
Setelah menghabiskan makanan yg mereka pesan ,kemudian mereka kembali lagi ke Ruangan mereka masing-masing. Terlihat di antara mereka hanya terdiam saja tak ada satu pun yang mengeluarkan suara, mereka larut dalam lamunannya masing-masing sambil berjalan masuk ke dalam.
***
Beberapa hari telah berlalu, kini Irfan berencana untuk mengutarakan isi hatinya kepada Renata. Ia pun terlebih dahulu ingin pergi ke sebuah toko bunga. Wajahnya sangat berseri-seri berharap cintanya akan di terima Renata.
Karena selama ini ia selalu memendam rasa Cinta yang begitu besar terhadap Renata, tapi tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Termasuk Aldi, jika Aldi tidak ia ceritakan mungkin Aldi juga tak akan mengetahui.
Kini Irfan sudah berada di sebuah toko bunga, ia langsung turun dari mobil Honda Civic nya itu. Membuat semua mata terpana melihat ketampanannya itu. Ia pun langsung menutup pintu mobilnya dan merapikan sedikit pakaiannya, lalu masuk ke toko bunga itu.
Terlihat seorang pelayan perempuan toko tersebut langsung menghampiri nya dan bertanya.
"Selamat datang di toko kami Tuan, ada yang bisa saya bantu" Tanya perempuan tersebut yang usianya sekitar 22 tahun atau masih gadis dengan ramah.
"Baiklah Mbak, tapi boleh saya liat-liat terlebih dahulu?" Ucap Irfan yang tak langsung menjawabnya melainkan ia menanyak balik.
"Tentu Tuan,, Anda boleh melihat-lihat terlebih dahulu" Jawab perempuan itu lagi dengan nada yang sangat sopan.
Irfan pun langsung melangkahkan kakinya dengan gesit ke dalam toko tersebut, melirik kiri kanan mencoba melihat, Bunga yang mana yang akan ia pilih. Sampai ia melirik sudut toko, terlihat sebuah buket Mawar yang sangat Indah, Irfan pun mendekatinya dan memegangnya sambil mencium buket bunga tersebut.
Sepertinya ia sudah cocok untuk mengambil bunga tersebut. Tak menunggu waktu lama lagi ia segera memanggil pelayan yang tadi.
__ADS_1
"Mbak, kesini sepertinya saya menyukai bunga yang ini. Langsung di kemas aja ya Mbak" Suruh Irfan setelah memilih bunga yang cocok untuk di beri ke Renata.
Semoga Renata menyukai bunga ini dan mau menerimaku menjadi kekasihnya. Batin Irfan
***
Renata, Ari,dan Dina kini mereka sedang duduk di kantin. Tapi Aldi tak ikut dengan mereka, setelah Aldi menyuruh Renata memikir masalahnya dengan Irfan. Kini Aldi sedikit menjauh dari Renata dan memberi ruang Renata untuk memikirkan dengan tenang.
"Din, aku ingin bicara sesuatu, kemarin Aldi menyuruhku untuk mau menjadi ke kasih Pak Irfan, aku juga bingung kenapa ia tiba-tiba bertanya seperti itu. Hatiku sangat sedih sangat sedih mendengar perkataan seperti itu keluar dari mulut suami ku sendiri." Ujar Renata dengan Nada yg sangat sendu.
"Gimana ya Re, aku juga bingung mendengar ceritamu, kok hubungan kalian makin rumit aja ya" Jawab Dina dengan wajah sedikit kebingungan.
"Kenapa kamu tidak jujur aja sama Aldi jika kalian telah menikah" Timpal ari lagi.
"Bukan, aku gak mau mengatakan yang sebenarnya, tapi kalian kan tahu sekarang kondisi Aldi gimana. Sudah pasti ia tidak akan mempercayaiku. Dan yang lebih aku takuti lagi jika ia akan membenci ku. Aku gak mau hal itu sampai terjadi." Sahut Rena
"Baiklah Ari, emang itu yang harus kulakukan. Aku juga tidak mungkin menerima Irfan, sebab aku hanya mencintai Aldi. dan dia sekarang Suami ku." Jawab Renata yang sedikit lega.
Setelah mengobrol panjang mereka pun kini kembali masuk kerja lagi. Sedangkan Irfan ia baru saja selesai dari toko bunga. Dengan wajah yang sedikit berseri, ia pun mengayunkan langkahnya masuk ke dalam mobil.
Saat hendak melajukan mobilnya, ia terlebih dahulu memandang-mandang Bunganya itu, sambil tersenyum-senyum sendiri. Setelah itu ia langsung melajukan mobilnya, dengan kecepatan sedikit tinggi. Karena ia sudah tak sabar lagi ingin cepat-cepat ke kantor dan bertemu Renata, untuk mengutarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam.
Setelah melewati beberapa kilometer, kini Irfan pun sampai di kantor dengan wajah yang sangat fresh. Semua karyawan kantor yang melihatnya menjadi heran, dengan sikap yang Pak Irfan tunjukkan. Karena selama ini ia bersikap terlalu dingin sehingga semua karyawan menjadi sangat segan dengannya.
__ADS_1
Tak pakek waktu lama ia segera mengambil toa yang ada di lobi.
"Pengumuman,, pengumuman!!! Semua silahkan berkumpul di lobi kantor" Ucapnya dengan satu tangan yang memegang toa dan satu tangan lagi memegang buket bunga yang ia sembunyikan di belakang punggungnya.
Semua karyawan yang mendengar suara Pak bos nya itu, langsung bergegas dengan sigap keluar menuju lobi, biarpun mereka masih bingung kenapa Pak Irfan menyuruh mereka berkumpul di sana.Tapi mereka langsung saja keluar terlebih dahulu.
Kini semua karyawan pun telah berada di lobi, termasuk Aldi, Renata, Dina dan Ari.
Irfan Langsung datang mendekat ke arah Renata. Dengan berjongkok satu lutut di lantai dan tangannya menyalurkan bunga ke arah Renata, ia pun mengutarakan isi hatinya di semua orang yang berada di sana.
"Hari ini di hadapan semua karyawan ku, aku ingin mengutarakan perasaanku terhadapmu. Mau kah kau menjadi kekasihku, aku tahu mungkin ini terlalu cepat bagimu tapi tidak bagiku. Aku telah jauh dari dulu memendam perasaan samamu." Ujar Irfan.
Melihat Pak Bosnya itu sedang mengucapkan cintanya ke Renata mereka pun ikut mendukung dan menyuruhnya untuk terima termasuk Aldi. Tapi tidak untuk Dina dan Ari yang mengetahui Renata Istri orang.
"Terima!! terima!!" Sorak Semua karyawan yang berada di sana. juga di ikut sertakan dengan tepuk tangan yang meriah.
Renata sangat terkejut dengan sikap Irfan yang terlalu tiba-tiba. Ia berdiam diri sejenak dan mengambil nafas lalu berkata. "Maaf Pak aku tidak bisa menerima mu, karena aku tidak mencintaimu"
Aldi yang mendengar kata penolakan dari Renata. kini Ia pun berbalik arah dengan raut wajah yang kecewa, ia tidak menyangka Renata akan menolak Pak Irfan, padahal ia sangat berharap Renata menjadi bagian dari keluarganya.
Renata yang melihat Aldi meninggalkan mereka dengan Raut wajah kecewa. Ia pun langsung mengejarnya untuk memberi penjelasan.
"Al,, Berhenti Al, dengan dulu penjelasan ku" Suruh Renata yang mengejarnya dari belakang, karena Aldi berjalan sedikit cepat.
__ADS_1
"Sudah kamu tidak usah menjelaskan apapun lagi, aku pikir kamu akan menerimanya tapi apa nyatanya kamu hanya mempermalukannya di hadapan semua karyawan. Aku sangat kecewa denganmu karena telah berani mengecewakannya" Jawab Aldi yang tidak menghentikan langkahnya.
Bersambung..