tersebut. Karena Ibu tidak memiliki handphone untuk menghubungi Ayahnya Aldi.


"Baiklah, Buk saya akan ke warung Ibu untuk memberi tahu Bapak, Kalian coba dulu liat keadaan Aldi, atau lebih baik antarkan saja dulu dia ke Rumah Sakit, nanti saya akan antarkan Pak Gunawan ke sana menyusul" Ucap salah satu tetangga Aldi.


Setelah mendengar itu warga yang lainnya langsung masuk ke kamarnya Aldi, dan melihat benar saja Aldi sudah tak sadarkan diri, dengan rambut yang sudah acak-acakan.


"Bu, sebaiknya kita langsung saja bawa Aldi dulu ke Rumah Sakit, biar dia mendapat penanganan dengan cepat" Ucap salah satu warga.

__ADS_1


"Yasudah kalau gitu kita bawa dengan mobil saya saja, saya keluarkan mobil dulu" Ucap warga yang lainnya.


"Baiklah, Saya sangat berterima kasih buat kalian semua, saya tidak tahu harus minta tolong sama siapa jika tidak ada kalian" Jawab Ibu dengan nada sendu karena lagi menangis.


Tak lama mobil pun sudah sampai di depan halaman rumah Aldi. Mereka langsung membopong Aldi bersama untuk menaikkannya ke dalam mobil. Terlihat Aldi yang sudah pucat Ibunya takut jika Aldi kenapa-napa.


Setelah Aldi di angkat ke mobil, Ibunya langsung segera ikut naik, dan duduk sambil memangku kepala aldi di pangkuannya. Rasa khawatir yang tidak bisa ia utarakan terlihat dari raut wajah Ibunya, yang tak bisa berhenti menahan air matanya terjatuh.


Setelah semuanya siap, pemilik mobil itu langsung melajukan mobilnya untuk mengantar kan Aldi ke Rumah Sakit. Untung saja warga di tempat Aldi memiliki rasa sosial yang tinggi terhadap warga-warga di sekitarnya.


"Aldi kamu bangun sayang, Kamu harus bisa bertahan. Ibu tidak mau kamu kenapa-napa." Gumam Ibu sambil mengusap kepala Aldi.


"Pak cepat sedikit Pak," Ujar Ibu ke sopir, dengan cemas.


"Sabar Buk ini juga sudah cepat, Ibu lebih berdoa saja agar Aldi tidak kenapa" Jawab sopir.


"Ia Pak, terimakasih sekali lagi saya ucapkan".


Di tempat lain seorang tetangga tadi yang sudah sampai di warung Bapaknya Aldi, segera memberi tahu Ayahnya, yang membuat Ayahnya Aldi menjadi panik setelah mendengar perkataan dari tetangganya tersebut.


Ayahnya segera memasukkan barang-barang ke dalam warungnya dan langsung menutup warung tanpa berpikir panjang lagi. Tetangga tadi yang sudah memberi kabar kepadanya langsung pulang, berhubung Ayah Aldi memiliki motor sendiri. Jadi tidak perlu ia harus mengantarkannya.


Setelah selesai dengan warungnya Ayah Aldi langsung buru-buru mengambil motornya dan segera melaju ke Rumah Sakit, tempat Dimana Aldi akan di bawa. Hati dan pikirannya sangat cemas saat mendengar Aldi tak sadarkan diri. Dia juga tidak tahu kenapa Aldi bisa begitu.karena selama ini ia tahu kalau Aldi baik-baik saja.


Kembali lagi ke Aldi, kini dia sudah berada di Rumah Sakit, dan juga sudah di tanggani dengan Dokter yang dulu mengoperasinya. Ibunya masih menunggu di luar sampai Dokter siap memeriksa Aldi.

__ADS_1


__ADS_2